Latest News

KESEHATAN
KECANTIKAN

WISATA

KOTA MALANG

KOTA BATU

KABUPATEN MALANG

Recent Posts

Berbagi Kebahagiaan: Zakat Fitrah dan Sedekah Lebaran

 



 Jatimku.com - Lebaran adalah momen penuh kebahagiaan, tidak hanya bagi mereka yang merayakannya, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Di balik keindahan tradisi yang mengisi suasana, ada satu nilai yang tak kalah penting: berbagi. Salah satu bentuk berbagi yang paling penting dalam rangka menyambut Lebaran adalah zakat fitrah dan sedekah Lebaran. Kedua amal ini bukan hanya kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga merupakan wujud kepedulian sosial yang membantu meringankan beban sesama.


Menjelang Lebaran, zakat fitrah dan sedekah Lebaran menjadi sorotan. Banyak orang mulai mempersiapkan dana untuk membayar zakat dan memberi sedekah, demi memastikan bahwa mereka turut berkontribusi dalam kebahagiaan orang lain. Apa pentingnya kedua amal ini, dan bagaimana cara melaksanakannya dengan bijak?


1. Zakat Fitrah: Kewajiban Umat Islam yang Menjadi Berkah

Zakat fitrah adalah salah satu dari lima rukun Islam yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim. Zakat ini wajib dikeluarkan pada bulan Ramadan, tepat sebelum Hari Raya Idul Fitri, sebagai bentuk pembersih jiwa dan sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Zakat fitrah juga bertujuan untuk membersihkan harta dan diri dari hal-hal yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah selama Ramadan.


Besar zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah setara dengan kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras. Di Indonesia, umumnya zakat fitrah dihitung berdasarkan satu sha' (sekitar 2,5 kg beras) per orang, atau sekitar Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per orang, tergantung wilayah dan jenis bahan pokok yang digunakan. Zakat fitrah ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi yang menunaikannya, karena dapat membersihkan harta dan menyempurnakan ibadah puasa.


2. Sedekah Lebaran: Wujud Kepedulian Sosial di Hari Raya

Selain zakat fitrah, sedekah Lebaran juga menjadi tradisi yang sangat dihargai. Sedekah ini bisa berupa uang, makanan, pakaian, atau kebutuhan lainnya yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Dalam suasana Lebaran, sedekah Lebaran menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian antar sesama. Pemberian sedekah tidak hanya sebatas untuk keluarga terdekat, tetapi juga kepada tetangga, teman, atau masyarakat yang kurang mampu.


Pada saat Lebaran, biasanya banyak orang yang memberikan angpau atau hadiah kepada anak-anak atau keluarga. Hal ini selain untuk mempererat hubungan silaturahmi, juga untuk mendukung ekonomi keluarga yang kurang beruntung. Memberikan sedekah dapat memberikan kebahagiaan bagi penerima, namun juga menambah kebahagiaan bagi pemberi karena bisa merasakan kedamaian dan kepuasan hati.


3. Manfaat Zakat Fitrah dan Sedekah Lebaran bagi Masyarakat

Berbagi melalui zakat fitrah dan sedekah Lebaran membawa manfaat yang besar, tidak hanya untuk individu yang memberi dan menerima, tetapi juga untuk masyarakat secara keseluruhan. Bagi yang menerima zakat fitrah, bantuan ini menjadi sumber daya yang penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di momen yang penuh kebahagiaan seperti Lebaran. Sedangkan bagi yang memberi, zakat dan sedekah ini menjadi sarana untuk mendapatkan keberkahan dan pahala dari Allah SWT, serta menjaga solidaritas sosial.


Selain itu, zakat dan sedekah juga dapat mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat, dengan membantu mereka yang kurang mampu merasakan kebahagiaan yang sama saat merayakan Lebaran. Ini juga memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan antar sesama, sesuai dengan semangat berbagi yang menjadi inti dari Hari Raya Idul Fitri.


4. Cara Bijak Membayar Zakat Fitrah dan Memberikan Sedekah Lebaran

Bagi yang berencana untuk menunaikan zakat fitrah, penting untuk memastikan bahwa pembayaran dilakukan tepat waktu, yaitu sebelum salat Idul Fitri. Zakat fitrah dapat dibayarkan di masjid, lembaga amil zakat, atau melalui aplikasi pembayaran yang semakin banyak tersedia di era digital ini. Pemilihan lembaga amil zakat yang terpercaya juga penting untuk memastikan bahwa dana zakat sampai kepada yang berhak.


Sedangkan untuk sedekah Lebaran, pastikan pemberian dilakukan dengan cara yang tidak membebani keuangan pribadi, tetapi tetap memberikan manfaat bagi penerima. Sedekah tidak selalu harus dalam bentuk uang, tetapi bisa juga berupa barang yang berguna, seperti pakaian layak pakai, makanan, atau bahkan bantuan berupa tenaga.


Bagi yang memiliki kemampuan lebih, sedekah Lebaran bisa dilakukan dalam jumlah yang lebih besar, namun bagi yang terbatas secara finansial, sedekah sedikitpun tetap bernilai besar di sisi Allah SWT. Yang terpenting adalah niat dan keikhlasan dalam memberi.


5. Berbagi Kebahagiaan dengan Penuh Keikhlasan

Lebaran adalah momen yang sempurna untuk menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT, serta kepada sesama umat manusia. Zakat fitrah dan sedekah Lebaran mengajarkan kita untuk saling berbagi dan peduli terhadap kebutuhan orang lain, terlebih lagi mereka yang membutuhkan. Dengan berbagi, kita tidak hanya memperkaya diri secara spiritual, tetapi juga menjalin hubungan yang lebih erat dengan sesama.


Selain itu, berbagi kebahagiaan melalui zakat fitrah dan sedekah Lebaran juga membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil, penuh kasih, dan solidaritas. Ini adalah inti dari makna Lebaran itu sendiri—sebuah waktu untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain.

Menyusun Menu Lebaran Sehat dan Bergizi: Tradisi Nikmat Tanpa Mengorbankan Kesehatan



Jatimku.com - Lebaran adalah momen yang penuh dengan kemeriahan dan kebersamaan, tak terkecuali dalam hal hidangan. Di meja makan, berbagai jenis makanan khas Lebaran, seperti ketupat, opor ayam, rendang, hingga kue-kue manis, selalu menghiasi suasana. Namun, di balik kenikmatan hidangan tersebut, penting untuk tetap menjaga keseimbangan gizi agar tubuh tetap sehat dan bugar setelah liburan panjang. Bagaimana cara menyusun menu Lebaran yang sehat dan bergizi tanpa mengurangi cita rasa?


Berikut ini adalah tips untuk menyusun menu Lebaran yang sehat dan bergizi, sekaligus tetap mempertahankan tradisi kuliner yang kaya rasa.


1. Perbanyak Sayur dan Buah Segar

Pada saat Lebaran, hidangan utama sering kali didominasi oleh makanan berat seperti ketupat, rendang, atau opor ayam. Agar menu Lebaran tetap sehat, pastikan Anda menyajikan cukup banyak sayur dan buah segar. Sayuran seperti capcay, urap, atau lalapan dapat menjadi pilihan yang sempurna untuk melengkapi hidangan. Selain kaya akan vitamin, serat dalam sayur dan buah juga dapat membantu pencernaan dan mencegah rasa kembung akibat konsumsi makanan berat yang berlebihan.


Cobalah menambahkan salad buah atau jus buah segar sebagai menu pelengkap. Pilih buah-buahan yang kaya akan vitamin C, seperti jeruk, pepaya, atau stroberi, untuk meningkatkan daya tahan tubuh setelah seharian bersilaturahmi.

2. Ganti Daging dengan Protein Nabati

Meskipun hidangan daging seperti rendang dan opor ayam memang sudah menjadi tradisi, Anda bisa mencoba menggantinya dengan variasi protein nabati, seperti tempe, tahu, atau kacang-kacangan. Selain lebih rendah lemak jenuh, sumber protein nabati juga mengandung serat yang baik untuk pencernaan.


Menu seperti tempe bacem atau tahu sambal goreng dapat menjadi alternatif yang nikmat dan sehat. Anda juga bisa menambahkan kacang-kacangan dalam hidangan salad atau sup, untuk memberikan rasa gurih alami tanpa harus mengandalkan lemak dari daging.


3. Pilih Karbohidrat Kompleks

Ketupat memang menjadi hidangan ikonik di Lebaran, namun jangan lupa untuk memilih karbohidrat kompleks yang lebih sehat. Gantilah sebagian ketupat dengan nasi merah atau nasi jagung. Karbohidrat kompleks ini memiliki kandungan serat yang lebih tinggi, yang dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.


Selain itu, Anda bisa menyajikan roti gandum atau olahan jagung lainnya sebagai pilihan menu pendamping, yang lebih sehat dan bergizi. Jangan lupa untuk membatasi konsumsi nasi putih agar tidak berlebihan dalam kalori.


4. Kurangi Penggunaan Minyak Berlebih

Masakan Lebaran sering kali digoreng atau dimasak dengan menggunakan banyak minyak. Agar menu Lebaran lebih sehat, Anda bisa memilih cara memasak yang lebih sehat seperti merebus, memanggang, atau mengukus makanan. Misalnya, ayam opor bisa dimasak dengan cara dipanggang terlebih dahulu untuk mengurangi kandungan minyak berlebih, atau sayuran bisa ditumis dengan sedikit minyak.


Jika Anda tetap ingin memasak dengan minyak, pilihlah minyak yang lebih sehat, seperti minyak zaitun atau minyak kelapa, yang memiliki kandungan lemak sehat yang lebih baik untuk tubuh.


5. Perhatikan Ukuran Porsi Makan

Penting untuk mengatur porsi makan agar tidak berlebihan, terutama dengan godaan hidangan Lebaran yang sangat melimpah. Mengonsumsi makanan dalam jumlah yang tepat akan membantu Anda menghindari masalah pencernaan, seperti perut kembung atau rasa tidak nyaman setelah makan.


Cobalah untuk makan dengan porsi kecil terlebih dahulu dan nikmati setiap suapan. Jika merasa kenyang, berhenti makan dan tunggu beberapa saat sebelum memutuskan untuk melanjutkan makan. Hal ini akan membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik dan menjaga keseimbangan energi.


6. Kendalikan Konsumsi Gula dan Garam

Selama Lebaran, banyak makanan manis yang disajikan, mulai dari kue-kue Lebaran hingga minuman manis. Meskipun menggoda, penting untuk mengendalikan konsumsi gula dan garam agar tubuh tetap sehat. Makan makanan manis secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah, sementara terlalu banyak garam dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.


Untuk itu, batasi konsumsi kue-kue Lebaran yang tinggi gula dan pilih camilan sehat, seperti buah segar atau kacang-kacangan. Jika Anda membuat kue, coba kurangi kadar gula yang digunakan dan ganti dengan pemanis alami seperti madu atau stevia.


7. Sajikan Minuman Sehat

Saat berkumpul dengan keluarga, minuman manis seperti es teh manis atau sirup sering kali menjadi pilihan. Namun, untuk menjaga kesehatan, Anda bisa mencoba menyediakan minuman sehat, seperti infused water dengan irisan buah, air kelapa segar, atau jus sayuran. Minuman-minuman ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga kaya akan vitamin dan elektrolit yang baik untuk tubuh.


Mengganti minuman manis dengan pilihan yang lebih sehat akan membantu mengurangi asupan kalori tambahan dan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.


8. Jaga Pola Makan Setelah Lebaran

Meskipun Lebaran sering kali identik dengan perayaan makan besar, sangat penting untuk menjaga pola makan setelahnya. Jangan biarkan tubuh Anda kaget dengan perubahan pola makan yang drastis. Cobalah untuk kembali ke pola makan sehat setelah menikmati hidangan Lebaran, dengan mengatur porsi makan dan mengonsumsi makanan bergizi dalam jumlah yang seimbang.

Cara Bijak Mengatur Keuangan untuk Lebaran: Persiapan Hemat, Kemeriahan Terjamin



Jatimku.com - Lebaran selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Selain sebagai waktu untuk berkumpul bersama keluarga, Lebaran juga identik dengan tradisi memberi dan menerima, mulai dari zakat, fitrah, hingga pemberian angpau. Namun, seringkali keseruan menyambut Lebaran berujung pada pengeluaran yang membengkak, dan banyak orang merasa kewalahan dengan finansial setelah hari raya berlalu. Agar Lebaran kali ini tetap ceria tanpa membebani keuangan, berikut adalah beberapa tips bijak dalam mengatur keuangan.


1. Buat Anggaran Keuangan yang Realistis

Langkah pertama yang penting dalam mengatur keuangan untuk Lebaran adalah dengan membuat anggaran yang jelas dan realistis. Tentukan berapa besar uang yang akan dialokasikan untuk berbagai keperluan seperti pembelian pakaian baru, persiapan makanan, angpau, hingga zakat fitrah. Setelah itu, sesuaikan dengan kemampuan finansial, jangan memaksakan untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu diperlukan.


Dengan memiliki anggaran yang terperinci, Anda akan lebih mudah mengontrol pengeluaran dan menghindari pemborosan. Anggaran ini juga akan memberi gambaran jelas mengenai prioritas keuangan Anda di tengah-tengah kesibukan persiapan Lebaran.


2. Manfaatkan Diskon dan Promo Lebaran

Menjelang Lebaran, banyak toko dan pusat perbelanjaan yang menawarkan berbagai diskon atau promo khusus. Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebutuhan Lebaran dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, tetap perhatikan barang yang benar-benar diperlukan dan hindari belanja impulsif yang justru akan memperbesar pengeluaran.


Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan promo-promo online yang sering kali memberikan diskon lebih besar atau pengiriman gratis, sehingga belanja lebih hemat dan efisien.


3. Belanja Secara Bertahap

Agar tidak terbebani dengan pengeluaran yang terlalu besar dalam waktu singkat, disarankan untuk melakukan belanja Lebaran secara bertahap. Mulailah belanja beberapa minggu sebelum Lebaran untuk menghindari lonjakan harga yang terjadi mendekati hari H. Ini juga memberi Anda kesempatan untuk menabung lebih banyak sehingga tidak perlu mengorbankan kebutuhan lain.


Belanja bertahap memungkinkan Anda untuk membandingkan harga dan memilih barang dengan harga terbaik, tanpa terburu-buru.


4. Prioritaskan Kebutuhan Utama

Penting untuk menyusun prioritas pengeluaran, seperti zakat fitrah dan kebutuhan pokok seperti bahan makanan untuk hidangan Lebaran. Setelah itu, alokasikan dana untuk kebutuhan lain, seperti pakaian atau hadiah Lebaran. Jika dana terbatas, lebih baik fokus pada yang penting dan menghindari pembelian barang-barang yang tidak mendesak.


Dengan menetapkan prioritas, Anda akan bisa menahan godaan untuk belanja berlebihan dan tetap menjaga keuangan tetap sehat.


5. Maksimalkan Penggunaan Kartu Kredit atau Pembayaran Digital

Penggunaan kartu kredit atau sistem pembayaran digital seperti dompet elektronik bisa menjadi pilihan yang praktis dan aman untuk berbelanja. Namun, pastikan Anda hanya menggunakan kartu kredit untuk pembelian yang sudah direncanakan dan sesuai anggaran.


Penting untuk selalu memantau penggunaan kartu kredit agar tidak terjebak dalam utang yang sulit dilunasi setelah Lebaran. Jika memungkinkan, hindari pembayaran cicilan yang berbunga tinggi untuk barang-barang yang tidak mendesak.


6. Siapkan Dana Darurat untuk Keperluan Tak Terduga

Lebaran tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kadang, ada pengeluaran tak terduga seperti perbaikan rumah atau kebutuhan mendesak lainnya. Oleh karena itu, selalu siapkan dana darurat yang cukup untuk menghadapi hal-hal yang tak terduga. Dengan memiliki cadangan dana, Anda tidak perlu khawatir jika tiba-tiba ada kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi.


7. Jangan Lupakan Tabungan atau Investasi

Meskipun Lebaran adalah waktu untuk bersenang-senang, jangan lupa untuk tetap memprioritaskan tabungan atau investasi jangka panjang. Sebelum merencanakan pengeluaran Lebaran, pastikan bahwa Anda telah menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan atau investasi, guna memastikan kondisi keuangan tetap stabil setelah hari raya.


Mengatur keuangan untuk Lebaran juga berarti memikirkan masa depan, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. Jadi, pastikan Anda tetap disiplin dalam merencanakan keuangan, meskipun suasana Lebaran begitu menggembirakan.

8. Berbagi Tanpa Membebani

Lebaran sering kali identik dengan memberi angpau kepada anak-anak, keluarga, atau orang terdekat. Jika Anda ingin berbagi kebahagiaan, pastikan jumlah angpau yang diberikan sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri memberikan angpau dalam jumlah besar jika keuangan Anda terbatas. Yang terpenting adalah niat berbagi dan kebersamaan, bukan besaran uang yang diberikan.

Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Daerah di Jawa Timur



Jatimku.com – Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh masyarakat Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Setiap daerah memiliki tradisi unik dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri yang sudah diwariskan turun-temurun. Berikut adalah beberapa tradisi Lebaran khas dari berbagai daerah di Jawa Timur:


1. Grebeg Syawal – Ponorogo

Di Ponorogo, Grebeg Syawal menjadi tradisi khas yang selalu dinanti. Acara ini diadakan di Makam Bathoro Katong, pendiri Ponorogo, dan melibatkan kirab budaya serta pembagian tumpeng raksasa sebagai simbol keberkahan.


2. Kupatan – Gresik dan Lamongan

Di beberapa daerah seperti Gresik dan Lamongan, tradisi Kupatan dilakukan sepekan setelah Idul Fitri. Warga saling berbagi ketupat dan menggelar acara selamatan sebagai ungkapan syukur atas berakhirnya bulan suci Ramadhan.


3. Ledhug Suro – Magetan

Di Magetan, perayaan Idul Fitri juga diramaikan dengan Ledhug Suro, sebuah tradisi yang menggabungkan unsur religi dan budaya lokal. Arak-arakan serta pertunjukan seni khas daerah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan.


4. Perang Topat – Banyuwangi

Di Banyuwangi, ada tradisi unik bernama Perang Topat, yaitu saling lempar ketupat antarwarga sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan. Tradisi ini melambangkan semangat silaturahmi dan keharmonisan sosial.


5. Pawai Obor – Madura

Masyarakat Madura menggelar Pawai Obor pada malam takbiran. Tradisi ini melibatkan ribuan warga yang berkeliling desa sambil membawa obor, menciptakan suasana sakral dan penuh kebersamaan menjelang shalat Idul Fitri.


Kesimpulan

Tradisi-tradisi unik Lebaran di Jawa Timur mencerminkan kekayaan budaya yang masih terjaga hingga kini. Momen ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkokoh nilai-nilai kebersamaan dalam masyarakat. Dengan berbagai tradisi khas ini, Lebaran di Jawa Timur selalu memiliki keistimewaan tersendiri bagi setiap daerahnya.


Jatimku.com – Berita Lokal, Inspirasi Nasional

Kapolres Batu Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Malam Takbir, Pastikan Idul Fitri Berjalan Kondusif


Polres Batu - Dalam rangka memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat saat malam takbir menyambut Idul Fitri 1446 H, Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin Apel Gelar Pasukan di Alun-Alun Kota Batu pada Minggu (30/3/2025). Apel ini turut dihadiri oleh Walikota Batu H. Nurochman, Dandim 0818 Malang-Batu dan Forkopimda Kota Batu, sebagai bentuk sinergitas antarinstansi dalam menjaga situasi kondusif di wilayah Kota Batu.


Turut hadir dalam apel tersebut Wakapolres Batu Kompol Danang Yudanto, S.E., S.I.K., pejabat utama (PJU) Polres Batu, para Kapolsek jajaran, serta peserta apel dari berbagai unsur, seperti TNI AD Kodim 0818 Malang-Batu, Satpol PP, Dishub, Pramuka, Pemuda Pancasila, Ormas, BPBD, dan tenaga kesehatan.


Dalam arahannya, Kapolres Batu menegaskan komitmennya untuk menciptakan suasana malam takbir yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Kapolres mengimbau agar warga tidak melakukan konvoi dan arak-arakan serta melarang penggunaan sound horeg yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Selain itu, Kapolres juga menekankan larangan menyalakan petasan dan kembang api secara berlebihan karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.


"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk melaksanakan takbir dengan tertib di tempat ibadah, tanpa arak-arakan dan tanpa penggunaan sound horeg. Selain itu, penggunaan petasan dan kembang api yang berlebihan juga dilarang untuk menjaga keselamatan bersama," tegas Kapolres Batu.


Imbauan ini selaras dengan Surat Edaran Wali Kota Batu Nomor 338/690/35.79.417/2025 tentang larangan kegiatan malam takbiran menjelang Idul Fitri. Surat edaran tersebut bertujuan untuk menjaga ketertiban dan keamanan di Kota Batu selama malam takbir, sehingga perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan damai dan penuh khidmat.


Usai apel, Kapolres Batu bersama Forkopimda melaksanakan patroli dan pengecekan Pos Pengamanan serta Pos Terpadu Operasi Ketupat Semeru 2025. Dalam kesempatan tersebut, Walikota dan Forkopimda memberikan tali asih kepada para personel pengamanan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan selama periode mudik dan libur Lebaran.


Wali Kota Batu, H. Nurochman, dalam arahannya mengingatkan seluruh petugas di Pos Pengamanan untuk selalu berhati-hati dalam bertugas serta mengedepankan pelayanan terbaik bagi masyarakat. "Saya berharap sinergitas petugas di Pos Pam ini dapat membantu para pemudik dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu," ujarnya.


Setelah rangkaian kegiatan pengamanan, Kapolres Batu bersama Forkopimda menghadiri acara Buka Bersama di Rumah Dinas Wali Kota Batu, yang dilanjutkan dengan kegiatan Gema Takbir di Balai Kota Among Tani. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan antara unsur pemerintahan, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H dengan penuh kebahagiaan dan keberkahan.


Dengan kesiapan pengamanan yang matang, diharapkan malam takbir di Kota Batu dapat berlangsung kondusif, sehingga seluruh warga dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh kedamaian.


Reporter : Tim
Editor : Admin

Hikmah Ramadhan dan Kembali ke Fitri



Jatimku.com – Bulan Ramadhan bukan sekadar waktu untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperdalam spiritualitas. Di penghujung bulan suci ini, setiap muslim diharapkan kembali ke keadaan yang lebih suci, atau dikenal dengan istilah 'kembali ke fitri'.


Hikmah Ramadhan dalam Kehidupan

Ramadhan menghadirkan banyak pelajaran berharga bagi umat Islam. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri – Berpuasa mengajarkan manusia untuk bersabar dalam menghadapi cobaan dan menahan hawa nafsu.

  2. Mempererat Tali Silaturahmi – Momen berbuka puasa bersama dan ibadah berjamaah memperkuat rasa kebersamaan dan kasih sayang antarsesama.

  3. Meningkatkan Kepedulian Sosial – Ramadhan mengajarkan untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan melalui zakat, infak, dan sedekah.

  4. Merefleksi Diri – Bulan ini menjadi kesempatan untuk introspeksi, memperbaiki kesalahan, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.


Makna Kembali ke Fitri

Setelah satu bulan penuh beribadah dan menahan diri, umat Islam merayakan Idul Fitri sebagai simbol kemenangan atas hawa nafsu dan dosa. ‘Kembali ke fitri’ berarti kembali ke kesucian, baik secara spiritual maupun sosial.


Beberapa makna mendalam dari kembali ke fitri adalah:

  • Kesucian Jiwa – Setelah berpuasa, hati menjadi lebih bersih dari sifat buruk dan dosa.

  • Memaafkan dan Memulai yang Baru – Idul Fitri menjadi momen saling memaafkan dan memperbaiki hubungan yang renggang.

  • Kesederhanaan dan Keikhlasan – Ramadhan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan dari harta atau kedudukan, tetapi dari hati yang bersih dan ikhlas.


Kesimpulan

Ramadhan adalah perjalanan spiritual yang membawa umat Islam menuju kebersihan jiwa dan ketakwaan. Dengan memahami hikmah di balik puasa dan memaknai kembali ke fitri secara mendalam, seseorang dapat menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli kepada sesama, dan lebih dekat kepada Tuhan.


Semoga setiap langkah kita di bulan suci ini menjadi berkah yang terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Selamat menyambut Idul Fitri! 🌙✨

Jatimku.com – Menyelami Sastra, Menghidupkan Makna

Kalimat Takbiran yang Dibaca pada Hari Raya Idul Fitri



Kalimat takbiran adalah seruan kebesaran Allah yang dikumandangkan oleh umat Muslim pada malam Hari Raya Idul Fitri. Takbiran menjadi salah satu tradisi yang sangat khas dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.


Bacaan Takbiran Hari Raya Idul Fitri

Kalimat takbiran yang biasa dibaca oleh umat Islam pada malam Idul Fitri adalah:


Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah.


Kalimat takbir ini sering kali diulang-ulang dan dikumandangkan di masjid, musala, serta dilakukan dalam arak-arakan takbiran di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, ada pula versi panjang dari takbiran yang menambahkan doa serta pujian kepada Nabi Muhammad SAW.


Makna dan Keutamaan Takbiran

Takbiran bukan sekadar seremonial semata, tetapi memiliki makna mendalam bagi umat Islam, di antaranya:

  1. Mengagungkan Kebesaran Allah – Dengan mengucapkan kalimat takbir, umat Muslim menyadari kebesaran dan keagungan Allah atas segala sesuatu.

  2. Bersyukur atas Nikmat Ramadan – Setelah sebulan penuh berpuasa, takbiran menjadi wujud syukur atas kesempatan menjalankan ibadah dan meraih keberkahan Ramadan.

  3. Mempererat Ukhuwah Islamiyah – Takbiran bersama, baik di masjid maupun dalam pawai takbiran, menjadi sarana mempererat persaudaraan sesama Muslim.


Tradisi Takbiran di Indonesia

Setiap daerah di Indonesia memiliki cara khas dalam menggemakan takbir. Beberapa di antaranya:

  • Takbiran Keliling – Umat Muslim berkeliling kampung atau kota dengan membawa obor, lampion, atau kendaraan yang dihiasi dengan berbagai ornamen Islami.

  • Tabuh Bedug – Masjid dan musala ramai dengan bunyi bedug yang dipukul beriringan dengan lantunan takbir.

  • Festival Takbiran – Di beberapa daerah, takbiran dirayakan dengan festival, lomba bedug, serta pertunjukan seni Islami.


Dengan beragam cara dan keunikan dalam bertakbir, suasana Idul Fitri di Indonesia selalu penuh kegembiraan dan kekhusyukan. Semoga takbiran ini menjadi pengingat untuk selalu mengagungkan Allah dan merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan.

Tradisi Takbiran Islam di Indonesia Saat Hari Raya Idul Fitri



Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang paling ditunggu oleh umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan. Salah satu tradisi yang selalu dinanti menjelang Idul Fitri adalah takbiran, yaitu mengumandangkan kalimat takbir sebagai bentuk syukur atas datangnya hari kemenangan. Tradisi takbiran di Indonesia memiliki berbagai macam bentuk yang unik dan khas di setiap daerah.


1. Takbir Keliling

Takbir keliling adalah salah satu tradisi yang paling populer di Indonesia. Masyarakat berkelompok, baik dari kalangan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, mengelilingi jalan-jalan kampung atau kota sambil mengumandangkan takbir. Biasanya, mereka membawa obor atau lampion dan diiringi dengan bedug yang dipukul bertalu-talu, menciptakan suasana yang penuh suka cita.


2. Takbir di Masjid dan Mushola

Di berbagai masjid dan mushola, takbir berkumandang sepanjang malam hingga menjelang shalat Idul Fitri. Umat Muslim berkumpul untuk bertakbir bersama, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mengingat kebesaran Allah. Takbir di masjid sering kali diiringi dengan bedug dan pengeras suara yang memperdengarkan gema takbir ke seluruh penjuru desa atau kota.


3. Takbiran dengan Kendaraan Hias

Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi takbiran dengan kendaraan hias. Mobil dan truk dihiasi dengan berbagai ornamen Islami, seperti miniatur masjid, kaligrafi, serta lampu warna-warni. Kendaraan ini kemudian berkeliling kota sambil mengumandangkan takbir, memberikan nuansa meriah di malam takbiran.


4. Festival dan Lomba Takbiran

Di beberapa daerah, takbiran bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi ajang perlombaan. Festival takbiran sering diadakan dengan berbagai kategori, seperti kreativitas tabuhan bedug, suara takbir paling merdu, hingga kendaraan hias terbaik. Tradisi ini semakin menyemarakkan malam Idul Fitri dan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.


5. Takbiran di Rumah Bersama Keluarga

Bagi sebagian orang, takbiran juga menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga di rumah. Mereka menghabiskan malam dengan bertakbir bersama, merenungkan makna Idul Fitri, serta berbagi cerita setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa. Takbiran di rumah menciptakan kehangatan dan mempererat tali silaturahmi antar anggota keluarga.


Kesimpulan

Tradisi takbiran di Indonesia merupakan bagian dari budaya Islam yang telah mengakar kuat di masyarakat. Dengan berbagai cara, umat Muslim di Indonesia menyambut Idul Fitri dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan rasa syukur. Takbir yang dikumandangkan di seluruh penjuru negeri menjadi simbol kemenangan setelah sebulan penuh menahan lapar, dahaga, serta melatih kesabaran dan ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga tradisi ini terus lestari dan semakin mempererat persaudaraan antar sesama umat Muslim.

Tips Berhemat Saat Lebaran: Rayakan dengan Bijak Tanpa Boros



Jatimku.com – Lebaran adalah momen istimewa yang dinanti-nantikan setiap tahun. Namun, sering kali perayaan ini juga identik dengan pengeluaran besar, mulai dari belanja baju baru, hidangan spesial, hingga tradisi berbagi THR. Agar tetap bisa menikmati kebahagiaan Idulfitri tanpa khawatir kondisi keuangan setelahnya, berikut beberapa tips berhemat saat Lebaran yang bisa diterapkan.


1. Buat Anggaran dan Prioritaskan Kebutuhan

Sebelum memasuki bulan Ramadan, buat daftar anggaran khusus untuk Lebaran. Pisahkan antara kebutuhan utama, seperti zakat dan sedekah, dengan pengeluaran sekunder, seperti baju baru atau dekorasi rumah. Dengan perencanaan yang matang, pengeluaran bisa lebih terkontrol.


2. Belanja dengan Bijak

  • Manfaatkan promo atau diskon yang sering ditawarkan menjelang Lebaran.

  • Bandingkan harga di beberapa toko sebelum memutuskan untuk membeli.

  • Hindari pembelian impulsif dan fokus pada barang yang benar-benar diperlukan.


3. Kurangi Pengeluaran untuk Baju Baru

Tidak ada salahnya mengenakan pakaian lama yang masih bagus. Jika ingin membeli baju baru, pilihlah model yang bisa digunakan dalam berbagai kesempatan, bukan hanya saat Lebaran.


4. Masak Sendiri daripada Membeli Makanan Jadi

Makanan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, dan rendang bisa lebih hemat jika dimasak sendiri. Selain lebih murah, memasak sendiri juga memastikan kualitas dan kebersihan makanan.


5. Bijak dalam Memberikan THR

Jika memiliki banyak keponakan atau keluarga yang harus diberikan THR, tetapkan jumlah yang sesuai dengan kemampuan finansial. Ingat, yang terpenting bukan nominalnya, tetapi ketulusan dalam berbagi.


6. Gunakan Transportasi yang Hemat

Bagi yang mudik, bandingkan biaya transportasi antara kereta, bus, atau kendaraan pribadi. Manfaatkan tiket promo atau mudik bersama agar lebih hemat.


7. Simpan Sebagian Uang untuk Setelah Lebaran

Jangan habiskan seluruh gaji atau THR untuk perayaan Lebaran. Pastikan ada dana yang disimpan untuk kebutuhan setelah Idulfitri agar tidak mengalami kesulitan finansial di bulan berikutnya.


Kesimpulan

Lebaran adalah waktu untuk berbagi kebahagiaan, tetapi bukan berarti harus menghabiskan banyak uang. Dengan perencanaan keuangan yang matang, kita bisa tetap menikmati momen Lebaran tanpa beban finansial. Mari rayakan Idulfitri dengan kebijaksanaan dan keberkahan! 🌙✨


Jatimku.com – Menyelami Sastra, Menghidupkan Makna

7 Tradisi Malam Takbiran di Indonesia, Mana yang Paling Meriah?



Malam takbiran menjadi salah satu momen yang paling dinanti menjelang Hari Raya Idul Fitri. Di berbagai daerah di Indonesia, tradisi malam takbiran dilakukan dengan cara yang unik dan meriah, mencerminkan kekayaan budaya dan keanekaragaman masyarakat. Berikut adalah tujuh tradisi malam takbiran yang paling meriah di Indonesia:

  1. Takbir Keliling dengan Obor (Jawa)

  2. Di banyak daerah di Jawa, masyarakat melakukan takbir keliling dengan membawa obor. Anak-anak hingga orang dewasa berbaris sambil mengumandangkan takbir di sepanjang jalan, menciptakan suasana syahdu dan penuh kegembiraan.

  3. Takbir Bedug (Sumatra Barat & Jawa Barat)
    Tradisi ini dilakukan dengan menabuh bedug besar sambil mengucapkan takbir. Suara bedug yang menggema diiringi oleh suara takbir menambah semarak suasana malam takbiran.

  4. Pawai Lampion (Kalimantan Selatan)
    Di Banjarmasin, malam takbiran dihiasi dengan pawai lampion. Warga membawa lampion warna-warni sambil berjalan keliling kota, menciptakan pemandangan yang sangat indah dan berkesan.

  5. Festival Takbir Laut (Sulawesi Selatan)
    Di daerah pesisir seperti Makassar, masyarakat menggelar takbiran di atas kapal atau perahu yang dihiasi lampu-lampu cantik. Perahu-perahu tersebut berlayar bersama mengitari wilayah perairan setempat.

  6. Takbir On The Road (Jakarta & Kota Besar Lainnya)
    Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, malam takbiran sering dilakukan dengan konvoi kendaraan bermotor. Warga turun ke jalan dengan mobil dan sepeda motor sambil mengumandangkan takbir.

  7. Takbiran dengan Petasan dan Kembang Api (Jawa Timur & Bali)
    Takbiran di beberapa daerah di Jawa Timur dan Bali semakin meriah dengan letusan petasan dan kembang api. Langit malam dipenuhi cahaya warna-warni yang menambah kegembiraan menjelang Idul Fitri.

  8. Festival Gema Takbir (Aceh)
    Di Aceh, takbiran dirayakan dengan Festival Gema Takbir yang melibatkan banyak peserta dari berbagai daerah. Festival ini menjadi ajang kompetisi dalam mengumandangkan takbir dengan iringan alat musik tradisional.


Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam menyambut malam takbiran, tetapi semuanya mencerminkan kebersamaan dan kegembiraan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Tradisi mana yang menurut Anda paling meriah?

Kapolres Batu: Sahur Bersama Mempererat Ukhuwah


Batu – Dalam rangka mempererat silaturahmi dan kebersamaan di bulan suci Ramadan, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata, S.H.,S.I.K., M.Si. menggelar acara Sahur Bersama yang dihadiri oleh pejabat utama Polres Batu serta Pabung Kodim 0818 Malang-Batu. Kegiatan ini juga diikuti oleh anggota Pos Pelayanan Batu Police Station, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan (29/3/2025).


AKBP Andi Yudha Pranata dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh undangan, termasuk perwakilan TNI dari Kodim 0818 Malang-Batu, yang menunjukkan soliditas TNI-Polri dalam menjaga kamtibmas di Kota Batu.


"Momen Ramadan ini kita jadikan sebagai sarana memperkuat silaturahmi, baik internal Polres Batu maupun dengan mitra kita dari TNI. Semoga dengan kebersamaan ini, sinergi kita dalam melayani masyarakat semakin solid," ujar Kapolres Batu.


Selain itu, anggota Batu Police Station yang bertugas di lapangan juga diberikan perhatian khusus dengan dibagikannya paket sahur sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Batu.

Inspirasi Dekorasi Rumah Bertema Ramadhan

 


Jatimku.com – Bulan Ramadhan adalah momen yang penuh berkah dan kebersamaan. Untuk menambah nuansa spiritual dan kehangatan di rumah, banyak keluarga mulai mendekorasi rumah mereka dengan sentuhan khas Ramadhan. Berikut beberapa inspirasi dekorasi rumah bertema Ramadhan yang bisa Anda terapkan:


1. Gunakan Warna Hangat dan Islami

Warna seperti emas, hijau, dan biru sering dikaitkan dengan suasana Islami dan Ramadhan. Gunakan elemen dekorasi dengan warna-warna ini untuk menciptakan suasana yang nyaman dan menenangkan.


2. Lampu Hias dan Lentera Arab

Lentera atau lampu hias berbentuk geometris khas Timur Tengah bisa menjadi elemen dekorasi utama. Anda bisa meletakkannya di ruang tamu atau teras untuk memberikan kesan hangat saat berbuka puasa.


3. Hiasan Kaligrafi Islami

Tambahkan dekorasi berupa kaligrafi Islami dengan tulisan seperti "Ramadhan Kareem" atau ayat-ayat Al-Qur'an. Bisa dalam bentuk lukisan, stiker dinding, atau ukiran kayu yang memperindah ruangan.


4. Sudut Ibadah yang Nyaman

Siapkan satu sudut khusus di rumah sebagai tempat ibadah dengan sajadah yang nyaman, rak Al-Qur’an, dan wewangian seperti aroma kayu gaharu agar ibadah terasa lebih khusyuk.


5. Meja Makan Bertema Ramadhan

Percantik meja makan dengan taplak bertema Islami, peralatan makan bernuansa emas atau perak, serta lilin aromaterapi untuk menciptakan suasana berbuka puasa yang lebih istimewa.


6. DIY Hiasan Kertas dan Gantungan Bulan Bintang

Untuk menambah keseruan, buatlah dekorasi DIY (Do It Yourself) bersama keluarga seperti hiasan gantung berbentuk bulan sabit dan bintang dari kertas atau kain flanel.


7. Tambahkan Aroma Khas Timur Tengah

Gunakan lilin aromaterapi atau dupa dengan aroma khas Timur Tengah seperti oud, gaharu, atau mawar untuk memberikan nuansa Ramadhan yang lebih mendalam.


Kesimpulan

Dengan sentuhan dekorasi sederhana, rumah bisa menjadi tempat yang lebih nyaman dan penuh semangat Ramadhan. Dekorasi tidak hanya memperindah ruangan tetapi juga menambah kekhusyukan dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini. Selamat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan rumah yang penuh berkah!


Jatimku.com – Menginspirasi Lewat Kata-kata

Kadishub Kota Malang Rapat Bersama Panitia Event Madyopuro Mangano Sekaligus Buka Bersama


Kota Malang - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyatakan dukungan penuh terhadap acara Event Madyopuro Mangano. Drs. R. Widjaja Saleh Putra Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang dalam penyampaiannya, "akan mendukung sepenuhnya untuk melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi acara untuk memastikan kelancaran arus kendaraan. Hal ini penting mengingat lokasi acara yang berada di pintu masuk Kota Malang," ucap Widjaja sapaan akrabnya, bertempat di pelataran terminal madyopuro, Jum'at (28/03/2025) sore.


Lebih lanjut Widjaja Koordinasi akan dilakukan untuk meminimalisir potensi kemacetan yang mungkin timbul akibat peningkatan volume kendaraan selama acara berlangsung.


Dishub akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti kepolisian dan panitia acara, untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara.


Dukungan Dishub Kota Malang ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk mendukung pengembangan potensi wilayah Madyopuro sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Kota Malang," tegasnya.


Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menekankan pentingnya menjaga fungsi tempat parkir agar tidak digunakan bilamana ada pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas, terutama di area-area yang sering menjadi pusat kegiatan masyarakat.


Tempat parkir yang digunakan oleh PKL dapat menyebabkan kemacetan dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Oleh karena itu, saya, meminta ke pihak panitia harus berupaya untuk menjaga fungsi tempat parkir agar tetap sesuai dengan peruntukannya," pungkasnya.


Sementara itu ditempat yang sama saat ditemui disela-sela kesibukannya Matnadir sekretaris panitia pelaksana event madyopuro mangano mengatakan, "madyopuro kini menjadi salah satu pintu gerbang utama Kota Malang, terutama setelah adanya akses keluar Tol Pandaan-Malang. Hal ini membuat lokasi acara mudah diakses oleh pengunjung dari berbagai daerah. Lokasi penyelenggaraan acara yang berada di area Velodrome dan sepanjang Jalan Danau Jonge, Terminal Madyopuro, juga memungkinkan banyaknya pengunjung yang akan hadir," cetusnya.


Madyopuro Mangano mengusung tema kuliner lokal halal, yang tentunya menarik bagi pecinta kuliner, khususnya yang mencari makanan halal. Acara ini juga menampilkan ruang budaya, yang menambah daya tarik bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat budaya lokal.


Pemerintah Kota Malang, melalui Dinas Perhubungan dan instansi lainnya, memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang juga turut berpartisipasi dengan menyediakan layanan air minum bersih.


Warga Madyopuro melalui Paguyuban RW dan kelompok kerja masyarakat (Pokjamas) juga sangat mendukung acara ini. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Malang, yang tentunya akan menarik perhatian masyarakat Kota Malang dan sekitarnya. Ini juga merupakan upaya untuk menjadikan Madyopuro sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Kota Malang.
Dengan faktor-faktor tersebut, wajar jika diperkirakan bahwa Event Madyopuro Mangano akan ramai pengunjung," pungkasnya.

Makna Silaturahmi dan Tradisi Halal Bihalal



Jatimku.com – Silaturahmi merupakan salah satu ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama. Dalam konteks budaya Indonesia, tradisi Halal Bihalal menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri sebagai momen untuk mempererat tali persaudaraan dan saling memaafkan.


Makna Silaturahmi dalam Islam

Silaturahmi berasal dari bahasa Arab yang berarti menyambung kasih sayang. Dalam ajaran Islam, menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sesama manusia dianggap sebagai amalan yang membawa berkah. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang menjaga silaturahmi, maka rezekinya akan dilapangkan dan umurnya dipanjangkan.


Sejarah dan Makna Halal Bihalal

Tradisi Halal Bihalal bermula dari budaya masyarakat Indonesia yang menjadikannya sebagai sarana mempererat hubungan setelah bulan Ramadhan. Istilah "Halal Bihalal" dipopulerkan oleh K.H. Wahab Hasbullah pada era Presiden Soekarno sebagai ajang rekonsiliasi nasional pasca perbedaan politik yang terjadi di Tanah Air. Kini, Halal Bihalal tidak hanya menjadi tradisi keluarga, tetapi juga instansi, organisasi, dan komunitas.


Tujuan dan Manfaat Halal Bihalal

  1. Saling Memaafkan – Momentum Idulfitri menjadi saat yang tepat untuk menghapus kesalahpahaman dan memperbaiki hubungan.

  2. Menjalin Kebersamaan – Halal Bihalal memperkuat hubungan kekeluargaan, persahabatan, dan pertemanan.

  3. Memperluas Relasi – Dengan berkumpul dalam acara Halal Bihalal, seseorang dapat memperluas jaringan sosial dan mempererat persaudaraan.

  4. Meningkatkan Nilai Spiritual – Mengingatkan kembali pentingnya kebersamaan dan kasih sayang dalam Islam.


Pelaksanaan Halal Bihalal di Berbagai Daerah di Jawa Timur

Di berbagai daerah di Jawa Timur, Halal Bihalal memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya, di Surabaya, acara ini sering diadakan dalam bentuk pengajian dan ramah tamah. Di Madura, Halal Bihalal diramaikan dengan budaya toron (mudik) untuk berkumpul dengan keluarga besar. Sementara di Malang, tradisi ini sering dikemas dengan acara makan bersama khas Lebaran seperti ketupat dan opor ayam.


Kesimpulan

Silaturahmi dan Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga cerminan nilai-nilai luhur dalam Islam dan budaya Indonesia. Dengan menjaga tali silaturahmi dan memaknai Halal Bihalal dengan sepenuh hati, diharapkan hubungan antarindividu dan komunitas semakin harmonis serta penuh berkah.


Jatimku.com – Berita Terkini Jawa Timur

Cara Mengelola Keuangan agar Gaji Tidak Cepat Habis



Jatimku.com – Mengelola keuangan dengan baik merupakan keterampilan penting agar gaji tidak cepat habis sebelum akhir bulan. Tanpa perencanaan yang matang, seseorang bisa terjebak dalam pola hidup konsumtif yang membuat kondisi keuangan tidak stabil. Berikut beberapa cara efektif untuk mengelola keuangan agar tetap terkontrol:


1. Buat Anggaran Bulanan

Menentukan anggaran adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Catat semua pemasukan dan pengeluaran tetap, seperti kebutuhan pokok, tagihan, dan tabungan. Dengan begitu, Anda dapat mengontrol pengeluaran agar tidak melebihi pemasukan.


2. Terapkan Metode 50/30/20

Metode ini membagi gaji ke dalam tiga kategori:

  • 50% untuk kebutuhan pokok (makanan, sewa, listrik, dan transportasi)

  • 30% untuk keinginan (hiburan, makan di luar, atau belanja)

  • 20% untuk tabungan dan investasi


Dengan metode ini, Anda bisa menyeimbangkan pengeluaran tanpa mengorbankan kebutuhan jangka panjang.


3. Batasi Penggunaan Kartu Kredit

Kartu kredit bisa menjadi alat pembayaran yang praktis, tetapi jika tidak digunakan dengan bijak, dapat menyebabkan utang menumpuk. Gunakan kartu kredit hanya untuk keperluan mendesak dan selalu bayar tagihan tepat waktu.


4. Prioritaskan Menabung dan Berinvestasi

Sebisa mungkin, sisihkan sebagian gaji untuk ditabung sebelum membelanjakan uang untuk hal lain. Selain itu, pertimbangkan investasi seperti reksa dana, saham, atau emas agar keuangan lebih berkembang.


5. Hindari Gaya Hidup Konsumtif

Seringkali, pengeluaran membengkak karena gaya hidup konsumtif, seperti terlalu sering nongkrong di kafe atau membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Belajarlah untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar keuangan lebih stabil.


6. Cari Sumber Penghasilan Tambahan

Jika memungkinkan, cari pekerjaan sampingan atau usaha kecil-kecilan untuk menambah pemasukan. Dengan memiliki sumber pendapatan tambahan, Anda tidak terlalu bergantung pada satu sumber gaji saja.


Kesimpulan

Mengelola keuangan dengan baik membutuhkan disiplin dan perencanaan yang matang. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, gaji yang Anda terima setiap bulan bisa cukup hingga akhir bulan, bahkan memungkinkan Anda menabung dan berinvestasi untuk masa depan. Mulailah dari sekarang agar keuangan lebih sehat dan terencana!

Jatimku.com – Menginspirasi Lewat Kata-kata

Pererat Sinergi, Kapolres Batu Gelar Buka Bersama TNI-Polri di Polsek Bumiaji


Polres Batu – Dalam rangka memperkuat silaturahmi dan soliditas antara Polri dan TNI, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si, bersama Wakapolres Batu Kompol Danang Yudanto, S.E., S.I.K., menggelar kegiatan buka bersama di Mako Polsek Bumiaji pada Kamis (27/3/2025).


Sebelum berbuka puasa, Kapolres Batu dan rombongan PJU lebih dulu melaksanakan patroli menggunakan Vespa untuk mengecek jalur lalu lintas di wilayah Bumiaji hingga perbatasan Batu-Pacet. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan kelancaran arus mudik selama Operasi Ketupat 2025 berlangsung.


Usai patroli, rombongan Kapolres menuju Polsek Bumiaji untuk bersiap melaksanakan buka bersama dengan anggota TNI dari Koramil Bumiaji, Kapolsek Jajaran Polres Batu serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bumiaji. Acara diawali dengan Shalat Maghrib berjamaah di Mushola Al-Ikhlas Polsek Bumiaji, sebagai bentuk kebersamaan sekaligus mempererat nilai-nilai spiritual di bulan suci Ramadan.


Dalam sambutannya, Kapolres Batu menegaskan pentingnya sinergi yang kuat antara Polri dan TNI dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.


"Dengan menjalin kerja sama yang baik, kita dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif," ujar Kapolres Batu.


Senada dengan hal tersebut, Danramil Bumiaji Kapten Pratikno mengapresiasi inisiatif Kapolres Batu dalam menggelar acara kebersamaan ini. Ia berharap momen seperti ini dapat terus berlanjut guna memperkokoh hubungan baik antara TNI dan Polri di wilayah Batu.


Kapolsek Bumiaji AKP G Windu Hadi, S.Sos, juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Kapolres Batu beserta rombongan, Danramil Bumiaji dan Forkopimcam dalam acara ini. Kapolsek berharap kegiatan semacam ini dapat semakin mempererat hubungan lintas sektor dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.


Acara buka bersama ini menjadi simbol nyata dari soliditas dan keharmonisan antara TNI-Polri serta Forkopimcam dalam menjaga kondusivitas di Kota Batu. Tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Mitos dan Fakta Seputar Puasa yang Perlu Diketahui

 



Jatimku.com – Puasa merupakan ibadah yang memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan. Namun, masih banyak beredar mitos yang membuat sebagian orang ragu atau keliru dalam memahami praktik puasa. Berikut adalah beberapa mitos dan fakta seputar puasa yang perlu diketahui:


1. Mitos: Puasa Membuat Tubuh Kekurangan Energi

Fakta: Puasa justru membantu tubuh mengatur metabolisme dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Jika sahur dilakukan dengan makanan bergizi seimbang, tubuh tetap memiliki cukup energi untuk beraktivitas sepanjang hari.


2. Mitos: Minum Air dalam Jumlah Banyak Saat Sahur Mencegah Dehidrasi

Fakta: Tubuh tidak dapat menyerap air secara berlebihan dalam waktu singkat. Lebih baik minum air secara bertahap dari waktu berbuka hingga sahur agar tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari.


3. Mitos: Puasa Menyebabkan Otot Menyusut

Fakta: Jika asupan protein cukup saat sahur dan berbuka, serta disertai aktivitas fisik ringan, otot tidak akan menyusut. Justru, puasa dapat membantu pembakaran lemak tanpa mengorbankan massa otot.


4. Mitos: Puasa Membuat Berat Badan Turun Drastis

Fakta: Penurunan berat badan saat puasa tergantung pada pola makan. Jika konsumsi makanan berlebihan saat berbuka dan sahur, berat badan justru bisa naik. Puasa yang dijalankan dengan pola makan sehat dapat membantu menjaga berat badan ideal.


5. Mitos: Sering Tidur Saat Puasa Bisa Mengurangi Pahala

Fakta: Tidur yang cukup dan berkualitas dapat membantu tubuh beradaptasi dengan puasa. Namun, jika tidur berlebihan hingga melalaikan ibadah, barulah hal tersebut dapat mengurangi nilai puasa seseorang.


6. Mitos: Puasa Membahayakan Kesehatan

Fakta: Banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa memiliki manfaat kesehatan seperti detoksifikasi, meningkatkan sistem imun, dan mengatur kadar gula darah. Namun, bagi orang dengan kondisi medis tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan puasa.


Kesimpulan

Memahami perbedaan antara mitos dan fakta tentang puasa dapat membantu kita menjalani ibadah ini dengan lebih baik dan bermanfaat. Dengan menjaga pola makan yang sehat, tetap aktif, dan memperbanyak ibadah, puasa dapat menjadi pengalaman yang penuh keberkahan dan manfaat.


Jatimku.com – Menyelami Sastra, Menghidupkan Makna

Anggota Pos Terpadu Ops Ketupat Semeru 2025 Polres Batu Lakukan Pengaturan Lalu Lintas, Pastikan Kelancaran Arus Wisata

Polres Batu - Anggota Pos Terpadu Operasi Ketupat Semeru 2025 Polres Batu terus berjaga untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di wilayah Kota Batu. Pada Kamis (27/3/2025), personel diterjunkan ke sejumlah titik strategis guna mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama di kawasan wisata.


Pengamanan dan pengaturan lalu lintas ini dilakukan mengingat meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu selama libur panjang. Langkah ini bertujuan untuk menghindari kemacetan yang berpotensi menghambat mobilitas warga dan wisatawan.


"Pengaturan lalu lintas merupakan bagian dari upaya kami dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di jalur-jalur utama yang sering mengalami kepadatan," ujar Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si.

Kapolres Batu juga menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Kapolda Jawa Timur untuk memastikan arus mudik dan wisata tetap lancar serta minim gangguan. "Kami ingin memastikan bahwa libur panjang ini tetap berlangsung dengan tertib dan aman. Anggota sudah kami siagakan di berbagai titik rawan macet," tambahnya.


Selain pengaturan lalu lintas, pihak kepolisian juga mengimbau pengendara untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga keselamatan selama berkendara. Penggunaan helm bagi pengendara motor, sabuk pengaman bagi pengendara mobil, serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara menjadi beberapa imbauan yang ditekankan dalam operasi ini.

Sebagai kota wisata, Kota Batu menjadi destinasi favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, Polres Batu berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran arus lalu lintas demi kenyamanan seluruh pengunjung.


Dengan adanya pengamanan yang maksimal, diharapkan masyarakat dapat menikmati liburan dengan lebih nyaman tanpa terganggu oleh kemacetan panjang. Polisi juga mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman di Kota Batu.

Inspirasi Outfit Lebaran yang Simpel tapi Elegan



Jatimku.com – Hari Raya Idul Fitri bukan hanya menjadi momen untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan, tetapi juga kesempatan untuk tampil menawan dengan busana yang elegan namun tetap nyaman. Memilih outfit Lebaran yang simpel tapi tetap terlihat stylish menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang.


Bagi wanita, gamis dengan potongan minimalis namun anggun bisa menjadi pilihan. Warna pastel seperti nude, dusty pink, dan mint green sedang tren tahun ini. Kombinasikan dengan hijab yang senada dan aksesori sederhana agar tetap terlihat elegan. Bagi yang lebih suka tampilan kasual, tunik longgar dipadukan dengan celana kulot bisa menjadi alternatif.


Sementara itu, untuk pria, baju koko dengan warna netral seperti putih, navy, atau beige tetap menjadi pilihan klasik. Dipadukan dengan sarung atau celana chino, tampilan akan tetap rapi tanpa terkesan berlebihan.


Menurut fashion stylist, Dina Ramadhani, "Kunci dari outfit Lebaran yang elegan adalah keseimbangan antara kenyamanan dan estetika. Pilih bahan yang adem, model yang tidak berlebihan, serta warna yang tidak terlalu mencolok."


Jadi, sudah siap tampil memukau saat Lebaran? Yang terpenting, pastikan busana yang dikenakan tetap nyaman agar bisa menjalani hari raya dengan penuh kebahagiaan!

POLRES Batu Mengungkap Kasus Peredaran Uang Palsu

Polres Batu berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu dan menangkap tiga tersangka pada Minggu, 23 Maret 2025, sekitar pukul 21.00 WIB. Penangkapan dilakukan di depan Toko Artha Shop, Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu.


Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranatha, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari informasi mengenai transaksi jual beli uang palsu melalui media sosial Facebook. Polisi yang menerima laporan tersebut segera melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa para pelaku menawarkan uang palsu senilai Rp10 juta dengan harga Rp2,5 juta. Setelah memastikan adanya transaksi, petugas melakukan pemantauan di lokasi yang telah disepakati, yaitu di depan Toko Artha Shop.


"Kami memperoleh informasi mengenai transaksi uang palsu yang akan berlangsung di Kota Batu. Setelah kami telusuri, pelaku sudah menentukan tempat pertemuan untuk menyerahkan uang palsu kepada pembeli. Petugas yang melakukan pemantauan langsung mengamankan tersangka pertama, GA, saat transaksi berlangsung," ujar AKBP Andi Yudha Pranatha.

Tersangka pertama yang ditangkap adalah GA (19), warga Dusun Sidorejo, RT 4 RW 2, Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi kemudian mengamankan dua tersangka lainnya, yaitu AA (37), warga Dusun Sukomulyo, RT 2 RW 2, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, serta HP (22), warga Jalan Kendalrejo Talun, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.


Kapolsek Batu, AKP Anton Hendry Subagijo, menjelaskan bahwa uang palsu yang diedarkan oleh para pelaku memiliki tekstur yang lebih halus dibandingkan uang asli. Untuk membuatnya lebih meyakinkan, uang palsu tersebut disemprot dengan cat semprot (pilox) akrilik agar terasa kasar saat disentuh. Para pelaku diduga beroperasi di malam hari dengan cara berbelanja menggunakan uang palsu yang telah dikusutkan agar tampak lebih menyerupai uang asli.


"Uang palsu yang mereka edarkan memiliki permukaan lebih halus dibanding uang asli. Karena itu, pelaku menyemprotkan pilox akrilik agar terasa lebih kasar saat disentuh. Mereka beraksi di malam hari dengan membeli barang secara eceran, dan sebelum digunakan, uang palsu tersebut dibuat kusut agar lebih sulit dikenali," ungkap AKP Anton.


Dalam penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain uang palsu senilai Rp14,9 juta dalam pecahan Rp100 ribu, uang asli sebesar Rp700 ribu, satu unit ponsel iPhone XR, satu unit sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi AG 3142 KAX, jaket, printer, serta pilox yang diduga digunakan dalam proses pemalsuan.


Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranatha, menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap apakah para tersangka mencetak sendiri uang palsu tersebut atau mendapatkannya dari jaringan lain.

"Kami masih mendalami bagaimana uang palsu ini diproduksi, apakah dicetak sendiri oleh para pelaku atau diperoleh dari pihak lain," ujarnya.


Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 juncto Pasal 26 ayat 2 dan 3 Undang-Undang yang sama tentang Mata Uang. Mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara serta denda hingga Rp10 miliar.


Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam bertransaksi dan segera melapor apabila menemukan indikasi adanya peredaran uang palsu. Polisi juga meminta masyarakat bekerja sama dalam memberantas tindak kejahatan ini demi menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan.