Kapolres Batu Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Malam Takbir, Pastikan Idul Fitri Berjalan Kondusif
Kapolres Batu: Sahur Bersama Mempererat Ukhuwah
Kadishub Kota Malang Rapat Bersama Panitia Event Madyopuro Mangano Sekaligus Buka Bersama
Pererat Sinergi, Kapolres Batu Gelar Buka Bersama TNI-Polri di Polsek Bumiaji
Anggota Pos Terpadu Ops Ketupat Semeru 2025 Polres Batu Lakukan Pengaturan Lalu Lintas, Pastikan Kelancaran Arus Wisata
Polres Batu - Anggota Pos Terpadu Operasi Ketupat Semeru 2025 Polres Batu terus berjaga untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di wilayah Kota Batu. Pada Kamis (27/3/2025), personel diterjunkan ke sejumlah titik strategis guna mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama di kawasan wisata.
Pengamanan dan pengaturan lalu lintas ini dilakukan mengingat meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu selama libur panjang. Langkah ini bertujuan untuk menghindari kemacetan yang berpotensi menghambat mobilitas warga dan wisatawan.
"Pengaturan lalu lintas merupakan bagian dari upaya kami dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di jalur-jalur utama yang sering mengalami kepadatan," ujar Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si.
Kapolres Batu juga menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Kapolda Jawa Timur untuk memastikan arus mudik dan wisata tetap lancar serta minim gangguan. "Kami ingin memastikan bahwa libur panjang ini tetap berlangsung dengan tertib dan aman. Anggota sudah kami siagakan di berbagai titik rawan macet," tambahnya.
Selain pengaturan lalu lintas, pihak kepolisian juga mengimbau pengendara untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga keselamatan selama berkendara. Penggunaan helm bagi pengendara motor, sabuk pengaman bagi pengendara mobil, serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara menjadi beberapa imbauan yang ditekankan dalam operasi ini.
Sebagai kota wisata, Kota Batu menjadi destinasi favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, Polres Batu berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran arus lalu lintas demi kenyamanan seluruh pengunjung.
Dengan adanya pengamanan yang maksimal, diharapkan masyarakat dapat menikmati liburan dengan lebih nyaman tanpa terganggu oleh kemacetan panjang. Polisi juga mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman di Kota Batu.
POLRES Batu Mengungkap Kasus Peredaran Uang Palsu
Polres Batu berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu dan menangkap tiga tersangka pada Minggu, 23 Maret 2025, sekitar pukul 21.00 WIB. Penangkapan dilakukan di depan Toko Artha Shop, Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu.
Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranatha, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari informasi mengenai transaksi jual beli uang palsu melalui media sosial Facebook. Polisi yang menerima laporan tersebut segera melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa para pelaku menawarkan uang palsu senilai Rp10 juta dengan harga Rp2,5 juta. Setelah memastikan adanya transaksi, petugas melakukan pemantauan di lokasi yang telah disepakati, yaitu di depan Toko Artha Shop.
"Kami memperoleh informasi mengenai transaksi uang palsu yang akan berlangsung di Kota Batu. Setelah kami telusuri, pelaku sudah menentukan tempat pertemuan untuk menyerahkan uang palsu kepada pembeli. Petugas yang melakukan pemantauan langsung mengamankan tersangka pertama, GA, saat transaksi berlangsung," ujar AKBP Andi Yudha Pranatha.
Tersangka pertama yang ditangkap adalah GA (19), warga Dusun Sidorejo, RT 4 RW 2, Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi kemudian mengamankan dua tersangka lainnya, yaitu AA (37), warga Dusun Sukomulyo, RT 2 RW 2, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, serta HP (22), warga Jalan Kendalrejo Talun, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.
Kapolsek Batu, AKP Anton Hendry Subagijo, menjelaskan bahwa uang palsu yang diedarkan oleh para pelaku memiliki tekstur yang lebih halus dibandingkan uang asli. Untuk membuatnya lebih meyakinkan, uang palsu tersebut disemprot dengan cat semprot (pilox) akrilik agar terasa kasar saat disentuh. Para pelaku diduga beroperasi di malam hari dengan cara berbelanja menggunakan uang palsu yang telah dikusutkan agar tampak lebih menyerupai uang asli.
"Uang palsu yang mereka edarkan memiliki permukaan lebih halus dibanding uang asli. Karena itu, pelaku menyemprotkan pilox akrilik agar terasa lebih kasar saat disentuh. Mereka beraksi di malam hari dengan membeli barang secara eceran, dan sebelum digunakan, uang palsu tersebut dibuat kusut agar lebih sulit dikenali," ungkap AKP Anton.
Dalam penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain uang palsu senilai Rp14,9 juta dalam pecahan Rp100 ribu, uang asli sebesar Rp700 ribu, satu unit ponsel iPhone XR, satu unit sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi AG 3142 KAX, jaket, printer, serta pilox yang diduga digunakan dalam proses pemalsuan.
Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranatha, menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap apakah para tersangka mencetak sendiri uang palsu tersebut atau mendapatkannya dari jaringan lain.
"Kami masih mendalami bagaimana uang palsu ini diproduksi, apakah dicetak sendiri oleh para pelaku atau diperoleh dari pihak lain," ujarnya.
Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 juncto Pasal 26 ayat 2 dan 3 Undang-Undang yang sama tentang Mata Uang. Mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara serta denda hingga Rp10 miliar.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam bertransaksi dan segera melapor apabila menemukan indikasi adanya peredaran uang palsu. Polisi juga meminta masyarakat bekerja sama dalam memberantas tindak kejahatan ini demi menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan.
BMH Hadiri BISMA di STIEKMA: Berbagi Kebahagiaan di Ramadhan 1446 H
![]() |
BISMA STIEKMA Ramadhan 1446 H 2025, Hadirkan Yatim, Piatu Dan Dhuafa |
![]() |
BMH Bersama Team Hadroh STIEKMA Dalam Giat BISMA |
![]() |
BISMA STIEKMA: Tausiyah (Mauizatul Hasanah) Dari BMH Oleh Ustadz Agus Wahyudi |
Patung Penyu Rp 15,6 Miliar di Pelabuhan Ratu Rusak, Ternyata Terbuat dari Kardus
Pelabuhan Ratu, Jatimku.com – Kehebohan terjadi di kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, setelah patung penyu raksasa senilai Rp 15,6 miliar yang terletak di salah satu objek wisata terkenal di daerah tersebut, dilaporkan rusak parah. Yang mengejutkan, setelah dilakukan pengecekan, patung yang sebelumnya dibanggakan sebagai simbol kebanggaan daerah itu ternyata terbuat dari bahan yang sangat mengejutkan: kardus.
Patung penyu raksasa yang dibangun pada tahun 2022 sebagai daya tarik wisata ini semula dipamerkan dengan megah dan menarik perhatian wisatawan yang datang ke Pelabuhan Ratu. Dengan tinggi sekitar 15 meter dan desain yang indah, patung ini diharapkan dapat menjadi ikon baru dan mendongkrak sektor pariwisata di kawasan tersebut. Namun, beberapa bulan setelah dipasang, patung ini mulai menunjukkan kerusakan signifikan, dengan bagian tubuh dan permukaan yang mulai terkoyak dan retak.
Setelah dilakukan investigasi, pihak terkait akhirnya mengungkapkan bahwa patung tersebut, yang semula dianggap terbuat dari bahan berkualitas tinggi, ternyata sebagian besar dibangun dari kardus dan bahan sintetis lainnya. Material ini dianggap tidak cocok untuk bangunan skala besar yang terpapar cuaca ekstrem, sehingga mudah rusak dan rapuh.
Reaksi Pemerintah dan Warga
Kejadian ini memicu kekecewaan dari berbagai pihak, termasuk warga setempat dan pemerintah daerah. Wali Kota Sukabumi, Yana Mulyana, yang langsung menanggapi kejadian ini, menyatakan bahwa dirinya sangat terkejut dan kecewa atas fakta tersebut. “Kami sangat prihatin dengan kerusakan yang terjadi pada patung ini. Tentu kami tidak menduga bahwa patung yang kami anggap sebagai simbol kebanggaan daerah, ternyata terbuat dari material yang sangat tidak sesuai,” ujar Yana.
Selain itu, masyarakat setempat juga merasa dirugikan dengan pembangunan patung yang tidak hanya memakan biaya yang sangat besar, tetapi juga tidak memenuhi standar kualitas. "Patung ini dibangun dengan anggaran yang sangat besar, tetapi hasilnya sangat mengecewakan. Kami berharap ada tindak lanjut dari pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang," ungkap salah satu warga Pelabuhan Ratu.
Penyelidikan dan Tindak Lanjut
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, melalui Dinas Pariwisata, telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki pembangunan patung tersebut dan mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas penggunaan material yang tidak sesuai. Mereka juga akan melakukan audit terkait pengeluaran anggaran yang digunakan untuk membangun patung tersebut.
"Saat ini kami sedang dalam proses penyelidikan, termasuk menelusuri pihak yang terlibat dalam pembuatan dan pengadaan material patung tersebut. Kami akan memastikan agar kejadian ini tidak merugikan masyarakat dan negara," tegas Kepala Dinas Pariwisata Sukabumi, Budi Santosa.
Kritik Terhadap Kualitas Pembangunan
Pakar konstruksi dan arsitektur, Dr. Haris Santoso, mengkritik keras penggunaan material yang tidak tepat untuk sebuah bangunan publik berskala besar. "Kardus adalah bahan yang sangat tidak tahan lama, apalagi untuk sebuah patung yang harus bertahan menghadapi cuaca ekstrem seperti panas, hujan, dan angin laut. Ini adalah contoh kelalaian dalam perencanaan dan eksekusi proyek publik," ujar Haris.
Menurutnya, proyek semacam ini seharusnya melibatkan perencanaan yang matang serta penggunaan bahan yang sesuai dengan karakteristik lingkungan setempat. Ia juga menambahkan bahwa pengawasan terhadap proyek-proyek semacam ini perlu lebih ditingkatkan agar tidak terjadi pemborosan anggaran dan kerugian bagi negara.
Harapan ke Depan
Setelah terungkapnya masalah ini, masyarakat berharap agar pemerintah daerah dapat segera memperbaiki kerusakan pada patung tersebut dan menggantinya dengan bahan yang lebih tahan lama serta lebih sesuai untuk iklim tropis Indonesia.
Selain itu, perbaikan atau pembongkaran patung yang sudah rusak juga diharapkan dapat dilakukan dengan transparansi dan akuntabilitas yang jelas agar tidak terulang kejadian serupa di masa mendatang. Masyarakat dan wisatawan kini menantikan langkah nyata dari pemerintah untuk mengembalikan Pelabuhan Ratu sebagai destinasi wisata unggulan.
OPEN PO "I WISH" - Kisah Cinta yang Penuh Luka dan Harapan
Jatimku.com, 5 Maret 2025 – Siapa yang tak terenyuh dengan kisah cinta yang penuh dengan luka namun tetap menyimpan harapan? Inilah yang ditawarkan oleh buku terbaru "I WISH", yang kini membuka Pre Order (PO) mulai tanggal 4 hingga 11 Maret 2025.
Mengangkat tema cinta yang rumit dan emosional, "I WISH" menyajikan kisah seorang wanita yang mengatakan, "He broke me completely, but I still love him." Kalimat tersebut menggambarkan betapa beratnya perjuangan cinta yang harus dijalani, namun tetap mempertahankan perasaan meski hati hancur. Sebuah cerita yang mengisahkan perjalanan penuh luka, namun tetap menyimpan harapan yang tak pernah padam.
Buku ini menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin merasakan emosi dalam setiap lembar cerita. Dengan tema yang dalam, buku ini mengajak pembaca untuk merenung tentang bagaimana cinta bisa membentuk dan menghancurkan seseorang, namun tetap memberi ruang untuk perasaan yang tak mudah padam.
Bagi para pembaca yang ingin mendapatkan buku ini, kini saat yang tepat untuk melakukan pre order. Harga asli buku ini adalah Rp 60.000, namun untuk periode PO kali ini, kamu bisa mendapatkannya dengan harga diskon hanya Rp 55.000. Tidak hanya itu, pembeli yang melakukan PO juga akan mendapatkan bonus spesial yang pastinya sayang untuk dilewatkan!
Jangan sampai kelewatan! Segera amankan bukumu sebelum kehabisan dan rasakan sendiri bagaimana kisah cinta yang penuh luka dan harapan ini mampu mengaduk-aduk perasaanmu.
PO "I WISH" hanya berlangsung hingga 11 Maret 2025. Segera lakukan pemesanan melalui media kontak yang telah disediakan dan nikmati perjalanan emosi yang tak terlupakan dalam buku ini!
Pesan sekarang juga dan jadilah bagian dari perjalanan emosional ini!
BNPM Bersama PP Sekaligus MADAS, Kompak Hadiri Deklarasi Cipta Kondisi
Grounded Academy: Awal Ramadhan Coach Dr. Fahmi Gulirkan Beras Tahfidz melalui BMH
Jatimku.com – Malang. Grand Master Coach Dr. H. Imam Muhajirin Elfahmi, S.Pd, SH, MM., atau yang dikenal sebagai Coach Dr. Fahmi, di awal Ramadhan 1446 H kembali salurkan beras di Pondok Pesantren (PONPES) Al-Furqan. Penyaluran beras tahfidz berasal penggalangan donasi, yang dilaksanakan setiap hari Jumat pada setiap kelas Grounded Business Coaching.
Penyaluran beras kali ini bertepatan dengan awal Ramadhan, sehingga Insya Allah akan sangat bermanfaat dan sangat afdhol sebagai firman Allah SWT. "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261). Ayat ini menjadi dasar semangat berbagi yang ditanamkan dalam setiap event GBC.
![]() |
Pendistribusian Beras Tahfidz Di Pondok Pesantren (PONPES) Al-Furqan |
Selama Ramadhan, event Grounded Business Coaching vacum dan ada penggalangan donasi lagi pasca Idul Fitri. Donasi tetap difokuskan untuk program beras tahfidz di Pondok Pesantren (PONPES) Al-Furqan. Karena pondok ini setiap bulan membutuhkan sekitar 1 ton beras untuk mendukung para santri penghafal Al-Qur’an.
Coach Dr. Fahmi memberikan amanah kepada Agus Wahyudi, selaku SEKUM ISMI dan BMH Marketing Corporate Expert, untuk menjadi eksekutor penggalangan donasi beras tahfidz di setiap event GBC. "Saya sendiri yang langsung mengawal pendistribusian beras tahfidz di Pondok Pesantren (PONPES) Al-Furqan dan setiap bulan sekitar 1 ton beras", ujar Agus.
![]() |
Awal Ramadhan Di Pondok Pesantren (PONPES) Al-Furqan |
"Bismillahir Rahmanir Rahim, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum", doa Agus.
Semoga amal ibadah ini diterima oleh Allah SWT dan menjadi berkah bagi semua pihak yang terlibat, Aamiin.
Ahok Siap Diperiksa Kejaksaan Agung Terkait Kasus Korupsi Minyak Mentah
Jatimku.com – Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, disebut-sebut terseret dalam kasus dugaan korupsi perdagangan minyak mentah dan liquefied petroleum gas (LPG) di Pertamina. Kejaksaan Agung (Kejagung) pun telah mengagendakan pemeriksaan terhadapnya dalam waktu dekat.
Ahok menyatakan dirinya siap untuk diperiksa dan akan bersikap kooperatif dalam proses hukum yang berlangsung. "Saya tidak masalah dipanggil, saya siap memberikan keterangan yang diperlukan," ujar Ahok dalam pernyataan resminya, Kamis (28/2).
Kejagung sebelumnya telah mengungkap adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan minyak mentah dan LPG yang merugikan negara hingga triliunan rupiah. Sejumlah pejabat dan pihak terkait telah diperiksa, dan Ahok menjadi salah satu figur yang akan dimintai keterangan mengingat perannya sebagai Komisaris Utama Pertamina periode 2019-2023.
Hingga saat ini, pihak Kejagung belum mengungkap detail lebih lanjut mengenai keterlibatan Ahok dalam kasus ini. Namun, mereka memastikan akan menindaklanjuti kasus ini secara transparan dan profesional.
Kasus dugaan korupsi ini menjadi perhatian publik, mengingat sektor energi merupakan salah satu bidang strategis yang berdampak besar pada perekonomian negara.
Sports-Science: Pembelajaran Kolaboratif, Inovasi Pembelajaran Masa Kini
Malang – Penerbit Jagat Litera kembali menggelar Sekolah Menulis Jagat dalam Jaringan (Semeja Daring 3) dengan tema “Dari Teori ke Aksi Menyusun Pembelajaran Mendalam yang Terintegrasi.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan pemateri hebat, salah satunya adalah Sugiono, M.Pd., seorang guru Fisika di SMAN 1 Panarukan yang juga aktif sebagai koordinator tim pengembang sekolah dan ketua MGMP Fisika SMA Kabupaten Situbondo.
Pada sesi pertama yang dilaksanakan pada Jumat (21/2) melalui Zoom, Sugiono membawakan materi bertajuk Sports-Science: Pembelajaran Kolaboratif, Efektif, dan Asyik. Dalam paparannya, ia menyoroti tiga aspek utama, yakni tantangan pendidikan di era digital, pentingnya inovasi pembelajaran, serta konsep Sports-Science sebagai metode pembelajaran kolaboratif yang menarik.
Tantangan Pendidikan di Era Digital
Era digital membawa berbagai tantangan dalam dunia pendidikan, termasuk munculnya fenomena seperti phubbing (mengabaikan percakapan langsung karena lebih fokus pada gawai), FOMO (fear of missing out), kecanduan game (game addict), ancaman budaya global yang mengikis identitas lokal, serta krisis moral di kalangan pelajar. Perubahan ini menuntut pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif.
Dalam konteks ini, orientasi pembelajaran telah bergeser dari pedagogi ke heutagogi, di mana peserta didik didorong untuk belajar secara mandiri dengan memanfaatkan kemudahan akses informasi. Dengan karakteristik siswa masa kini yang lebih terbiasa dengan teknologi dan visualisasi cepat, inovasi dalam pembelajaran menjadi suatu keharusan.
Pentingnya Inovasi dalam Pembelajaran
Inovasi dalam pendidikan tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru (newness), tetapi juga bisa berupa penemuan ulang yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat (reinvention). Inovasi dapat diterapkan dalam berbagai aspek sekolah, termasuk pembelajaran, penilaian, manajemen sekolah, layanan akademik, budaya sekolah, hingga partisipasi orang tua.
Negara-negara maju seperti Finlandia, Belanda, Jepang, dan Hong Kong telah sukses meningkatkan mutu pendidikan dengan memberikan perhatian khusus pada inovasi guru. Dalam era digital, peran guru tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai inspirator yang membangun relasi dan semangat belajar siswa (touching the heart). Teknologi seperti internet, YouTube, dan AI mungkin dapat menggantikan fungsi pengajaran, tetapi nilai-nilai emosional dan motivasional tetap menjadi kekuatan utama seorang guru.
Sports-Science: Pembelajaran Kolaboratif yang Menyenangkan
Sebagai seorang guru Fisika, Sugiono terus berinovasi agar pembelajaran menjadi lebih menarik. Salah satu inovasi yang ia kembangkan adalah konsep Sports-Science: Pembelajaran Kolaboratif, yang menggabungkan pelajaran Fisika dengan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Pendekatan ini dirancang agar pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan aplikatif.
Sebelum menerapkan metode ini, Sugiono terlebih dahulu mengidentifikasi konsep-konsep dalam Fisika yang bisa dikolaborasikan dengan PJOK. Salah satu contoh penerapannya adalah pada pembelajaran renang. Dalam sesi ini, peserta didik tidak hanya mempelajari keterampilan berenang, tetapi juga menganalisis konsep-konsep fisika seperti:
Gaya angkat air dan massa jenis air
Prinsip Archimedes dalam renang
Posisi tubuh untuk mengurangi gaya hambatan air
Melalui pendekatan ini, peserta didik memperoleh dua manfaat dalam satu kegiatan: penguasaan keterampilan olahraga dan pemahaman konsep Fisika secara mendalam. Perpaduan ini juga membantu mencegah kebosanan dalam proses belajar mengajar, sehingga siswa lebih antusias dan terlibat aktif dalam pembelajaran.
Viral Warga Jarah Kasur di TKP Kecelakaan Tol Cipularang, Polisi Sudah Tegur Warga
Bandung – Sebuah video yang memperlihatkan aksi warga menjarah kasur dari lokasi kecelakaan di Tol Cipularang viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat beberapa warga dengan sengaja mengambil kasur yang jatuh dari truk yang mengalami kecelakaan. Kejadian ini menuai berbagai respons dari masyarakat dan pihak berwenang.
Menurut laporan, kecelakaan tersebut terjadi pada siang hari dan mengakibatkan sebuah truk pengangkut kasur terguling di pinggir jalan tol. Saat petugas masih berusaha menangani insiden tersebut, sejumlah warga tampak mengambil kasur yang tercecer tanpa izin.
Menanggapi insiden ini, pihak kepolisian langsung turun tangan untuk memberikan teguran kepada warga yang terlibat dalam aksi penjarahan tersebut. Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkarnain, menegaskan bahwa tindakan warga tersebut tidak dapat dibenarkan dan termasuk dalam pelanggaran hukum.
“Kami telah memberikan teguran keras kepada warga yang melakukan aksi penjarahan. Barang yang jatuh akibat kecelakaan bukan untuk diambil secara sembarangan, melainkan tetap merupakan hak pemiliknya,” ujar AKBP Edwar.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak memanfaatkan situasi darurat untuk kepentingan pribadi. Tindakan mengambil barang dari lokasi kecelakaan tanpa izin bisa dikategorikan sebagai tindak pidana pencurian.
Video yang viral ini pun mendapat beragam tanggapan dari netizen. Banyak yang mengecam tindakan warga yang mengambil barang dari kecelakaan, sementara yang lain berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Untuk mencegah hal serupa, kepolisian akan meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang etika dalam menghadapi situasi darurat di jalan raya. Diharapkan kesadaran masyarakat akan meningkat sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan.
BAKSOS UKM Kerohanian Islam STIE Malangkucecwara: Langkah Kebaikan yang Penuh Berkah
![]() |
Agus Wahyudi (BMH) Hadir Di Pembukaan BAKSOS Oleh UKM Kerohanian Islam STIE Malangkucecwa (ABM) |
![]() |
Agus Wahyudi (BMH) Bersama Relawan BMH Dari UKM Kerohanian Islam STIE Malangkucecwa (ABM) |
![]() |
Agus Wahyudi (BMH) Menerima Cindera Mata Dari Wakil Ketua 3 STIE Malangkucecwa (ABM), Dr. Kadarusman, M.M., Ak., CA. |
![]() |
Agus Wahyudi (BMH) Mendapatkan Amanah 35 Jt Untuk Program Sedekah Jariyah Sumur Bor Melalui Dari Pembina UKM Kerohanian Islam STIE Malangkucecwa (ABM), Imama Zuchroh B.Sc., M.Com. |
Run 5K STIE Malangkucecwa (ABM) dan Radio MFM Dimeriahkan Ribuan Peserta
WCC Gelar Workshop Pembuatan Proposal Dana Hibah
Jatimku.com – Malang. Dalam upaya meningkatkan akses pendanaan bagi berbagai program sosial, Women Crisis Center (WCC) menggelar Workshop Pembuatan Proposal untuk Dana Hibah, yang berlangsung pada Sabtu, 15 Februari 2025, di Kantor WCC, Jl. Jombang 3A No.1, Klojen. Acara ini dihadiri oleh peserta dari berbagai organisasi sosial, komunitas, serta individu yang ingin memperdalam pemahaman dalam menyusun proposal yang efektif.
Dua pemateri berpengalaman hadir dalam workshop ini, yakni Sri Wahyuningsih, SH, MH., serta Dr. Lilik Wahyuni, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Gender Universitas Brawijaya.
Dalam sesi pertama, Sri Wahyuningsih membahas tentang teknik penyusunan proposal yang sistematis dan sesuai standar pengajuan hibah, baik dari lembaga pemerintah maupun swasta. "Proposal yang baik harus mencerminkan visi yang jelas, kebutuhan yang terukur, serta memiliki dampak yang nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Dr. Lilik Wahyuni memberikan wawasan mengenai pola kemitraan dengan perguruan tinggi, termasuk akses pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) kampus. "Banyak perguruan tinggi memiliki dana hibah yang dapat dimanfaatkan untuk program sosial, namun dibutuhkan strategi dan sinergi yang tepat dalam pengajuannya," jelasnya.
Selain itu, peserta juga diberikan informasi terkait peluang mendapatkan hibah dari lembaga nasional, perusahaan, hingga organisasi internasional. Workshop ini berlangsung interaktif, dengan sesi diskusi dan praktik langsung dalam pembuatan proposal.
Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini diakhiri dengan sesi tanya jawab serta pendampingan awal bagi peserta yang ingin mengajukan proposal hibah. Dengan adanya workshop ini, diharapkan semakin banyak komunitas dan organisasi yang mampu mengakses dana hibah untuk mendukung program-program mereka.
Coach Dr. Fahmi Gulirkan Program Sosial, Kemanusiaan, dan Keagamaan dalam Event Grounded Academy
![]() |
Grounded Business Coaching Kelas Grounded Total Marketing Batch 14 |
![]() | |
Led By Coach Dr. Fahmi |
![]() |
Penggalangan Donasi Untuk Sedekah Jariyah Sumur Bor Melalui BMH Dan Terkumpul 31.380.000 |
Rakornas Rumah Zakat 2025: #BikinBahagia untuk Negeri
Bandung – Rumah Zakat sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2025 dengan tema #BikinBahagia yang diselenggarakan Rabu (06/02/2025). Acara ini diadakan di Bandung dan dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki peran strategis dalam penguatan gerakan filantropi dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia.
Dalam acara ini, sejumlah agenda disampaikan salah satunya laporan kinerja Rumah Zakat selama 2024. CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha, menyampaikan selama 2024 melalui Gerakan #ManfaatHebat, Rumah Zakat bersama donatur dan mitra berkolaborasi untuk menciptakan kebahagiaan bagi lebih dari 2 juta penerima manfaat baik di Indonesia maupun di dunia.
Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis kemanusiaan global, Rumah Zakat juga menginisiasi Gerakan #LoveForPalestine, yang telah menyalurkan bantuan berupa makanan, kebutuhan medis, dan dukungan psikososial kepada lebih dari 900.000 penerima manfaat di Gaza dan Tepi Barat.
Rakornas Rumah Zakat 2025 turut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemimpin lembaga filantropi serta pemerintahan diantaranya Wakil Menteri Agama RI, Dr. Romo. H. Raden Muhammad Syafi'i, SH., M.Hum., Ketua BAZNAS Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Ketua Humanitarian Forum Indonesia, Muhammad Ali Yusuf, Ketua Pengurus Perhimpunan Filantropi Indonesia Rizal Al Gamar, Executive Director Indonesia Impact Alliance, Atika Bededicta Social Engineering Expert, Rully Amrullah Senior Advisor Social Investment Indonesia, W. Aris Darmono, Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri MUI, KH. Oke Setiadi, M.Sc Direktur Eksekutif FOZ, Agus Budiyanto.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan, “Selamat kepada Rumah Zakat yang tahun ini membuat campaign #BikinBahagia. Ini merupakan satu campaign luar biasa yang ingin menciptakan kebahagiaan bagi para mustahik, muzakki, dan amilnya. Kami mendukung campaign tersebut, mudah-mudahan Rumah Zakat semakin berkibar, semakin jaya, dan semakin banyak membahagiakan masyarakat.”
Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI, Dr. Romo. H. Raden Muhammad Syafi'i, SH., M.Hum., juga memberikan dukungan dengan menyatakan, “Rumah Zakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan program-program keagamaan yang terkait dengan zakat. Kehadiran Rumah Zakat bisa membebaskan umat dari kemiskinan dan senantiasa mendukung program pemerintah terutama untuk mencapai Indonesia Emas 2045.”
Mereka memberikan apresiasi dan dukungan atas peran Rumah Zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membantu komunitas yang membutuhkan.
Dengan semangat #BikinBahagia, Rumah Zakat terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi berbasis pemberdayaan bagi masyarakat, baik dalam aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun lingkungan. Gerakan filantropi yang semakin inklusif dan inovatif diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat global.
Menkes: Iuran BPJS Kesehatan Rencananya Naik di 2026, Sedang Disiapkan Bareng Kemenkeu
Menteri Kesehatan (Menkes) mengungkapkan bahwa pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada tahun 2026. Kebijakan ini sedang dalam tahap pembahasan bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) guna memastikan implementasi yang tepat serta tidak memberatkan masyarakat.
Menurut Menkes, kenaikan iuran ini diperlukan untuk menjaga keberlanjutan layanan kesehatan yang semakin berkembang dan meningkatnya kebutuhan biaya operasional. Dengan adanya penyesuaian iuran, diharapkan BPJS Kesehatan dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.
Kemenkeu juga sedang mengkaji berbagai skema agar kenaikan ini dapat diterapkan secara bertahap dan adil, sehingga kelompok masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan subsidi yang sesuai. Pemerintah menegaskan bahwa keputusan final akan melibatkan berbagai pihak, termasuk DPR, untuk memastikan transparansi dan keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional.
Rencana kenaikan ini menuai berbagai tanggapan dari masyarakat. Beberapa pihak mendukung langkah ini jika dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sementara yang lain khawatir kenaikan iuran akan memberatkan peserta, terutama dari golongan ekonomi menengah ke bawah.
Pemerintah berjanji akan melakukan sosialisasi secara luas sebelum kebijakan ini diterapkan. Selain itu, transparansi penggunaan dana iuran juga menjadi fokus utama agar masyarakat mendapatkan kepercayaan penuh terhadap sistem jaminan kesehatan ini.
Keputusan akhir terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan masih dalam tahap pembahasan. Masyarakat diharapkan tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah terkait kebijakan ini agar mendapatkan pemahaman yang jelas dan akurat.