Latest News

Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Daerah di Jawa Timur



Jatimku.com – Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh masyarakat Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Setiap daerah memiliki tradisi unik dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri yang sudah diwariskan turun-temurun. Berikut adalah beberapa tradisi Lebaran khas dari berbagai daerah di Jawa Timur:


1. Grebeg Syawal – Ponorogo

Di Ponorogo, Grebeg Syawal menjadi tradisi khas yang selalu dinanti. Acara ini diadakan di Makam Bathoro Katong, pendiri Ponorogo, dan melibatkan kirab budaya serta pembagian tumpeng raksasa sebagai simbol keberkahan.


2. Kupatan – Gresik dan Lamongan

Di beberapa daerah seperti Gresik dan Lamongan, tradisi Kupatan dilakukan sepekan setelah Idul Fitri. Warga saling berbagi ketupat dan menggelar acara selamatan sebagai ungkapan syukur atas berakhirnya bulan suci Ramadhan.


3. Ledhug Suro – Magetan

Di Magetan, perayaan Idul Fitri juga diramaikan dengan Ledhug Suro, sebuah tradisi yang menggabungkan unsur religi dan budaya lokal. Arak-arakan serta pertunjukan seni khas daerah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan.


4. Perang Topat – Banyuwangi

Di Banyuwangi, ada tradisi unik bernama Perang Topat, yaitu saling lempar ketupat antarwarga sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan. Tradisi ini melambangkan semangat silaturahmi dan keharmonisan sosial.


5. Pawai Obor – Madura

Masyarakat Madura menggelar Pawai Obor pada malam takbiran. Tradisi ini melibatkan ribuan warga yang berkeliling desa sambil membawa obor, menciptakan suasana sakral dan penuh kebersamaan menjelang shalat Idul Fitri.


Kesimpulan

Tradisi-tradisi unik Lebaran di Jawa Timur mencerminkan kekayaan budaya yang masih terjaga hingga kini. Momen ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkokoh nilai-nilai kebersamaan dalam masyarakat. Dengan berbagai tradisi khas ini, Lebaran di Jawa Timur selalu memiliki keistimewaan tersendiri bagi setiap daerahnya.


Jatimku.com – Berita Lokal, Inspirasi Nasional

Kalimat Takbiran yang Dibaca pada Hari Raya Idul Fitri



Kalimat takbiran adalah seruan kebesaran Allah yang dikumandangkan oleh umat Muslim pada malam Hari Raya Idul Fitri. Takbiran menjadi salah satu tradisi yang sangat khas dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.


Bacaan Takbiran Hari Raya Idul Fitri

Kalimat takbiran yang biasa dibaca oleh umat Islam pada malam Idul Fitri adalah:


Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah.


Kalimat takbir ini sering kali diulang-ulang dan dikumandangkan di masjid, musala, serta dilakukan dalam arak-arakan takbiran di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, ada pula versi panjang dari takbiran yang menambahkan doa serta pujian kepada Nabi Muhammad SAW.


Makna dan Keutamaan Takbiran

Takbiran bukan sekadar seremonial semata, tetapi memiliki makna mendalam bagi umat Islam, di antaranya:

  1. Mengagungkan Kebesaran Allah – Dengan mengucapkan kalimat takbir, umat Muslim menyadari kebesaran dan keagungan Allah atas segala sesuatu.

  2. Bersyukur atas Nikmat Ramadan – Setelah sebulan penuh berpuasa, takbiran menjadi wujud syukur atas kesempatan menjalankan ibadah dan meraih keberkahan Ramadan.

  3. Mempererat Ukhuwah Islamiyah – Takbiran bersama, baik di masjid maupun dalam pawai takbiran, menjadi sarana mempererat persaudaraan sesama Muslim.


Tradisi Takbiran di Indonesia

Setiap daerah di Indonesia memiliki cara khas dalam menggemakan takbir. Beberapa di antaranya:

  • Takbiran Keliling – Umat Muslim berkeliling kampung atau kota dengan membawa obor, lampion, atau kendaraan yang dihiasi dengan berbagai ornamen Islami.

  • Tabuh Bedug – Masjid dan musala ramai dengan bunyi bedug yang dipukul beriringan dengan lantunan takbir.

  • Festival Takbiran – Di beberapa daerah, takbiran dirayakan dengan festival, lomba bedug, serta pertunjukan seni Islami.


Dengan beragam cara dan keunikan dalam bertakbir, suasana Idul Fitri di Indonesia selalu penuh kegembiraan dan kekhusyukan. Semoga takbiran ini menjadi pengingat untuk selalu mengagungkan Allah dan merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan.

Tradisi Takbiran Islam di Indonesia Saat Hari Raya Idul Fitri



Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang paling ditunggu oleh umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan. Salah satu tradisi yang selalu dinanti menjelang Idul Fitri adalah takbiran, yaitu mengumandangkan kalimat takbir sebagai bentuk syukur atas datangnya hari kemenangan. Tradisi takbiran di Indonesia memiliki berbagai macam bentuk yang unik dan khas di setiap daerah.


1. Takbir Keliling

Takbir keliling adalah salah satu tradisi yang paling populer di Indonesia. Masyarakat berkelompok, baik dari kalangan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, mengelilingi jalan-jalan kampung atau kota sambil mengumandangkan takbir. Biasanya, mereka membawa obor atau lampion dan diiringi dengan bedug yang dipukul bertalu-talu, menciptakan suasana yang penuh suka cita.


2. Takbir di Masjid dan Mushola

Di berbagai masjid dan mushola, takbir berkumandang sepanjang malam hingga menjelang shalat Idul Fitri. Umat Muslim berkumpul untuk bertakbir bersama, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mengingat kebesaran Allah. Takbir di masjid sering kali diiringi dengan bedug dan pengeras suara yang memperdengarkan gema takbir ke seluruh penjuru desa atau kota.


3. Takbiran dengan Kendaraan Hias

Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi takbiran dengan kendaraan hias. Mobil dan truk dihiasi dengan berbagai ornamen Islami, seperti miniatur masjid, kaligrafi, serta lampu warna-warni. Kendaraan ini kemudian berkeliling kota sambil mengumandangkan takbir, memberikan nuansa meriah di malam takbiran.


4. Festival dan Lomba Takbiran

Di beberapa daerah, takbiran bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi ajang perlombaan. Festival takbiran sering diadakan dengan berbagai kategori, seperti kreativitas tabuhan bedug, suara takbir paling merdu, hingga kendaraan hias terbaik. Tradisi ini semakin menyemarakkan malam Idul Fitri dan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.


5. Takbiran di Rumah Bersama Keluarga

Bagi sebagian orang, takbiran juga menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga di rumah. Mereka menghabiskan malam dengan bertakbir bersama, merenungkan makna Idul Fitri, serta berbagi cerita setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa. Takbiran di rumah menciptakan kehangatan dan mempererat tali silaturahmi antar anggota keluarga.


Kesimpulan

Tradisi takbiran di Indonesia merupakan bagian dari budaya Islam yang telah mengakar kuat di masyarakat. Dengan berbagai cara, umat Muslim di Indonesia menyambut Idul Fitri dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan rasa syukur. Takbir yang dikumandangkan di seluruh penjuru negeri menjadi simbol kemenangan setelah sebulan penuh menahan lapar, dahaga, serta melatih kesabaran dan ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga tradisi ini terus lestari dan semakin mempererat persaudaraan antar sesama umat Muslim.

7 Tradisi Malam Takbiran di Indonesia, Mana yang Paling Meriah?



Malam takbiran menjadi salah satu momen yang paling dinanti menjelang Hari Raya Idul Fitri. Di berbagai daerah di Indonesia, tradisi malam takbiran dilakukan dengan cara yang unik dan meriah, mencerminkan kekayaan budaya dan keanekaragaman masyarakat. Berikut adalah tujuh tradisi malam takbiran yang paling meriah di Indonesia:

  1. Takbir Keliling dengan Obor (Jawa)

  2. Di banyak daerah di Jawa, masyarakat melakukan takbir keliling dengan membawa obor. Anak-anak hingga orang dewasa berbaris sambil mengumandangkan takbir di sepanjang jalan, menciptakan suasana syahdu dan penuh kegembiraan.

  3. Takbir Bedug (Sumatra Barat & Jawa Barat)
    Tradisi ini dilakukan dengan menabuh bedug besar sambil mengucapkan takbir. Suara bedug yang menggema diiringi oleh suara takbir menambah semarak suasana malam takbiran.

  4. Pawai Lampion (Kalimantan Selatan)
    Di Banjarmasin, malam takbiran dihiasi dengan pawai lampion. Warga membawa lampion warna-warni sambil berjalan keliling kota, menciptakan pemandangan yang sangat indah dan berkesan.

  5. Festival Takbir Laut (Sulawesi Selatan)
    Di daerah pesisir seperti Makassar, masyarakat menggelar takbiran di atas kapal atau perahu yang dihiasi lampu-lampu cantik. Perahu-perahu tersebut berlayar bersama mengitari wilayah perairan setempat.

  6. Takbir On The Road (Jakarta & Kota Besar Lainnya)
    Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, malam takbiran sering dilakukan dengan konvoi kendaraan bermotor. Warga turun ke jalan dengan mobil dan sepeda motor sambil mengumandangkan takbir.

  7. Takbiran dengan Petasan dan Kembang Api (Jawa Timur & Bali)
    Takbiran di beberapa daerah di Jawa Timur dan Bali semakin meriah dengan letusan petasan dan kembang api. Langit malam dipenuhi cahaya warna-warni yang menambah kegembiraan menjelang Idul Fitri.

  8. Festival Gema Takbir (Aceh)
    Di Aceh, takbiran dirayakan dengan Festival Gema Takbir yang melibatkan banyak peserta dari berbagai daerah. Festival ini menjadi ajang kompetisi dalam mengumandangkan takbir dengan iringan alat musik tradisional.


Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam menyambut malam takbiran, tetapi semuanya mencerminkan kebersamaan dan kegembiraan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Tradisi mana yang menurut Anda paling meriah?

Inspirasi Dekorasi Rumah Bertema Ramadhan

 


Jatimku.com – Bulan Ramadhan adalah momen yang penuh berkah dan kebersamaan. Untuk menambah nuansa spiritual dan kehangatan di rumah, banyak keluarga mulai mendekorasi rumah mereka dengan sentuhan khas Ramadhan. Berikut beberapa inspirasi dekorasi rumah bertema Ramadhan yang bisa Anda terapkan:


1. Gunakan Warna Hangat dan Islami

Warna seperti emas, hijau, dan biru sering dikaitkan dengan suasana Islami dan Ramadhan. Gunakan elemen dekorasi dengan warna-warna ini untuk menciptakan suasana yang nyaman dan menenangkan.


2. Lampu Hias dan Lentera Arab

Lentera atau lampu hias berbentuk geometris khas Timur Tengah bisa menjadi elemen dekorasi utama. Anda bisa meletakkannya di ruang tamu atau teras untuk memberikan kesan hangat saat berbuka puasa.


3. Hiasan Kaligrafi Islami

Tambahkan dekorasi berupa kaligrafi Islami dengan tulisan seperti "Ramadhan Kareem" atau ayat-ayat Al-Qur'an. Bisa dalam bentuk lukisan, stiker dinding, atau ukiran kayu yang memperindah ruangan.


4. Sudut Ibadah yang Nyaman

Siapkan satu sudut khusus di rumah sebagai tempat ibadah dengan sajadah yang nyaman, rak Al-Qur’an, dan wewangian seperti aroma kayu gaharu agar ibadah terasa lebih khusyuk.


5. Meja Makan Bertema Ramadhan

Percantik meja makan dengan taplak bertema Islami, peralatan makan bernuansa emas atau perak, serta lilin aromaterapi untuk menciptakan suasana berbuka puasa yang lebih istimewa.


6. DIY Hiasan Kertas dan Gantungan Bulan Bintang

Untuk menambah keseruan, buatlah dekorasi DIY (Do It Yourself) bersama keluarga seperti hiasan gantung berbentuk bulan sabit dan bintang dari kertas atau kain flanel.


7. Tambahkan Aroma Khas Timur Tengah

Gunakan lilin aromaterapi atau dupa dengan aroma khas Timur Tengah seperti oud, gaharu, atau mawar untuk memberikan nuansa Ramadhan yang lebih mendalam.


Kesimpulan

Dengan sentuhan dekorasi sederhana, rumah bisa menjadi tempat yang lebih nyaman dan penuh semangat Ramadhan. Dekorasi tidak hanya memperindah ruangan tetapi juga menambah kekhusyukan dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini. Selamat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan rumah yang penuh berkah!


Jatimku.com – Menginspirasi Lewat Kata-kata

Mualaf Camp dan Yatim Camp 2025: Menguatkan Iman dan Menebarkan Keberkahan di Tosari, Bromo Tengger


Tosari, 24 Maret 2025 – Suasana penuh kebersamaan dan keberkahan terasa dalam kegiatan Mualaf Camp dan Yatim Camp yang sukses digelar di kawasan sejuk Tosari, Bromo Tengger. Acara yang diinisiasi oleh sejumlah lembaga amil zakat dengan dukungan Bank Syariah Indonesia & BSI Maslahat ini bertujuan untuk memperkuat keimanan serta memberikan dukungan spiritual kepada para peserta.


Kegiatan ini menghadirkan para mualaf yang baru memeluk Islam serta anak-anak yatim yang memperoleh bimbingan dan kasih sayang dari para pendamping. Berbagai program bermanfaat diselenggarakan, mulai dari kajian keislaman, pendalaman Al-Quran, hingga pemberian santunan dan bantuan kepada peserta.


"Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan lancar dan penuh berkah. Kami berharap melalui kegiatan ini, para mualaf dan anak yatim semakin kuat iman dan semangatnya dalam menghadapi kehidupan, serta mendapat dukungan dari komunitas," ujar salah satu penyelenggara acara.


Selain memperdalam ilmu agama, acara ini juga memperkuat tali persaudaraan antar peserta. Sesi berbagi cerita, motivasi, dan pembinaan menjadi wadah bagi mereka untuk saling menguatkan dan mendapatkan perspektif baru dalam menjalani kehidupan sebagai umat Muslim.


Berbagai donasi, termasuk Al-Quran, buku-buku agama, serta bantuan finansial, turut disalurkan kepada peserta untuk menunjang kehidupan mereka ke depan. Acara ditutup dengan doa bersama serta pesan motivasi dari para ustaz dan pembicara yang hadir.


Dengan kesuksesan kegiatan ini, panitia berharap Mualaf Camp dan Yatim Camp dapat menjadi agenda tahunan yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan dan perhatian lebih.

Liputan: Jatimku.com

7 Kesadaran yang Harus Kita Bangun dalam Mengejar Momen Lailatul Qadar



Malang – Lailatul Qadar dikenal sebagai malam penuh keberkahan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Namun, pernahkah kita melihatnya dari sudut pandang ilmiah? Salah satu kesadaran yang perlu dibangun dalam memahami Lailatul Qadar adalah relativitas waktu, sebagaimana yang dijelaskan dalam teori gravitasi dan relativitas waktu oleh Albert Einstein.


Kesadaran #1: Memahami Pelipat Gandaan Waktu melalui Relativitas

Lailatul Qadar dapat diibaratkan sebagai momen unik di mana relativitas waktu dapat dirasakan. Konsep ini mirip dengan yang ditampilkan dalam film Interstellar, di mana 1 jam di planet Miller setara dengan 7 tahun di Bumi. Penulisan skenario film ini bahkan melibatkan Kip Thorne, peraih Nobel Fisika 2017, yang memastikan akurasi perhitungan ilmiahnya.

Dalam konteks Lailatul Qadar, jika 1 malam setara dengan 1000 bulan, maka secara perhitungan:

  • 1 malam = 12 jam (maghrib-subuh)

  • 1 jam = 1000 bulan / 12 jam = 83,3 bulan

  • 1 jam = 6,94 tahun

Konsep ini menunjukkan bagaimana malam Lailatul Qadar menawarkan peluang luar biasa dalam menggandakan pahala ibadah. Satu jam membaca Al-Qur’an di malam ini bisa bernilai setara dengan membaca Al-Qur’an selama hampir 7 tahun!


Peluang Langka yang Tidak Boleh Dilewatkan

Dalam Al-Qur’an, banyak ayat ditutup dengan ajakan berpikir mendalam: 💡 Afalaa Ta'qiluun – Apakah kalian tidak berpikir? 💡 Afalaa Tatafakkaruun – Apakah kalian tidak merenungkan? 💡 Afalaa Tadzakkaruun – Apakah kalian tidak mengambil pelajaran?


Ayat-ayat ini mengajak kita untuk memahami betapa besarnya peluang emas yang diberikan pada malam Lailatul Qadar. Sayang jika momen ini terlewat begitu saja tanpa dimanfaatkan dengan optimal.


Ditulis pada malam 25 Ramadhan 1446 H oleh Iqrok Wahyu Perdana, Ketua Umum ACMI (Akademik Cendekiawan Muda Indonesia). Semoga menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin bersemangat mengejar malam penuh kemuliaan ini.

Liputan: Jatimku.com

Makna dan Filosofi Zakat Fitrah dalam Kehidupan Sosial


Malang, Jatimku.com – Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban umat Muslim yang harus ditunaikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Tidak hanya sebagai bentuk ibadah, zakat fitrah juga memiliki makna dan filosofi yang mendalam dalam kehidupan sosial, terutama dalam membangun solidaritas dan kepedulian antar sesama.


1. Membersihkan Diri dan Menyempurnakan Ibadah

Zakat fitrah memiliki makna spiritual sebagai penyuci diri bagi umat Muslim setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Dalam Islam, zakat ini bertujuan untuk membersihkan jiwa dari dosa-dosa kecil yang mungkin terjadi selama Ramadhan.


2. Menjaga Keseimbangan Sosial

Filosofi zakat fitrah juga mencerminkan pentingnya keadilan sosial. Dengan zakat ini, setiap Muslim membantu mereka yang kurang mampu agar dapat merasakan kebahagiaan Idulfitri tanpa kekurangan kebutuhan pokok.


3. Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Ketika seseorang memberikan zakat fitrah, ia tidak hanya menunaikan kewajiban agama tetapi juga memperkuat tali persaudaraan dalam masyarakat. Sikap berbagi ini mempererat hubungan antar sesama Muslim, menciptakan rasa kebersamaan dan kasih sayang.


4. Mengajarkan Kepedulian dan Rasa Syukur

Dengan berzakat, umat Muslim diajarkan untuk selalu peduli terhadap sesama, terutama mereka yang kurang beruntung. Selain itu, zakat juga menjadi bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT.


5. Mengurangi Kesenjangan Ekonomi

Dalam aspek sosial, zakat fitrah berperan sebagai instrumen ekonomi yang membantu pemerataan kesejahteraan. Ketika orang-orang yang mampu membantu mereka yang kekurangan, maka kesenjangan sosial dapat diminimalkan, menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera.


Sebagai ibadah wajib, zakat fitrah tidak hanya berdampak secara spiritual tetapi juga memberikan manfaat besar bagi tatanan sosial. Dengan menunaikannya, umat Muslim turut berkontribusi dalam menciptakan keseimbangan dan kebersamaan dalam masyarakat.


Teater Musikal "C'est la Vida!" Hadir di Malang dalam Rangka Francophonie 2025



Malang – Dalam rangka perayaan Francophonie 2025, Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya bekerja sama dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema) menghadirkan pertunjukan teater musikal "C'est la Vida!" pada Rabu, 19 Maret 2025. Acara ini akan berlangsung di Polinema mulai pukul 14.30 hingga 16.30 WIB dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.


Francophonie merupakan perayaan tahunan yang digelar setiap bulan Maret untuk merayakan keberagaman budaya dan bahasa Prancis di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tahun ini, dalam programnya, Polinema menghadirkan "C'est la Vida!", sebuah karya dari kelompok tari-teater asal Prancis, Compagnie De Fakto. Pertunjukan ini menggabungkan tari, teater, pantomim, dan gerakan tubuh dengan iringan musik yang ceria.


Compagnie De Fakto, yang berbasis di Lyon, didirikan pada tahun 2002 oleh Aurélien Kairo, seorang koreografer dan sutradara teater asal Prancis. Kairo sendiri telah meniti karier sebagai penari hip-hop sejak 1993 dan semakin dikenal di dunia seni pertunjukan Prancis. "C'est la Vida!" merupakan salah satu karya terbarunya yang diproduksi pada tahun 2022.


Ungkapan "C'est la Vida!" merupakan kombinasi bahasa Prancis dan Spanyol yang berarti "Inilah kehidupan!". Melalui pertunjukan ini, Compagnie De Fakto mengajak penonton untuk melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih ceria dan penuh kebahagiaan. Dua penari utama dalam pertunjukan ini akan membawa audiens dalam perjalanan emosional melalui gerakan tubuh yang dinamis dan harmonisasi musik Prancis serta Spanyol.


Sebelum tampil di Malang, pertunjukan "C'est la Vida!" lebih dulu digelar di beberapa kota lain, yaitu Bandung pada 15 Maret di IFI Bandung, Yogyakarta pada 17 Maret di IFI Yogyakarta, dan akan ditutup di Jakarta pada 20 Maret di Bentara Budaya Jakarta, bertepatan dengan Hari Francophonie Dunia.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai acara ini, masyarakat dapat mengunjungi situs web resmi IFI Indonesia di www.ifi-id.com atau mengikuti akun media sosial mereka. Kehadiran "C'est la Vida!" di Indonesia diharapkan dapat memberikan pengalaman seni pertunjukan yang inspiratif dan penuh kebahagiaan bagi para penonton.

Menembus Batas Panggung: Pertunjukan Teater Rooftop Pertama di Gresik



Jatimku.com, Gresik – Sebuah terobosan luar biasa dalam seni pertunjukan hadir di Gresik pada 16 Maret 2025, saat kelompok teater Kendati Chaos mempersembahkan pertunjukan teater pertama yang digelar di atas sebuah rooftop bangunan tua berusia lebih dari 120 tahun, Sualoka.Hub, yang terletak di Kampung Kemasan, Gresik. Mengusung konsep yang berbeda dari teater tradisional, acara ini mengajak penonton untuk merasakan sensasi baru dalam menikmati seni pertunjukan, dengan latar langit malam dan pemandangan kota industri yang memukau.


Pertunjukan ini merupakan bagian dari rangkaian program pameran The Jumping City yang diselenggarakan oleh Yayasan Gang Sebelah. Naskah berjudul "Aku Ingin Menyebut Laut dengan Huruf Kapital di Depannya" karya Shohifur Ridho’i dibawakan dengan penuh emosi oleh para aktor Kendati Chaos, yang disutradarai oleh Choiruz Zaman. Cerita ini mengangkat tema tentang ingatan, laut yang tinggal kenangan, dan kegelisahan hidup yang terus bergulir.


Berbeda dengan teater konvensional, di mana penonton duduk rapi di kursi auditorium, kali ini penonton duduk di tengah-tengah, layaknya di cafe atau warung kopi. Para aktor bergerak mengelilingi penonton, menciptakan pengalaman yang lebih intim dan dekat. Dengan pendekatan ini, penonton tidak hanya menjadi saksi, tetapi seolah turut terlibat dalam setiap ekspresi, gerakan, dan dialog yang disampaikan.


Meskipun hujan mengguyur Gresik, semangat penonton tidak luntur. Dengan jas hujan yang disediakan panitia, mereka tetap bertahan lebih dari tiga puluh menit untuk menikmati pementasan yang berlangsung khidmat, seolah ada ikatan emosional antara pemain dan penonton.


Setelah pertunjukan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi. Sutradara Choiruz Zaman menjelaskan bahwa pertunjukan ini merupakan refleksi dari kehidupan sehari-hari di Gresik, yang digambarkan melalui laut yang tinggal ingatan dan kondisi lingkungan yang terus berubah. Respon positif datang dari penonton, seperti yang diungkapkan oleh Harry Koko Priutama, yang merasakan adanya luapan emosi seperti amarah dan kekecewaan, serta kritik terhadap kondisi alam dan laut di Gresik.


Teater di atas rooftop ini bukan sekadar tentang lokasi yang unik, tetapi juga tentang bagaimana ruang mempengaruhi pengalaman dan makna sebuah cerita. Pertunjukan ini memberikan tawaran baru dalam seni pertunjukan, menunjukkan bahwa teater bisa hadir di mana saja, bahkan di atas atap gedung tua, menyentuh hati dan pikiran penonton dengan cara yang tak terduga.


Pertunjukan ini adalah bukti nyata bahwa seni pertunjukan di Indonesia terus berkembang, mengaburkan batasan-batasan tradisional, dan memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi penonton. Semoga acara serupa dapat terus menginspirasi inovasi seni lainnya di berbagai daerah.

Pejuang BerKahf NgabubuRun X EJSC Bakorwil Malang X Playon Malang: Berlari di Bawah Gerimis, Rayakan Gaya Hidup Sehat


Jatimku.com, Malang – Semangat peserta tak pernah surut meski langit mendung dan hujan mengguyur. Pejuang BerKahf NgabubuRun X Playon Malang, yang digelar pada Minggu, 16 Maret 2025, di Halaman Bakorwil, Jln. Simpang Ijen Kota Malang, tetap berlangsung dengan penuh antusiasme. Event ini sukses mengumpulkan berbagai komunitas lari meskipun sempat dihadang hujan deras.


Acara ini merupakan kolaborasi antara Kahf, EJSC Malang, dan Playon Malang, dengan dukungan penuh dari Bakorwil III Malang serta komunitas lari seperti Free Runner Malang. Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-10 Playon Malang, event ini mengusung misi untuk menyebarkan gaya hidup sehat melalui olahraga serta mendukung UMKM lokal di bulan Ramadhan.


Sejak pukul 14.30 WIB, cuaca mendung mulai menggantung, diikuti oleh hujan deras yang mengguyur hingga pukul 16.00 WIB—waktu yang seharusnya menjadi waktu dimulainya lomba. Pada saat itu, Race Director, Eko Cahyono, yang juga merupakan Captain Playon Malang, menghadapi keputusan sulit mengenai kelanjutan acara.


Namun, harapan kembali muncul ketika hujan mulai mereda sekitar pukul 16.25 WIB. Peserta yang telah siap, dengan semangat tinggi, berkumpul di garis start untuk mengikuti Fun Run 5K. Meski hujan kembali turun dalam bentuk gerimis, semangat peserta tidak luntur. Dengan sedikit pemanasan dari Crew De Gym, mereka akhirnya dilepas untuk berlari di bawah rintik hujan, merayakan hidup sehat di Bumi Arema.


"Alhamdulillah, semua berjalan baik. Walaupun peserta basah kuyup, saya tahu mereka sangat senang. Kapan lagi bisa berlari di bawah gerimis kalau bukan di NgabubuRun BerKahf Playon Malang ini?" ungkap Eko Cahyono, dengan senyum bangga.


Selain Fun Run 5K, acara ini juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik lainnya, seperti:

  • Buka Bersama untuk berbagi kebahagiaan selama bulan Ramadhan
  • Entertainment & Musik yang menemani peserta dan pengunjung
  • Bazar UMKM yang bertujuan untuk meningkatkan omzet para pelaku usaha lokal
  • Silaturahmi komunitas lari untuk mempererat hubungan antar komunitas
  • Games & Doorprize dengan hadiah menarik yang menambah semarak acara


Event ini diharapkan bisa menjadi agenda tahunan yang menghubungkan komunitas lari dengan masyarakat luas serta menjadi sarana berbagi kebahagiaan selama bulan Ramadhan.


Dukungan dari berbagai sponsor ternama seperti Biznet, Malang Strudel, Telkomsel, Wardah, Jatim Park Grup, dan Milo, semakin menambah semarak acara. Tak ketinggalan, media partner seperti Event Malang, Times Indonesia, Radio MFM, RRI, dan tentu saja jatimku.com turut membantu dalam publikasi dan peliputan acara.

Meskipun cuaca tak selalu mendukung, Pejuang BerKahf NgabubuRun X Playon Malang berhasil menunjukkan bahwa semangat untuk hidup sehat dan berbagi kebahagiaan tak bisa dipadamkan. Tahun depan, event ini diharapkan bisa kembali digelar dengan lebih banyak peserta dan kejutan yang lebih menarik.


"NgabubuRun bukan hanya soal lari, tapi tentang semangat, kebersamaan, dan berbagi kebahagiaan. Sampai jumpa di NgabubuRun berikutnya!" tutup Eko Cahyono.


SMP Boarding School Qurrota A’yun Buka Pendaftaran Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2025-2026

 


Malang, Jatimku.com – SMP Boarding School Qurrota A’yun, sebuah sekolah Islam berwawasan internasional (SIBI) yang berlokasi di Kota Malang, resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2025-2026. Dengan sistem pendidikan berbasis pesantren modern, sekolah ini siap mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia serta memiliki keterampilan unggulan.


Target Kelulusan Unggulan

SMP Qurrota A’yun memiliki lima target utama bagi setiap lulusannya, yaitu:

  1. Mampu memahami isi kandungan Al-Qur’an

  2. Hafal minimal 3 juz Al-Qur’an

  3. Mampu membaca kitab kuning

  4. Menguasai bahasa asing dan memiliki kesempatan tour ke luar negeri

  5. Mahir dalam public speaking seperti MC, pidato, serta memiliki keterampilan berdagang

Sebagai salah satu syarat utama, calon peserta didik wajib memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an.


Jadwal Pendaftaran dan Seleksi

Terdapat dua gelombang pendaftaran bagi calon siswa:

  • Gelombang 1: 06 – 16 Januari 2025

  • Gelombang 2: 03 Februari – 20 Maret 2025

Sementara itu, seleksi bagi calon peserta didik akan dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Maret 2025, pukul 13.00 WIB. Bagi peserta yang berasal dari luar Jawa, seleksi dapat dilakukan secara daring melalui wawancara video call (VC) atau online. Pertemuan wali santri bagi peserta yang diterima dijadwalkan pada Sabtu, 22 Maret 2025, pukul 10.00 WIB.


Keunggulan SMP Qurrota A’yun

Sebagai sekolah berbasis boarding school, Qurrota A’yun menawarkan berbagai keunggulan, di antaranya:

  • Kualitas pendidikan yang terjamin dengan biaya yang terjangkau

  • Sistem pulang setiap Sabtu bagi santri yang ingin kembali ke rumah

  • Fasilitas kelas ber-AC yang nyaman

  • Pendampingan holistik bagi para santri untuk memastikan perkembangan akademik dan spiritual yang optimal

Dengan kapasitas terbatas, SMP Qurrota A’yun hanya menerima 15 siswa per kelas pada tahun ajaran ini. Oleh karena itu, bagi para orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik untuk putra mereka, segera daftarkan anak-anak ke sekolah ini.


Informasi Pendaftaran

Tempat pendaftaran berlokasi di Perumahan Gadang Regency F-06, Kota Malang. Untuk informasi lebih lanjut, calon pendaftar dapat menghubungi kontak berikut: 📞 082 223 334 887 📞 085 232 112 183

Untuk update terbaru, ikuti akun media sosial resmi SMP Qurrota A’yun di Instagram: @smpqurrotaayun.

Kerja Bhakti Minggu Bersih Persiapan Event Madyopuro Mangano: Warga dan Dinas Bergotong Royong Mempercantik Kawasan Pintu Masuk Kota Malang



Malang, 16 Maret 2025 — Sebagai bagian dari persiapan untuk event Madyopuro Mangano, pada Minggu, 16 Maret 2025, warga Madyopuro menggelar Kerja Bhakti Minggu Bersih di kawasan Madyopuro Mangano. Acara ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Pokjamas Madyopuro, panitia pelaksana event, serta sejumlah dinas terkait dari Pemkot Malang, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, serta Linmas Madyopuro, Karang Taruna, LPMK, BKM, dan Paguyuban RW se-Kelurahan Madyopuro. Tidak ketinggalan, Tim Kerja dari Perumda Tugu Tirta Kota Malang juga turut terlibat dalam kegiatan ini.


Semangat Gotong Royong untuk Membangun Wajah Baru Kota Malang

Siswantoro, perwakilan dari warga Madyopuro dan panitia pelaksana event Madyopuro Mangano, menyampaikan apresiasinya kepada dinas terkait yang turut serta dalam kerja bhakti tersebut. “Kami seluruh warga Madyopuro berterima kasih kepada dinas terkait yang ikut dalam Kerja Bhakti Minggu Bersih. Ini bisa menjadi titik awal untuk mempercantik kawasan Madyopuro sebagai Wajah Baru Pintu Masuk Kota Malang,” ungkapnya.


Siswantoro juga menambahkan, pembangunan kawasan Madyopuro sebagai wajah baru Kota Malang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Inisiatif ini, yang muncul dari bawah, merupakan hasil aspirasi seluruh warga Madyopuro. Kerja Bhakti Minggu Bersih ini, kata Siswantoro, menjadi langkah kongkrit yang menunjukkan semangat gotong royong untuk membangun kawasan Madyopuro Mangano, sekaligus menjadi bagian dari pembangunan masa depan Kota Malang.


Kesiapan Menyambut Event Madyopuro Mangano

Anang Setiawan, koordinator kegiatan Kerja Bhakti Minggu Bersih, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk mempercantik kawasan, tetapi juga untuk mempersiapkan keberhasilan event Madyopuro Mangano yang akan datang. “Kerja Bhakti Minggu Bersih ini adalah langkah awal mempersiapkan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan bagi pelaksanaan event nanti. Kami ingin seluruh warga Madyopuro bisa menjadi tuan rumah yang baik bagi semua pihak,” ujarnya.


Anang, yang juga merupakan tokoh penggerak warga RW 15 Kelurahan Madyopuro, menegaskan pentingnya budaya kerja bhakti dan gotong royong. Menurutnya, kesadaran warga untuk berinisiatif dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah dapat menjadi kekuatan produktif dan progresif. Ia percaya bahwa program kerja yang berasal dari aspirasi warga akan lebih mudah berhasil dan berkelanjutan.


Kolaborasi untuk Masyarakat Kota Malang

Andik Candra, anggota Madyopuro Mangano, menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi selalu diutamakan dalam pembangunan kawasan ini. “Inisiatif ini bukan hanya untuk warga Madyopuro, tetapi untuk kesejahteraan seluruh warga Kota Malang,” kata Andik. Ia menambahkan bahwa meskipun cuaca hujan gerimis pada saat kegiatan, antusiasme warga dan dinas terkait tetap tinggi. Ini membuktikan semangat untuk mewujudkan harapan akan hadirnya wajah baru Pintu Masuk Kota Malang.


Kegiatan kerja bhakti ini menjadi simbol semangat kebersamaan dan tekad kuat warga Madyopuro untuk menjadikan kawasan mereka lebih baik, serta memberikan dampak positif bagi seluruh warga Kota Malang. Dengan semangat gotong royong, mereka berharap kawasan Madyopuro Mangano dapat menjadi pintu masuk yang indah dan nyaman bagi siapa saja yang datang ke Kota Malang.

Bedah Dapur Kuratorial: Mengungkap Proses di Balik Pameran The Jumping City



Gresik, 15 Maret 2025 — Proses kuratorial menjadi kunci dalam menghadirkan pameran seni yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat dengan pesan dan makna. Hal ini tergambar jelas dalam pameran The Jumping City yang digelar oleh Yayasan Gang Sebelah. Melalui program Curator Talk bertajuk "Bedah Dapur Kuratorial", para pengunjung diberikan kesempatan untuk menyelami proses di balik layar pameran yang menyajikan karya-karya seni dari seniman Anhar dan Suef.


Acara yang berlangsung pada Sabtu, 15 Maret 2025, di Sualoka.Hub, Gresik, ini menghadirkan dua pembicara utama: Hidayatun Nikmah, kurator pameran The Jumping City, dan Ayos Purwoaji, seorang kurator yang turut mendampingi proses kuratorial pameran ini. Diskusi ini dipandu oleh moderator Gata Mahardika.


Proses Kuratorial: Dari Pemilihan Tema hingga Penyusunan Narasi

Hidayatun Nikmah, yang juga seorang kurator perempuan, memaparkan bahwa proses kuratorial bukan sekadar memilih karya, melainkan merancang sebuah narasi yang dapat menyampaikan pesan yang kuat kepada audiens. “Proses ini dimulai dengan pemilihan tema yang relevan, yang kemudian diterjemahkan melalui pilihan karya. Di pameran ini, saya ingin menunjukkan bagaimana nilai-nilai sosial, terutama terkait dengan gender, berperan dalam menciptakan makna yang lebih dalam dalam karya seni,” ungkap Hidayatun.


Pemilihan karya-karya Anhar dan Suef dalam pameran ini juga tidak sembarangan. Kedua seniman ini memiliki kesamaan dalam berkarya, terutama dalam seni damar kurung yang kental dengan representasi maskulinitas dan narasi kepemimpinan. Hidayatun menyebutkan bahwa karya mereka menggambarkan konstruksi sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemimpin. Namun, sebagai kurator perempuan, Hidayatun mampu membawa perspektif baru yang membuka lebih banyak kemungkinan dalam menafsirkan karya-karya tersebut.


Perspektif Gender: Menyajikan Makna yang Lebih Kompleks

Salah satu sorotan menarik dalam diskusi ini adalah bagaimana perspektif gender berperan penting dalam proses kuratorial. Hidayatun menjelaskan bahwa pembacaan karya seni laki-laki oleh seorang kurator perempuan memberikan sudut pandang yang berbeda, yang sering kali membawa nuansa yang lebih beragam. "Pembacaan karya yang terlalu maskulin bisa membatasi eksplorasi terhadap makna lain yang ada di dalamnya. Dengan perspektif perempuan, saya berharap bisa menciptakan keseimbangan dalam pemaknaan dan membuka ruang bagi interpretasi yang lebih luas," jelasnya.


Ayos Purwoaji, kurator yang juga berpengalaman dalam mendampingi proses kuratorial The Jumping City, menambahkan bahwa keberhasilan sebuah pameran sangat ditentukan oleh pendekatan yang dilakukan oleh kurator terhadap seniman. "Hidayatun berhasil membangun hubungan yang sangat erat dengan Anhar dan Suef. Melalui diskusi yang intens, ia tidak hanya memahami karya lebih dalam, tetapi juga mampu merancang narasi yang kuat dan bermakna," ujar Ayos.



Pameran yang Lebih dari Sekadar Karya Seni

Pameran The Jumping City tidak hanya menyajikan karya seni, tetapi juga mengundang pengunjung untuk merenung lebih dalam tentang makna di balik karya-karya tersebut. Melalui proses kuratorial yang melibatkan banyak interaksi antara kurator dan seniman, pameran ini mampu memberikan perspektif baru yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menggugah pemikiran.


Acara Curator Talk yang diselenggarakan di Sualoka.Hub menjadi kesempatan bagi publik untuk memahami lebih jauh bagaimana proses kuratorial dapat membentuk pengalaman seni yang lebih kaya. Dengan tema yang relevan dan narasi yang kuat, pameran ini membuktikan bahwa seni bukan hanya tentang apa yang terlihat, tetapi juga tentang pesan dan makna yang tersembunyi di balik karya-karya tersebut.


Pameran The Jumping City dapat dinikmati oleh masyarakat umum, dan diskusi tentang proses kuratorial yang mengiringinya memberikan wawasan baru bagi siapa saja yang ingin lebih mendalami dunia seni dan pameran.

Tips Berpuasa Sehat bagi Lansia: Menjaga Kesehatan di Bulan Ramadan



Jatimku.com - Ramadan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk para lansia yang tetap semangat menjalankan ibadah puasa. Namun, kondisi fisik yang tidak lagi sekuat dulu membuat mereka perlu memperhatikan pola makan dan asupan nutrisi agar tetap sehat selama berpuasa. Berikut beberapa tips dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia untuk menjaga kesehatan lansia selama bulan Ramadan.


1. Perhatikan Asupan Saat Sahur

Sahur merupakan waktu yang sangat penting untuk menjaga stamina sepanjang hari. Lansia disarankan untuk:

  • Menghindari konsumsi teh dan kopi berlebihan karena dapat mempercepat metabolisme dan membuat tubuh cepat merasa haus.

  • Mengonsumsi makanan yang lambat dicerna dan kaya serat seperti gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, dan nasi merah agar energi bertahan lebih lama.


2. Pola Makan Saat Berbuka

Berbuka dengan makanan yang tepat dapat membantu tubuh memulihkan energi dengan baik. Beberapa tips berbuka puasa bagi lansia antara lain:

  • Memilih kurma sebagai makanan pertama karena kandungan gula alami, serat, dan mineralnya dapat mengembalikan energi tubuh secara perlahan.

  • Mengonsumsi pisang yang kaya kalium dan magnesium, baik untuk kesehatan jantung dan keseimbangan cairan tubuh.

  • Membatasi makanan yang digoreng karena dapat meningkatkan kadar lemak dalam tubuh dan memperburuk kondisi kesehatan lansia yang memiliki riwayat penyakit jantung atau hipertensi.


3. Hindari Konsumsi Berlebihan

Agar ibadah puasa tetap lancar, lansia dianjurkan untuk:

  • Menghindari konsumsi gula berlebihan karena dapat menyebabkan rasa haus lebih cepat.

  • Meminum cukup air atau jus buah antara berbuka hingga sebelum tidur untuk menjaga hidrasi tubuh.

  • Mengurangi makanan dan minuman dingin atau es karena dapat menyebabkan rasa kenyang lebih cepat, sehingga tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.


Menjalankan ibadah puasa di usia lanjut memang membutuhkan persiapan yang lebih matang. Dengan menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat, lansia dapat menjalankan puasa dengan lebih nyaman dan khusyuk. Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan dan kesehatan bagi kita semua. Marhaban ya Ramadan!

Donasi, Santunan, dan Berbagi Takjil: Kegiatan Sosial di Bulan Ramadan dari Arek Kepanjen

 


Kepanjen, 13 Maret 2025 – Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, Arek Kepanjen menggelar kegiatan sosial bertajuk donAKsi, sebuah acara yang menggabungkan donasi, penggalangan dana, bazar takjil, dan aksi sosial lainnya untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Kegiatan ini berlangsung pada hari ini, 13 Maret 2025, bertempat di Basecamp Arek Kepanjen yang terletak di Jl. Banurejo Utara, Stasiun Kepanjen, mulai pukul 15.00 hingga 17.30.


Tujuan utama dari kegiatan donAKsi adalah untuk mengumpulkan dana sebesar 40 paket sembako dan uang tunai yang nantinya akan disalurkan sebagai santunan kepada lansia dan anak didik yang tergolong dhuafa di wilayah Kepanjen. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat menambah stok darah yang dibutuhkan oleh PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang melalui kegiatan donor darah yang diadakan di lokasi tersebut.



Ketua Panitia donAKsi, Dodi, menyampaikan bahwa harapan utama dari acara ini adalah untuk memberikan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan, khususnya di bulan yang penuh berkah ini. “Kami berharap kegiatan ini bisa membawa manfaat, tidak hanya dalam bentuk bantuan sembako dan uang tunai, tetapi juga dalam memberikan kebahagiaan kepada lansia dan anak-anak yang kurang mampu. Selain itu, aksi donor darah ini diharapkan dapat menambah stok darah PMI untuk kebutuhan pasien,” ujarnya.


Selain kegiatan penggalangan dana dan donor darah, acara ini juga dimeriahkan dengan bazar takjil yang menyediakan beragam pilihan makanan berbuka puasa. Tak ketinggalan, suasana semakin meriah dengan adanya hiburan live musik yang mengiringi jalannya acara.


Kegiatan sosial ini melibatkan berbagai elemen masyarakat umum yang turut berpartisipasi dalam mendukung acara. Dodi juga menambahkan bahwa kerjasama dengan PMI Kabupaten Malang sangat penting untuk keberhasilan acara ini, terutama dalam kegiatan donor darah yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.


Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, semangat berbagi di bulan Ramadan semakin tumbuh, serta memberi dampak positif bagi banyak pihak, terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan.


Untuk informasi lebih lanjut atau untuk berbagi kontribusi, Anda dapat mengunjungi Basecamp Arek Kepanjen atau menghubungi panitia yang bertugas.


Sekian dan terima kasih.

Tips Memilih Oleh-Oleh Lebaran yang Berguna dan Sesuai dengan Selera Keluarga atau Teman



Malang, Jatimku.com – Lebaran identik dengan tradisi saling berbagi kebahagiaan, dan salah satu cara untuk mengekspresikan rasa cinta kepada keluarga dan teman adalah dengan memberikan oleh-oleh. Namun, memilih oleh-oleh yang tepat bisa jadi tantangan tersendiri. Untuk itu, berikut beberapa tips memilih oleh-oleh Lebaran yang tidak hanya menarik, tetapi juga berguna dan sesuai dengan selera orang yang akan menerimanya.


1. Kenali Minat dan Kebutuhan Penerima

Sebelum memilih oleh-oleh, penting untuk mengenali apa yang menjadi minat atau kebutuhan keluarga atau teman yang akan menerima hadiah tersebut. Jika mereka suka makanan, pilihlah oleh-oleh khas daerah yang bisa dinikmati bersama, seperti kue kering, dodol, atau makanan khas lokal. Namun, jika mereka lebih menyukai barang-barang yang praktis, pertimbangkan memilih oleh-oleh berupa aksesori atau perlengkapan rumah tangga.


2. Pilih Oleh-Oleh yang Berbeda dari yang Lain

Salah satu cara agar oleh-oleh yang diberikan lebih berkesan adalah dengan memilih sesuatu yang unik dan berbeda dari yang biasa diterima orang lain. Misalnya, produk-produk lokal yang jarang ditemukan di tempat asal mereka bisa menjadi pilihan menarik. Anda juga bisa memilih oleh-oleh yang memiliki nilai seni tinggi, seperti kerajinan tangan atau batik khas daerah setempat.


3. Pertimbangkan Kemasan yang Menarik

Tak hanya soal isi, kemasan oleh-oleh juga penting untuk diperhatikan. Kemasan yang menarik akan memberikan kesan tersendiri dan membuat penerima semakin senang. Pilihlah kemasan yang cantik dan praktis, serta sesuai dengan tema Lebaran. Kemasan yang baik tidak hanya memperindah, tetapi juga menjaga kualitas oleh-oleh agar tetap terjaga hingga sampai tujuan.


4. Oleh-Oleh yang Dapat Dikonsumsi Bersama

Makanan menjadi salah satu pilihan oleh-oleh yang paling digemari selama Lebaran. Pilihlah makanan yang tidak hanya enak, tetapi juga bisa dinikmati bersama keluarga atau teman-teman yang berkunjung. Kue-kue tradisional atau makanan khas daerah bisa menjadi pilihan tepat. Pastikan makanan tersebut mudah dibawa dan awet, sehingga bisa dinikmati dalam waktu yang cukup lama.


5. Sesuaikan dengan Anggaran

Tentu saja, dalam memilih oleh-oleh, anggaran juga harus menjadi pertimbangan. Tidak perlu memilih barang yang mahal jika itu tidak sesuai dengan anggaran Anda. Banyak pilihan oleh-oleh yang terjangkau namun tetap berkualitas dan bermanfaat, seperti kerajinan tangan, pernak-pernik, atau bahkan produk lokal yang memiliki nilai unik. Yang terpenting adalah ketulusan dalam memilih oleh-oleh.

BKN Siap Bantu CPNS yang Telah Resign Kerja Sementara di Kantor Lama

 


Surabaya, Jatimku.com – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan kesiapan untuk membantu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang terlanjur mengundurkan diri dari pekerjaan sementara mereka di kantor lama. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan kepada CPNS yang dalam proses alih status, namun mengalami kesulitan akibat keputusan mereka untuk resign sementara waktu.


Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Senin (12/03). Menurutnya, ada sejumlah CPNS yang telah meninggalkan pekerjaan mereka sebelumnya dengan alasan ingin fokus pada proses seleksi CPNS atau melaksanakan tugas lainnya yang terkait dengan proses pengangkatan. Namun, sebagian dari mereka kini mengalami kendala setelah tidak memiliki penghasilan sementara menunggu penempatan atau pelaksanaan tugas baru.


“BKN memahami situasi ini dan siap memberikan solusi dengan berkoordinasi dengan instansi terkait. Kami akan memastikan bahwa CPNS yang sudah terlanjur mengundurkan diri sementara akan tetap mendapatkan dukungan sesuai dengan ketentuan yang ada,” ujar Bima Haria.


Bantuan ini bisa berupa dukungan administratif atau proses pengajuan penempatan kembali ke instansi yang sesuai. BKN juga memberikan kemudahan dalam pengurusan administrasi dan membantu CPNS yang terkendala agar bisa kembali memperoleh pekerjaan sementara atau mendapatkan solusi lainnya.


Lebih lanjut, Bima menjelaskan bahwa tujuan dari bantuan ini adalah untuk memastikan bahwa CPNS yang terlibat dalam proses transisi tidak merasa kesulitan atau kehilangan kesempatan yang telah mereka dapatkan. "Kami ingin memastikan agar proses pengangkatan ini berjalan lancar tanpa mengorbankan kesejahteraan para CPNS," tambahnya.


Di sisi lain, sejumlah CPNS yang telah mengundurkan diri sementara mengungkapkan rasa lega dan harapan mereka terkait dukungan yang diberikan oleh BKN. Banyak dari mereka yang sempat khawatir mengenai masa depan karir mereka setelah keputusan resign sementara. Namun, dengan adanya bantuan ini, mereka merasa lebih yakin bahwa proses transisi akan berjalan dengan baik.


BKN juga mengingatkan bahwa meskipun bantuan ini diberikan, CPNS yang sudah mengundurkan diri masih tetap harus mengikuti prosedur yang berlaku dalam seleksi dan pengangkatan CPNS sesuai dengan peraturan yang ada.


Ke depannya, BKN berharap kebijakan ini bisa memberikan rasa aman bagi CPNS dalam menjalani proses transisi menuju status kepegawaian yang lebih stabil dan terjamin.

Redaksi Jatimku.com

41 Tahun Langkah-Langkah Grass Rock: Festival Rock Pelajar Se-Jawa Bali 2025 Jadi Gerakan Regenerasi Musisi Rock Indonesia



Madiun, 11 Maret 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret, #ROCKGENERASI hadir sebagai sebuah terobosan baru dalam dunia musik Indonesia. Festival Rock Pelajar Se-Jawa Bali 2025 siap digelar pada 14-15 Juni 2025 di Kota Madiun. Ajang ini bertujuan untuk menggairahkan kembali semangat musik rock di kalangan generasi muda dan merangsang regenerasi musisi rock Indonesia.


#ROCKGENERASI merupakan kolaborasi antara GRASS ROCK, band rock legendaris asal Surabaya, dengan komunitas Madiun Rock City (MRC). Festival ini tidak hanya akan menampilkan kompetisi band pelajar, tetapi juga akan menjadi wadah bagi para pelajar dari berbagai tingkatan—dari SD hingga Perguruan Tinggi—untuk menyalurkan kreativitas dan bakat bermusik mereka dalam genre rock.


Menghidupkan Kembali Semangat Musik Rock di Indonesia

Musik rock pernah mendominasi panggung budaya populer Indonesia pada masa kejayaannya. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, regenerasi musisi dan pendengar rock Indonesia mengalami penurunan. #ROCKGENERASI hadir untuk mengubah hal itu dan memberi kesempatan bagi generasi muda untuk melanjutkan warisan musik rock yang khas dengan nuansa Nusantara.


Rere, drummer legendaris dari Grass Rock, mengungkapkan bahwa tujuan dari festival ini adalah untuk memastikan musik rock tetap relevan bagi generasi muda. “Kami ingin memastikan musik rock tetap memiliki tempat di hati generasi muda dan terus berkembang dengan inovasi tanpa kehilangan esensinya. Regenerasi ini penting untuk memperkuat ekosistem musik kreatif di Indonesia,” kata Rere.


Sebagai informasi, Rere tidak hanya dikenal sebagai drummer legendaris di Grass Rock, tetapi juga pernah berkolaborasi dengan musisi ternama seperti Dewa 19, Ada Band, Iwan Fals, dan Nicky Astria. Begitu pula dengan Edi Kemput, gitaris Grass Rock, yang memiliki banyak pengalaman bekerja dengan musisi ternama tanah air, seperti Chrisye dan KLA Project.



Festival Sebagai Momentum Kebangkitan Rock Indonesia

Menurut Anwar, manajer Grass Rock, festival ini lebih dari sekadar kompetisi band pelajar. “#ROCKGENERASI bukan hanya sekadar festival, tetapi juga sebuah gerakan untuk membangun kembali semangat dan identitas musik rock Indonesia di era kekinian,” ujar Anwar.


Selain kompetisi, festival ini juga akan menghadirkan serangkaian kegiatan edukatif dan kolaboratif untuk mendukung perkembangan musisi muda. Beberapa program yang akan diselenggarakan antara lain:

  • School of Rock: Workshop dan mentoring tentang teknik bermain musik, produksi musik, hingga manajemen karier di industri musik.
  • Kolaborasi Antar Generasi: Musisi senior dan musisi muda akan bertemu dan menciptakan karya bersama.
  • Digital Rock Movement: Inisiatif membangun komunitas online melalui podcast, konten kreatif, dan streaming musik rock lokal.
  • Inkubator Band Lokal: Pendampingan bagi band lokal dalam proses produksi, distribusi, dan promosi karya musik mereka.



Dukungan dan Kolaborasi yang Kuat

Festival ini juga mendapatkan dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk musisi rock senior, komunitas musik, label rekaman, platform digital, media, serta dukungan dari pemerintah dan sektor swasta. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat dan mengembangkan ekosistem musik rock Indonesia secara berkelanjutan.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan kolaborasi, Anda dapat menghubungi:

 Narahubung:

  • Gatot (MRC): 0812-5277-2900
  • Anwar (GRASS ROCK): 0818-0502-2996

 Pendaftaran:
https://tr.ee/rockgenerasi2025


Mari bergabung dalam #ROCKGENERASI, menyaksikan kebangkitan musik rock Indonesia dan menjadi bagian dari sejarah baru regenerasi musisi rock Tanah Air!


#ROCKGENERASI #HariMusikNasional #FestivalRockPelajar #RegenerasiMusikRock

Fenomena "Marhaban Ya Ramadhan" dan Tradisi Uniknya di Berbagai Negara



Bulan Ramadhan selalu disambut dengan penuh kegembiraan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu ungkapan yang paling sering terdengar adalah "Marhaban Ya Ramadhan", yang berarti "Selamat Datang, Ramadhan". Ungkapan ini bukan sekadar kata-kata, tetapi juga mencerminkan kesiapan spiritual dan kebahagiaan dalam menyambut bulan suci yang penuh berkah ini.

Di berbagai negara, umat Islam memiliki tradisi khas dalam menyambut Ramadhan, di antaranya:


1. Indonesia – Padusan

Di beberapa daerah di Jawa, ada tradisi Padusan, yaitu mandi besar atau berendam di sumber air sebelum memasuki bulan Ramadhan. Tradisi ini melambangkan penyucian diri, baik secara fisik maupun spiritual, agar lebih siap menjalani ibadah puasa dengan hati yang bersih.


2. Timur Tengah – Garga’oon

Di beberapa negara Teluk seperti Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab, ada tradisi Garga’oon, yang biasanya diadakan pada pertengahan bulan Sya'ban atau Ramadhan. Anak-anak mengenakan pakaian tradisional dan berkeliling meminta permen dari rumah ke rumah, mirip dengan perayaan Halloween di Barat. Tradisi ini mempererat kebersamaan dan berbagi kebahagiaan.


3. Mesir – Fanous Ramadhan

Di Mesir, masyarakat menyambut Ramadhan dengan menghiasi rumah, jalan, dan masjid menggunakan lentera berwarna-warni yang disebut Fanous Ramadhan. Lentera ini melambangkan kebahagiaan, harapan, dan semangat dalam menyambut bulan suci.


4. Turki – Meriam Ramadhan

Di Turki, ada tradisi unik menyalakan meriam Ramadhan saat waktu berbuka dan sahur. Suara meriam ini menandakan dimulainya waktu berbuka atau sahur, menggantikan adzan bagi mereka yang berada di daerah yang jauh dari masjid.


5. Pakistan – Ramadhan Drummer

Di Pakistan, masyarakat memiliki tradisi Ramadhan Drummer, di mana para penabuh drum akan berkeliling desa atau kota pada waktu sahur untuk membangunkan warga agar segera makan dan bersiap menjalankan ibadah puasa.


Setiap tradisi tersebut mencerminkan betapa istimewanya bulan Ramadhan bagi umat Islam di seluruh dunia. Meski dengan cara yang berbeda-beda, intinya tetap sama: menyambut Ramadhan dengan penuh keimanan, kebersamaan, dan kebahagiaan.


Marhaban Ya Ramadhan! Selamat menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan penuh keberkahan.