Latest News

Tampilkan postingan dengan label KOMNAS PA MALANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOMNAS PA MALANG. Tampilkan semua postingan

Komnas Perlindungan Anak Gelar Kegiatan Anti-Bullying di SMP Frateran Celaket 21 Malang

 


Malang, 3 Maret 2025 – Komnas Perlindungan Anak (PA), yang dipimpin oleh Pak Teguh, diundang oleh SMP Frateran Celaket 21 untuk mengisi kegiatan edukasi tentang anti-bullying bagi para siswa-siswinya. Kegiatan ini berlangsung di bawah koordinasi Humas SMP Frateran, Bapak Yus Djoko, dan dipimpin oleh Kepala Sekolah, Fr. M. Yohanes Laga Payong BHK, S.Fil., MPd. Kegiatan tersebut digelar dengan tujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang bebas dari praktik bullying.


Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 7 hingga kelas 9. Komnas PA mengutus empat orang ahli untuk memberikan materi dalam kegiatan ini. Chustini, M.Pd menjadi pemateri pertama dengan menjelaskan tentang apa itu bullying serta bagaimana cara anak-anak dapat bertindak jika mereka menyaksikan atau bahkan mengalami bullying. Pemateri kedua, Tjahya Kuntjoro, S.E, memberikan motivasi kepada siswa-siswi untuk menjadi sosok pemimpin masa depan yang bebas dari tindakan kekerasan dan diskriminasi.


Selain itu, untuk lebih menegaskan komitmen terhadap isu anti-bullying, seluruh siswa mengikuti sumpah anti-bullying yang dipandu oleh Tjahya Kuntjoro. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Komnas PA yang melakukan bincang santai dengan Bu Elly, guru BK SMP Frateran, sebelum acara dimulai.


Dalam sesi terakhir, kegiatan diakhiri dengan harapan besar agar SMP Frateran menjadi sekolah yang bebas dari bullying. Komnas PA berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi siswa-siswi SMP Frateran, tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Selain itu, ada keinginan untuk memperkuat kerjasama antara pihak sekolah dan Komnas PA Kota Malang melalui penandatanganan MoU, guna meningkatkan upaya perlindungan anak di masa depan.


Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan budaya sekolah yang lebih ramah dan peduli terhadap kesejahteraan mental dan sosial siswa. Dengan demikian, SMP Frateran berharap dapat terus menjadi sekolah yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, empati, dan saling menghargai di kalangan siswa.

Ketua KOMNAS Anak Jawa Timur Perkuat Konsolidasi Pengurus KOMNAS Anak Malang Raya



Jatimku.com – Batu. Dalam rangka memperkuat peran dan kontribusi KOMNAS Perlindungan Anak Malang Raya, Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Jawa Timur, Febri Kurniawan Pikulun, SH, CLA, menghadiri rapat evaluasi bulanan yang diadakan di Gedung SARBUMUSI NU Kota Batu pada 23 Februari 2025.


Rapat konsolidasi ini diikuti oleh Badan Pengurus Harian, yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dari KOMNAS Perlindungan Anak Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang.


Dalam kesempatan ini, Febri Kurniawan Pikulun menekankan pentingnya amanah, kehati-hatian dalam melangkah, dan menjaga solidaritas bagi para pengurus. Menurutnya, banyak pelaku kekerasan anak yang kurang simpatik terhadap aktivis perlindungan anak, sehingga para pengurus harus selalu waspada dan tetap berpegang teguh pada prinsip keadilan.


"Tugas kita berat, tapi kita harus tetap berjuang demi perlindungan hak-hak anak. Solidaritas adalah kunci agar kita tetap kuat dalam menghadapi tantangan," ujarnya.


Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Kota Batu, Rudianto, S.Pd., SH., MAP, mengapresiasi kehadiran Ketua KOMNAS Anak Jatim yang selalu siap siaga dalam memberikan pendampingan, khususnya terkait masalah hukum.


Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Kabupaten Malang, Dewi Irvani, S.Hut., CHt, CI, MPH. Ia menyatakan bahwa cakupan wilayah Kabupaten Malang yang luas memerlukan dukungan dari pusat serta kolaborasi dengan Dinas Sosial untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan anggaran yang terbatas.


Sementara itu, Igoe Chaniago, Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang, berbagi pengalaman dalam membangun kemitraan dengan berbagai kampus negeri dan swasta untuk mengakses pendanaan dari LPM dan LEMLIT DIKTI. Salah satu pencapaiannya adalah pengembangan aplikasi KOMNAS Perlindungan Anak yang bekerja sama dengan STIMATA, dan kini telah tersedia di Play Store.


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan KOMNAS Perlindungan Anak Malang Raya dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi anak-anak. Melalui kolaborasi lintas sektor, mereka terus memastikan bahwa hak-hak anak terpenuhi, sesuai dengan Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi oleh UNICEF.

Komnas PA Jalin Sinergi dengan PSG UB dan STIMATA untuk Perlindungan Anak di Malang

 


Jatimku.com – Malang.

Pada Selasa, 18 Februari 2025, Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Malang menghadiri dua pertemuan penting dalam upaya memperkuat sinergi untuk perlindungan anak. Pertemuan pertama berlangsung di Universitas Brawijaya (UB) atas undangan Ketua Pusat Studi Gender (PSG) UB, Dr. Lilik Wahyuni, M.Pd., sedangkan pertemuan kedua merupakan audiensi dengan STIMATA (Sekolah Tinggi Informatika Kota Malang).


Diskusi Perlindungan Anak di Universitas Brawijaya


Pertemuan dengan PSG UB berlangsung di Gedung Layanan Bersama, lantai 6, mulai pukul 09.00 WIB. Acara diawali dengan perkenalan peserta yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan para Ketua Bidang Komnas PA, serta jajaran PSG UB.


Dalam diskusi, Dr. Lilik Wahyuni mengangkat pertanyaan mendalam tentang maraknya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Malang. "Ada apa dengan negara kita? Bagaimana kita bisa bersama-sama mencari solusi?" ungkapnya.


Diskusi ini menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih konkret antara PSG UB dan Komnas PA. Fokus utama adalah menangani kasus bullying, kekerasan seksual, dan pelecehan yang masih marak terjadi. Diharapkan sinergi ini dapat menghasilkan gerakan nyata di lapangan dengan dukungan berbagai pihak.

Pertemuan ini ditutup dengan doa majelis pada pukul 11.00 WIB, dengan rencana tindak lanjut untuk memperjelas program kerja yang akan dijalankan bersama.



Audiensi Komnas PA Kota Malang dengan STIMATA

Pada hari yang sama, pukul 13.30 WIB, Komnas PA Kota Malang melanjutkan agenda dengan mengadakan audiensi bersama Ketua/Rektor STIMATA, Dr. Tubagus M. Akhriza, S.Si, M.MSi., di ruang pertemuan STIMATA.

Kegiatan dibuka oleh salah satu staf STIMATA, diikuti dengan sesi perkenalan peserta. Ketua Komnas PA Kota Malang, Pak Teguh, menyampaikan bahwa selama ini Komnas PA telah melakukan sosialisasi anti-bullying dan parenting di sekolah-sekolah. Namun, dari 500 target sekolah, baru 30 sekolah yang telah mendapatkan edukasi ini.

Audiensi ini bertujuan untuk menyamakan visi dalam pencegahan kekerasan fisik, kekerasan seksual, serta pelecehan yang bermula dari penggunaan gadget dan media digital. Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai gagasan dan solusi berbasis kasus yang terjadi di lapangan.

Sebagai langkah konkret, STIMATA dan Komnas PA Kota Malang sepakat menandatangani MoU untuk membangun sinergi dalam pencegahan kecanduan gadget pada anak-anak. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Komnas PA, Pak Teguh, dan Ketua/Rektor STIMATA, Dr. Tubagus M. Akhriza, S.Si, M.MSi., bersamaan dengan berkumandangnya adzan Ashar.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan semakin banyak anak-anak di Kota Malang yang mendapatkan perlindungan dari berbagai ancaman kekerasan dan dampak negatif teknologi.

WCC Gelar Workshop Pembuatan Proposal Dana Hibah

 


Jatimku.com – Malang. Dalam upaya meningkatkan akses pendanaan bagi berbagai program sosial, Women Crisis Center (WCC) menggelar Workshop Pembuatan Proposal untuk Dana Hibah, yang berlangsung pada Sabtu, 15 Februari 2025, di Kantor WCC, Jl. Jombang 3A No.1, Klojen. Acara ini dihadiri oleh peserta dari berbagai organisasi sosial, komunitas, serta individu yang ingin memperdalam pemahaman dalam menyusun proposal yang efektif.


Dua pemateri berpengalaman hadir dalam workshop ini, yakni Sri Wahyuningsih, SH, MH., serta Dr. Lilik Wahyuni, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Gender Universitas Brawijaya.


Dalam sesi pertama, Sri Wahyuningsih membahas tentang teknik penyusunan proposal yang sistematis dan sesuai standar pengajuan hibah, baik dari lembaga pemerintah maupun swasta. "Proposal yang baik harus mencerminkan visi yang jelas, kebutuhan yang terukur, serta memiliki dampak yang nyata bagi masyarakat," ujarnya.


Sementara itu, Dr. Lilik Wahyuni memberikan wawasan mengenai pola kemitraan dengan perguruan tinggi, termasuk akses pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) kampus. "Banyak perguruan tinggi memiliki dana hibah yang dapat dimanfaatkan untuk program sosial, namun dibutuhkan strategi dan sinergi yang tepat dalam pengajuannya," jelasnya.


Selain itu, peserta juga diberikan informasi terkait peluang mendapatkan hibah dari lembaga nasional, perusahaan, hingga organisasi internasional. Workshop ini berlangsung interaktif, dengan sesi diskusi dan praktik langsung dalam pembuatan proposal.


Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini diakhiri dengan sesi tanya jawab serta pendampingan awal bagi peserta yang ingin mengajukan proposal hibah. Dengan adanya workshop ini, diharapkan semakin banyak komunitas dan organisasi yang mampu mengakses dana hibah untuk mendukung program-program mereka.


OPEN RECRUITMENT: Relawan KOMNAS Perlindungan Anak Kabupaten Malang



Jatimku.com - Malang. Saatnya bergerak untuk masa depan anak Indonesia! KOMNAS Perlindungan Anak Kabupaten Malang membuka kesempatan bagi individu yang peduli terhadap hak dan kesejahteraan anak untuk bergabung sebagai relawan. Dengan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya perlindungan dan pendampingan.


Siapa yang Kami Cari?

  • Peduli terhadap hak dan kesejahteraan anak.

  • Siap berkontribusi dengan ilmu, waktu, dan tenaga.

  • Tertarik dalam program edukasi hak anak, sosialisasi perlindungan anak, serta pendampingan korban kekerasan anak.


Keuntungan Menjadi Relawan:

  • Memperluas jejaring dengan relawan hebat, komunitas, dan tokoh inspiratif.

  • Pengalaman langsung dalam advokasi dan pendampingan anak.

  • Kepuasan batin karena ikut menciptakan perubahan nyata.



Pendaftaran dibuka hingga: 24 Februari 2025


Link Pendaftaran: https://komnaspa.my.id/volunteer-kab-malang

Informasi lebih lanjut: Call Center KOMNAS Perlindungan Anak Kab. Malang: 08980340034


Jadilah bagian dari perubahan! Bersama, kita bisa menciptakan dunia yang lebih aman bagi anak-anak. 


#RelawanPeduliAnak #StopKekerasanPadaAnak #KOMNASPerlindunganAnak #KabMalang

KOMNAS Perlindungan Anak Silaturahmi ke Lembaga Perlindungan Anak Kota Malang

 


Malang, 3 Februari 2025 – KOMNAS Perlindungan Anak menjalin sinergi lebih erat dengan Lembaga Perlindungan Anak Kota Malang dalam upaya memperkuat komitmen perlindungan anak di Kota Malang. Kegiatan silaturahmi ini berlangsung di Kantor Lembaga Perlindungan Anak yang berlokasi di Jl. Kelud No 9, Kota Malang.


Acara tersebut dihadiri oleh pengurus Perlindungan Anak Sosial Kota Malang beserta jajaran, serta sejumlah pengurus Lembaga Perlindungan Anak Kota. Dalam sambutannya, Djoko Nunang, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kota Malang, menyampaikan apresiasi atas pertemuan ini sebagai upaya menguatkan silaturahmi antar aktivis perlindungan anak di Kota Malang.


Winartiningsih, pengurus paling senior di Lembaga Perlindungan Anak, menambahkan bahwa KOMNAS Perlindungan Anak harus mulai banyak dikenal oleh masyarakat. "Agar kedepannya bisa ikut dalam MUSREMBANG untuk memberikan masukan pada pemerintah terkait perlindungan anak dan juga mengakses dana-dana pemerintah maupun CSR dari perusahaan yang peduli anak," ujarnya, mengingatkan pentingnya peran serta publik dalam agenda perlindungan anak.


KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang beserta para pengurusnya mengungkapkan rasa syukur dapat belajar banyak dari Lembaga Perlindungan Anak yang telah malang melintang dalam perlindungan anak di Kota Malang sejak tahun 2009. Igo Chaniago, Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang, mengucapkan terima kasih kepada para senior di Lembaga Perlindungan Anak Kota Malang yang telah memberikan kesempatan dan sharing ilmu serta pengalaman.


"Semoga dengan pertemuan ini memberikan banyak wawasan dan inspirasi untuk merancang program-program baru yang dapat mempererat kerjasama antar aktivis perlindungan anak. Melalui upaya kerja sama ini, tingkat kekerasan terhadap anak di Kota Malang dapat berkurang secara signifikan," ujar Igo Chaniago, Founder Fatherhood Community.


Sinergi yang terjalin diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi KOMNAS Perlindungan Anak untuk terlibat dalam proses perumusan kebijakan publik, serta dalam mengakses dana bantuan dari pemerintah maupun dari sektor swasta. Dengan semakin dikenal oleh masyarakat, peran serta aktivis perlindungan anak di Kota Malang diharapkan akan semakin kuat dan berdampak positif bagi penurunan kasus kekerasan terhadap anak.


Kehadiran dan partisipasi aktif para pengurus dari kedua lembaga tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk melindungi hak-hak anak dan meningkatkan kualitas hidup generasi penerus. Inisiatif ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara komunitas perlindungan anak dengan pemerintah daerah, sehingga diharapkan dapat menginspirasi inisiatif serupa di kota-kota lain.


Melalui pertemuan ini, Kota Malang semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu kota yang peduli terhadap isu perlindungan anak dan berupaya mengurangi kekerasan terhadap anak secara signifikan. Para aktivis berharap, momentum ini dapat terus berlanjut dan menghasilkan program-program inovatif yang mampu membawa perubahan positif bagi seluruh anak di Kota Malang.


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi jatimku.com.


KOMNAS Perlindungan Anak Malang Raya: Perkuat Peran Relawan untuk Kesejahteraan Anak


Jatimku.com - Malang Raya – Dalam rangka memperkuat peran dan kontribusi relawan dalam mendukung kesejahteraan anak-anak, KOMNAS Perlindungan Anak Malang Raya menggelar acara Pembekalan Relawan dan Evaluasi Kinerja Pengurus. Kegiatan ini berlangsung pada 25 Januari 2025 di kantor LBH Anshor, dihadiri oleh puluhan relawan dan pengurus dengan semangat tinggi untuk menjadi agen perubahan bagi generasi bangsa.


Acara ini bertujuan membekali relawan dengan pengetahuan, keterampilan, dan strategi efektif dalam mendampingi, melindungi, serta memberdayakan anak-anak, terutama yang berada dalam situasi rentan. Selain itu, evaluasi kinerja pengurus dilakukan untuk meninjau program kerja bulan Januari, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merancang rencana strategis ke depan.


Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Kota Batu, Rudianto, S.Pd., S.H., M.A.P., yang akrab disapa Gus Idur, menyampaikan bahwa perhatian kepada anak-anak adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. “Masa depan bangsa bergantung pada generasi mudanya. Dengan memberikan perhatian dan pendampingan yang tepat kepada anak-anak, kita sedang membangun pondasi bagi masa depan yang lebih baik,” ujar Gus Idur dalam sambutannya.


Acara ini juga menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi, termasuk dari bidang advokasi perlindungan anak, psikologi, dan hypnotherapy. Salah satu materi disampaikan oleh Dewi Irvani, S.Hut., CHt, CI, MPH., Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Kabupaten Malang, yang menekankan pentingnya komunikasi efektif dengan korban dan orang tua yang menghadapi trauma. “Kita harus bisa memahami dan membangun kepercayaan dengan mereka agar informasi yang diberikan tidak manipulatif dan tetap jujur,” kata Bunda Dewi.


Sebagai bentuk komitmen, Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang, Igo Chaniago, mengajak para relawan dan pengurus untuk terus belajar dan berkontribusi aktif dalam menyukseskan program kerja di wilayah masing-masing. “Kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan adalah kunci untuk menghadirkan perubahan nyata dalam perlindungan hak-hak anak,” tegasnya.


Kegiatan ini merupakan langkah berkelanjutan KOMNAS Perlindungan Anak untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak-anak. Dengan semangat bersama, diharapkan hak-hak anak sesuai Konvensi Hak Anak yang diratifikasi UNICEF dapat terwujud di Malang Raya dan sekitarnya.


KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK, SOSIALISASI KE WAKA KESISWAAN SEMALANG RAYA

Seiring dengan tingkat kekerasan anak di Malang Raya yang makin meningkat dan belum efektifnya Tim Pencegahan & Perlindungan Kekerasan (TPPK) di sekolah-sekolah. 


Maka Kepala Wilayah Pendidikan Malang, Dr. Hj. Hastini Ratna Dewi,M.Pd. Berinisiatif mengundang KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang untuk mengisi sosialiasi ke 148 Wakil Kepala Sekolah Se-Malang Raya.


Igo Chaniago, selaku Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang yang menjadi pemateri utama sangat mengapresiasi agenda kerja DIKNAS tersebut. Karena kami mendapat mandate dari Walikota Malang untuk menaikan predikat Malang Kota Layak Anak 2025 yang tahun 2024 ini mendapat tingkat “NINDYA” menjadi “UTAMA”. 

Sosialiasi untuk aktivitasi Tim Pencegahan & Perlindungan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah ini sangat membantu WAKA Kesiswaan yang selama ini banyak yang belum memahami TUPOKSI meski sudah ada SK dari KEMENDIKBUD beserta prosedurnya.


Acara sosialiasi berlangsung pada hari Senin, 9 Desember 2024 di Aula Batik SMKN 12 Kota Malang. Sebagai tuan rumah acara ini, Kepala Sekolah SMKN 12 Drs. Suryanto, M.Pd berterima kasih kepada KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang yang pernah melakukan sosialiasi juga kepada seluruh siswa-siswi SMKN 12 Kota Malang.


Acara ditutup dengan penandatangan MoU kerjasama antara KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang dengan SMKN 12 Kota Malang. Untuk mengaktivasi tim TPPK SMKN 12 Kota Malang agar kekerasan anak di Kota Malang semakin menurun.

KOMNAS Perlindungan Anak, Sosialisasikan Anti Bullying Di SMA Santa Maria, Kota Malang

Malang, 25 November 2024 – SMA Santa Maria Kota Malang menyelenggarakan kegiatan edukasi untuk mencegah bullying di lingkungan sekolah. Acara ini digagas oleh Pihak SMA Santa Maria Kota Malang, dengan mengundang KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang dan juga mengundang Badan Narkotika Nasional (BNN).


Acara dibuka oleh Anton Indiarto dari BNN, yang memberikan materi terkait bahaya narkotika untuk anak remaja dan juga upaya preventif sebagai pencegahan agar siswa siswi SMA Santa Maria tidak ada yang sampai terjerat narkoba, baik sebagai korban narkoba dan juga menjadi bagian dari pelaku peredaran narkoba.


Kemudian acara dilanjutkan sosialiasi tentang peran guru dan siswa dalam mewujudkan sekolah bebas bullying, yang disampaikan oleh Husnur Rifqi, Ketua Bidang Sosialiasi Hak Anak Komnas Perlindungan Anak Kota Malang. Yang memberikan materi terkait dampak buruk bullying serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. 


Di sesi penutup, acara di akhiri dengan deklarasi anti bullying di SMA Santa Maria yang dipandu oleh Tjahja Kunjoro, selaku Ketua Bidang Advokasi Hak Anak dari KOMNAS Perlindungan Anak. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling melindungi dan menghormati satu sama lain. 


Jangan pernah ragu untuk melaporkan kepada KOMNAS Perlindungan Anak, jika terjadi tindakan bullying yang pernah dialami atau disaksikan, karena setiap anak berhak merasa aman di sekolah, ujarnya


Komnas Perlindungan Anak Kota Malang berkomitmen untuk terus melakukan edukasi serupa di sekolah-sekolah lain sebagai upaya mencegah dan mengurangi kasus bullying di kalangan remaja. 


Silahkan hubungi kami untuk sosialisasi anti bullying atau ada kasus bullying di sekitar kita. Sehingga penghargaan kota Malang menjadi Kota Layak Anak (KLA) yang sekarang mendapat predikat “NINDYA, bisa naik lagi menjadi UTAMA"

DINSOS KOTA MALANG SINERGI DENGAN KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK MALANG RAYA

 


Malang, 14 November 2024 – Dinas Sosial Kota Malang melalui UPT Perlindungan Perempuan dan Anak, menjalin sinergi lebih erat dengan KOMNAS Perlindungan Anak Malang Raya dalam upaya memperkuat komitmen terhadap konvensi hak anak. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor KOMNAS Perlindungan Anak yang terletak di Balaikota Among Tani Kota Batu pada Kamis (14/11/2024).


Acara ini dihadiri oleh Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Kota Malang beserta jajaran, serta sejumlah pengurus KOMNAS Perlindungan Anak Malang Raya. Di antaranya, Ketua KOMNAS Perlindungan Kota Batu, Gus Idur, Ketua KOMNAS Perlindungan Kabupaten Malang, Bunda Dewi, dan Ketua KOMNAS Perlindungan Kota Malang, Igo Chaniago, yang juga bertindak sebagai pemandu acara.


Dalam sambutannya, Gus Idur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertemuan ini dan berharap sinergi antara UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Kota Malang dengan para pengurus KOMNAS Perlindungan Anak Malang Raya dapat semakin kuat. Ia juga berharap agar melalui kegiatan ini, hubungan kerja sama dapat lebih erat, sehingga pelaksanaan perlindungan anak dapat lebih optimal.


Acara berlanjut dengan pengenalan tentang terapi hipnosis yang disampaikan oleh Bunda Dewi Irvani. Selain sebagai Ketua KOMNAS Perlindungan Anak, Bunda Dewi juga seorang hipnoterapis dan pemilik Klinik Al Bashiro yang berfokus pada penanganan gangguan mental.


Sebagai penutup, Bu Iik, perwakilan dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Malang, menyampaikan bahwa pertemuan ini memberikan banyak wawasan dan inspirasi untuk merancang program-program baru yang dapat mempererat kerjasama dengan aktivis perlindungan anak. Diharapkan, melalui upaya bersama ini, tingkat kekerasan terhadap anak di Kota Malang dapat berkurang secara signifikan.


(jatimku.com)

Edukasi Pencegahan Bullying di SMPN 11 Malang oleh KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang

Pada hari Rabu, 22 Agustus 2024, SMPN 11 Kota Malang mengundang KOMNAS Perlindungan Anak untuk mengadakan sosialisasi anti-bullying. Acara yang berlangsung di lapangan utama sekolah ini dihadiri oleh sekitar 850 siswa dari kelas 7 hingga kelas 9.

Sosialisasi ini diadakan sebagai respons atas laporan adanya kasus kekerasan yang melibatkan salah satu siswa di SMPN 11. Setelah dilakukan investigasi oleh pihak KOMNAS Perlindungan Anak bersama guru dan Kepala Sekolah, diketahui bahwa pelaku pemukulan tersebut bukanlah siswa dari SMPN 11.

Tjahya Kuntjoro, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Sosialisasi Anti-Bullying dan Promosi Hak Anak, menjadi pemateri utama dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi proses belajar-mengajar. Hal ini, menurutnya, memerlukan kerjasama antara siswa, guru, dan seluruh komunitas sekolah dalam mencegah terjadinya bullying.

Berdasarkan data dari KPAI, 41% kasus bullying terjadi di lingkungan sekolah, yang meliputi bullying relasional, fisik, verbal, hingga cyberbullying. Oleh karena itu, Tjahya mengajak para siswa untuk saling memaafkan dan meminta maaf kepada guru, serta mendorong seluruh pihak di sekolah untuk mendeklarasikan komitmen mereka dalam STOP BULLYING.

KOMNAS Perlindungan Anak menekankan bahwa 70% dari upaya mereka adalah pencegahan, agar kasus bullying dapat dihindari sejak awal. Sebagai bagian dari langkah preventif ini, KOMNAS Perlindungan Anak berencana menjalin kerjasama melalui MoU dengan SMPN 11 untuk memberdayakan Tim Pencegahan & Penanganan Kekerasan (TPPK), guna memastikan tidak ada lagi kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 11, Drs. Ahmad Jamil, M.M., menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif KOMNAS Perlindungan Anak ini. Ia juga berharap agar KOMNAS Perlindungan Anak dapat menyelenggarakan seminar parenting untuk para wali murid di masa mendatang.