Latest News

Tampilkan postingan dengan label KOTA MALANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOTA MALANG. Tampilkan semua postingan

Seorang Anak di Kota Malang Nekat Bakar Rumah Usai Bertengkar dengan Orang Tuanya


Malang – Warga Kota Malang dikejutkan dengan insiden tragis yang terjadi pada Senin (25/3/2025), di mana seorang anak nekat membakar rumahnya sendiri setelah bertengkar dengan orang tuanya. Kejadian tersebut terjadi di salah satu permukiman padat penduduk, menyebabkan kepanikan warga sekitar.


Menurut keterangan saksi, peristiwa ini berawal dari cekcok antara anak dan orang tuanya. Diduga emosi yang tak terkendali membuat anak tersebut mengambil tindakan nekat dengan menyulut api di dalam rumah. Api dengan cepat membesar, memaksa warga sekitar untuk segera menghubungi pemadam kebakaran.


Tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke rumah lain. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.


Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki kasus ini lebih lanjut, termasuk mencari tahu motif pasti di balik aksi nekat sang anak. Psikolog juga dilibatkan untuk menangani kondisi kejiwaan anak tersebut pascakejadian.


Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang baik dalam keluarga serta pengelolaan emosi, terutama di kalangan anak dan remaja. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan mental di lingkungan sekitarnya.

Liputan: Jatimku.com

Antisipasi Banjir, Wagub Jatim Pastikan Tak Sampai 14 Pohon Ditebang untuk Drainase


Malang – Dalam upaya mengantisipasi banjir, Wakil Gubernur Jawa Timur memastikan bahwa proyek perbaikan drainase tidak akan menyebabkan penebangan pohon secara masif. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa hanya pohon-pohon tertentu yang benar-benar menghambat sistem drainase yang akan ditebang, dengan jumlah maksimal tak sampai 14 pohon.


Kebijakan ini diambil setelah adanya kekhawatiran dari masyarakat mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat proyek normalisasi drainase. Wagub Jatim menyatakan bahwa pihaknya tetap mengutamakan keseimbangan ekosistem dan berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan.


"Kami memahami pentingnya drainase yang baik untuk mencegah banjir, tetapi kami juga tidak ingin mengorbankan terlalu banyak pohon. Oleh karena itu, penebangan pohon akan dilakukan seminimal mungkin dan hanya pada titik yang sangat diperlukan," ujar Wakil Gubernur Jatim dalam keterangannya, Senin (25/3/2025).


Selain itu, pemerintah juga berencana melakukan reboisasi sebagai langkah kompensasi terhadap pohon yang ditebang. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa penghijauan tetap menjadi prioritas, seiring dengan pembangunan infrastruktur yang lebih baik.


Dengan adanya langkah antisipatif ini, diharapkan proyek drainase di Jawa Timur dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan aspek lingkungan yang menjadi perhatian utama masyarakat.

Liputan: Jatimku.com

Siswi SMK di Sumberpucung Drop Out Setelah Dihamili Pacarnya


Malang – Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, terpaksa harus putus sekolah (drop out) setelah diketahui hamil akibat hubungan dengan pacarnya. Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat dan menyoroti pentingnya pendidikan seksual serta perlindungan bagi remaja.


Menurut informasi yang dihimpun, siswi berinisial R (17) mulai jarang masuk sekolah sejak beberapa bulan lalu. Pihak sekolah yang curiga akhirnya memanggil orang tua R untuk klarifikasi. Dari pertemuan itu, terungkap bahwa R tengah mengandung dan akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah karena tekanan sosial serta faktor keluarga.


Kepala SMK tempat R bersekolah, Suyatno, menjelaskan bahwa pihak sekolah sebenarnya tidak mengeluarkan R, tetapi yang bersangkutan memilih mundur karena merasa malu. “Kami selalu membuka ruang untuk diskusi dan mencari solusi terbaik bagi siswa. Namun, keputusan akhirnya ada pada keluarga,” ujarnya.


Kasus ini pun memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat, terutama terkait peran keluarga dan lingkungan dalam memberikan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi bagi remaja. Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Malang menyatakan keprihatinannya dan berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar kasus serupa tidak terulang.


Sementara itu, keluarga R dikabarkan sedang mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan dengan pihak laki-laki yang bertanggung jawab atas kehamilan tersebut. Hingga saat ini, belum ada langkah hukum yang diambil.


Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya edukasi seks dan peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Tim Jatimku.com akan terus memantau perkembangan lebih lanjut terkait kasus ini.

Aksi Demo Tolak RUU TNI di Depan Gedung DPRD Memanas, Kobaran Api di Teras Gedung


Surabaya – Aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI di depan Gedung DPRD Jawa Timur memanas pada Senin (24/3). Ribuan massa yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap RUU yang dinilai kontroversial tersebut.


Ketegangan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB ketika massa mulai mendorong barikade petugas keamanan yang berjaga di depan gedung DPRD. Situasi semakin tak terkendali saat sejumlah demonstran membakar ban dan beberapa benda lain di teras gedung DPRD, menciptakan kepulan asap hitam yang membubung tinggi.


Aparat kepolisian yang berjaga berusaha mengendalikan situasi dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Namun, demonstran tetap bertahan dan semakin lantang meneriakkan tuntutan mereka. Beberapa pengunjuk rasa mengalami luka ringan akibat bentrokan dengan petugas keamanan.


Salah satu koordinator aksi, Andi Prasetyo, menyatakan bahwa RUU TNI yang sedang dibahas di DPR berpotensi mengancam demokrasi dan memperluas keterlibatan militer dalam ranah sipil. “Kami menolak segala bentuk revisi yang dapat membahayakan supremasi sipil dan hak-hak demokratis rakyat,” ujar Andi.


Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Gedung DPRD Jawa Timur masih tegang. Petugas kepolisian terus melakukan penjagaan ketat guna mengantisipasi eskalasi yang lebih besar. Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD terkait tuntutan demonstran.


Perkembangan lebih lanjut terkait aksi ini akan terus dipantau oleh tim Jatimku.com.

DBUSA Tebar Kepedulian Hingga Pelosok Wedi Awu

 


Jatimku.com - Malang – Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum untuk berbagi dan menebar kebaikan. Pada Jumat, 21 Maret 2025, Ramadhan Pelosok kembali digelar, kali ini di Wedi Awu. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dompet Bina Umat Sejahtera (DBUSA) ini menjadi bagian dari tasyakuran dan pondok Ramadhan, dengan berbagai agenda sosial serta edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat setempat.


Sejak pagi, tim relawan DBUSA telah bersiap di dua titik kumpul utama, yaitu rumah Mas Angga di Jl. Manisa, Bumiayu, dan rumah Samsul di Kacuk-Kebonsari. Beberapa armada disiapkan untuk membawa logistik dan tim, di antaranya ambulans dengan driver Lukman dan Tajuddin, mobil Innova yang dikendarai oleh Amin, Angga, Intan, dan Sakinah, serta Avanza yang dikemudikan oleh Furqon, Samsul, Putra, Anisa, tim MRI, dan Abidin.


Sekitar pukul 09.00 WIB, seluruh tim bertemu di SPBU Talok, Turen, untuk melakukan koordinasi terakhir dan pendistribusian logistik ke masing-masing kendaraan. Setelah semua siap, perjalanan dilanjutkan menuju Wedi Awu, tempat acara berlangsung.



Setibanya di lokasi, langsung melakukan ramah tamah dan sedikit briefing untuk acara yang akan dilaksanakan. Setelah itu beristirahat karena sudah melakukan perjalanan yang cukup jauh. 


Acara dimulai setelah Ashar dengan sesi pengenalan ambulans yang dipandu oleh Coach Lukman. Dalam sesi ini, masyarakat diperkenalkan dengan fungsi dan kegunaan ambulans dalam situasi darurat. Tak hanya itu, edukasi mitigasi gempa dan fire rescue juga diberikan oleh Coach Furqon, memberikan wawasan kepada warga tentang langkah-langkah penyelamatan dalam menghadapi bencana.



Menjelang sore, tim relawan dari DBUSA membagikan bingkisan kepada 78 santri TPQ, disusul dengan pembagian santunan kepada 25 yatim dhuafa serta 7 guru TPQ. Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan, diiringi rasa syukur dari para penerima manfaat.


Tim dari MRI yang datang juga mengadakan cek kesehatan yang dilaksanakan di rumah dekat mushola. Para warga pun mengantri untuk dicek kesehatannya. Acara cek kesehatan ini juga disambut dengan hangat oleh warga. 


Memasuki waktu berbuka, suasana semakin khidmat. Setelah azan Magrib berkumandang, para peserta menikmati takjil bersama. Usai sholat Magrib, sesi makan bersama digelar dengan berbagai menu yang beraneka ragam. 



Setelah seluruh rangkaian acara selesai, tim relawan DBUSA pun bersiap untuk kembali ke Malang. Beberapa peserta memilih untuk melanjutkan ibadah Isya dan tarawih di lokasi sebelum pulang.


Kegiatan Ramadhan Pelosok ini tidak hanya sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dan kepedulian bagi masyarakat di pelosok. Dompet Bina Umat Sejahtera (DBUSA) berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang bermanfaat, dengan harapan kegiatan ini dapat berlangsung setiap tahun dan menjangkau lebih banyak wilayah yang membutuhkan.


(Liputan oleh Jatimku.com)

Truk Tangki Sedot WC Berlogo LiNi Solution Draine Buang Limbah Sembarangan di Kota Malang



Malang, Jatimku.com – Sebuah truk tangki sedot WC berlogo LiNi Solution Draine tertangkap kamera membuang limbah sembarangan di salah satu kawasan Kota Malang. Aksi ini menimbulkan keresahan warga setempat karena berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan bau tidak sedap.


Kejadian ini diketahui setelah warga sekitar melaporkan adanya aktivitas mencurigakan dari truk tersebut pada malam hari. Salah satu saksi mata, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa truk tersebut berhenti di pinggir jalan, lalu membuang limbah ke saluran air tanpa izin.


“Saya lihat sopirnya membuka selang dan mengalirkan limbah ke selokan. Baunya menyengat dan sangat mengganggu,” ujar warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.


Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang telah menerima laporan ini dan berjanji akan menindaklanjuti kasus tersebut. Kepala DLH Kota Malang menyatakan bahwa pembuangan limbah secara ilegal merupakan pelanggaran serius dan dapat dikenai sanksi berat.


“Kami akan menyelidiki perusahaan terkait dan memastikan adanya tindakan tegas jika terbukti melanggar aturan lingkungan,” katanya.


Warga berharap pihak berwenang segera menindak tegas pelaku pembuangan limbah sembarangan agar kejadian serupa tidak terulang. Selain merusak lingkungan, limbah yang dibuang ke saluran air tanpa pengolahan bisa mencemari sumber air bersih dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.


Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak LiNi Solution Draine terkait insiden ini. Jatimku.com akan terus mengawal perkembangan kasus ini untuk memastikan adanya tindakan lanjut dari pihak berwenang.

Teater Musikal "C'est la Vida!" Hadir di Malang dalam Rangka Francophonie 2025



Malang – Dalam rangka perayaan Francophonie 2025, Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya bekerja sama dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema) menghadirkan pertunjukan teater musikal "C'est la Vida!" pada Rabu, 19 Maret 2025. Acara ini akan berlangsung di Polinema mulai pukul 14.30 hingga 16.30 WIB dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.


Francophonie merupakan perayaan tahunan yang digelar setiap bulan Maret untuk merayakan keberagaman budaya dan bahasa Prancis di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tahun ini, dalam programnya, Polinema menghadirkan "C'est la Vida!", sebuah karya dari kelompok tari-teater asal Prancis, Compagnie De Fakto. Pertunjukan ini menggabungkan tari, teater, pantomim, dan gerakan tubuh dengan iringan musik yang ceria.


Compagnie De Fakto, yang berbasis di Lyon, didirikan pada tahun 2002 oleh Aurélien Kairo, seorang koreografer dan sutradara teater asal Prancis. Kairo sendiri telah meniti karier sebagai penari hip-hop sejak 1993 dan semakin dikenal di dunia seni pertunjukan Prancis. "C'est la Vida!" merupakan salah satu karya terbarunya yang diproduksi pada tahun 2022.


Ungkapan "C'est la Vida!" merupakan kombinasi bahasa Prancis dan Spanyol yang berarti "Inilah kehidupan!". Melalui pertunjukan ini, Compagnie De Fakto mengajak penonton untuk melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih ceria dan penuh kebahagiaan. Dua penari utama dalam pertunjukan ini akan membawa audiens dalam perjalanan emosional melalui gerakan tubuh yang dinamis dan harmonisasi musik Prancis serta Spanyol.


Sebelum tampil di Malang, pertunjukan "C'est la Vida!" lebih dulu digelar di beberapa kota lain, yaitu Bandung pada 15 Maret di IFI Bandung, Yogyakarta pada 17 Maret di IFI Yogyakarta, dan akan ditutup di Jakarta pada 20 Maret di Bentara Budaya Jakarta, bertepatan dengan Hari Francophonie Dunia.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai acara ini, masyarakat dapat mengunjungi situs web resmi IFI Indonesia di www.ifi-id.com atau mengikuti akun media sosial mereka. Kehadiran "C'est la Vida!" di Indonesia diharapkan dapat memberikan pengalaman seni pertunjukan yang inspiratif dan penuh kebahagiaan bagi para penonton.

Wahyu, Puisi, dan Kota Malang: Peringatan 7 Tahun Wafatnya Wahyu Prasetya


Jatimku.com, Malang – Dalam rangka memperingati 7 tahun wafatnya sastrawan legendaris Wahyu Prasetya, sebuah acara istimewa bertajuk Wahyu, Puisi dan Kota Malang akan digelar pada Rabu, 19 Maret 2025. Acara ini diadakan untuk mengenang karya dan semangat perjuangan Wahyu Prasetya dalam dunia sastra, serta mengajak masyarakat Malang untuk lebih dekat dengan sosok yang telah memberikan banyak inspirasi melalui karya-karyanya.


Acara ini akan dimulai dengan Orasi Kesusastraan oleh Yusri Fajar, yang akan memberikan pemahaman lebih dalam tentang dunia sastra dan kontribusi Wahyu dalam perkembangan sastra Indonesia. Sebagai pewara, Sekar Noshafitria Harumi akan memandu jalannya acara yang penuh makna ini.


Selain itu, acara juga akan menghadirkan sesi Lebih Dekat dengan Wahyu, di mana sejumlah teman dan kolega Wahyu, seperti Akhmad Tabrani, Ajmal Fajar Sidiq, Yohan Fikri, Ajun Nimbara, dan lainnya, akan membacakan testimoni tentang sosok dan perjalanan hidup Wahyu yang penuh inspirasi.


Tak kalah menarik, pembacaan puisi akan dihadirkan oleh sejumlah penyair ternama, antara lain Djoko Saryono, Tengsoe Tjahjono, Nanang Suryadi, Farhan, Dani Alifian, Nino, Agil Ramadhan, Nocturnolan, Haidar, Albani Atsaury, dan banyak lagi, yang akan menambah kemeriahan acara ini dengan karya-karya indah mereka.


Musik dari Sanggar Aksara dan Cak Bagus Eksperimental akan mengiringi malam tersebut, menambah nuansa yang syahdu dan penuh makna.


Acara ini terselenggara atas kerja sama Pelangi Sastra Malang dan Kafe Pustaka. Bagi yang ingin tampil, membaca puisi, atau memainkan musik, dapat melakukan konfirmasi ke narahubung di nomor 0813-3335-3507.


Mari hadir dan ikut serta dalam peringatan yang penuh kenangan ini, untuk mengenang jasa Wahyu Prasetya dan merayakan keindahan sastra yang telah diwariskannya bagi kita semua.

Pejuang BerKahf NgabubuRun X EJSC Bakorwil Malang X Playon Malang: Berlari di Bawah Gerimis, Rayakan Gaya Hidup Sehat


Jatimku.com, Malang – Semangat peserta tak pernah surut meski langit mendung dan hujan mengguyur. Pejuang BerKahf NgabubuRun X Playon Malang, yang digelar pada Minggu, 16 Maret 2025, di Halaman Bakorwil, Jln. Simpang Ijen Kota Malang, tetap berlangsung dengan penuh antusiasme. Event ini sukses mengumpulkan berbagai komunitas lari meskipun sempat dihadang hujan deras.


Acara ini merupakan kolaborasi antara Kahf, EJSC Malang, dan Playon Malang, dengan dukungan penuh dari Bakorwil III Malang serta komunitas lari seperti Free Runner Malang. Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-10 Playon Malang, event ini mengusung misi untuk menyebarkan gaya hidup sehat melalui olahraga serta mendukung UMKM lokal di bulan Ramadhan.


Sejak pukul 14.30 WIB, cuaca mendung mulai menggantung, diikuti oleh hujan deras yang mengguyur hingga pukul 16.00 WIB—waktu yang seharusnya menjadi waktu dimulainya lomba. Pada saat itu, Race Director, Eko Cahyono, yang juga merupakan Captain Playon Malang, menghadapi keputusan sulit mengenai kelanjutan acara.


Namun, harapan kembali muncul ketika hujan mulai mereda sekitar pukul 16.25 WIB. Peserta yang telah siap, dengan semangat tinggi, berkumpul di garis start untuk mengikuti Fun Run 5K. Meski hujan kembali turun dalam bentuk gerimis, semangat peserta tidak luntur. Dengan sedikit pemanasan dari Crew De Gym, mereka akhirnya dilepas untuk berlari di bawah rintik hujan, merayakan hidup sehat di Bumi Arema.


"Alhamdulillah, semua berjalan baik. Walaupun peserta basah kuyup, saya tahu mereka sangat senang. Kapan lagi bisa berlari di bawah gerimis kalau bukan di NgabubuRun BerKahf Playon Malang ini?" ungkap Eko Cahyono, dengan senyum bangga.


Selain Fun Run 5K, acara ini juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik lainnya, seperti:

  • Buka Bersama untuk berbagi kebahagiaan selama bulan Ramadhan
  • Entertainment & Musik yang menemani peserta dan pengunjung
  • Bazar UMKM yang bertujuan untuk meningkatkan omzet para pelaku usaha lokal
  • Silaturahmi komunitas lari untuk mempererat hubungan antar komunitas
  • Games & Doorprize dengan hadiah menarik yang menambah semarak acara


Event ini diharapkan bisa menjadi agenda tahunan yang menghubungkan komunitas lari dengan masyarakat luas serta menjadi sarana berbagi kebahagiaan selama bulan Ramadhan.


Dukungan dari berbagai sponsor ternama seperti Biznet, Malang Strudel, Telkomsel, Wardah, Jatim Park Grup, dan Milo, semakin menambah semarak acara. Tak ketinggalan, media partner seperti Event Malang, Times Indonesia, Radio MFM, RRI, dan tentu saja jatimku.com turut membantu dalam publikasi dan peliputan acara.

Meskipun cuaca tak selalu mendukung, Pejuang BerKahf NgabubuRun X Playon Malang berhasil menunjukkan bahwa semangat untuk hidup sehat dan berbagi kebahagiaan tak bisa dipadamkan. Tahun depan, event ini diharapkan bisa kembali digelar dengan lebih banyak peserta dan kejutan yang lebih menarik.


"NgabubuRun bukan hanya soal lari, tapi tentang semangat, kebersamaan, dan berbagi kebahagiaan. Sampai jumpa di NgabubuRun berikutnya!" tutup Eko Cahyono.


Kerja Bhakti Minggu Bersih Persiapan Event Madyopuro Mangano: Warga dan Dinas Bergotong Royong Mempercantik Kawasan Pintu Masuk Kota Malang



Malang, 16 Maret 2025 — Sebagai bagian dari persiapan untuk event Madyopuro Mangano, pada Minggu, 16 Maret 2025, warga Madyopuro menggelar Kerja Bhakti Minggu Bersih di kawasan Madyopuro Mangano. Acara ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Pokjamas Madyopuro, panitia pelaksana event, serta sejumlah dinas terkait dari Pemkot Malang, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, serta Linmas Madyopuro, Karang Taruna, LPMK, BKM, dan Paguyuban RW se-Kelurahan Madyopuro. Tidak ketinggalan, Tim Kerja dari Perumda Tugu Tirta Kota Malang juga turut terlibat dalam kegiatan ini.


Semangat Gotong Royong untuk Membangun Wajah Baru Kota Malang

Siswantoro, perwakilan dari warga Madyopuro dan panitia pelaksana event Madyopuro Mangano, menyampaikan apresiasinya kepada dinas terkait yang turut serta dalam kerja bhakti tersebut. “Kami seluruh warga Madyopuro berterima kasih kepada dinas terkait yang ikut dalam Kerja Bhakti Minggu Bersih. Ini bisa menjadi titik awal untuk mempercantik kawasan Madyopuro sebagai Wajah Baru Pintu Masuk Kota Malang,” ungkapnya.


Siswantoro juga menambahkan, pembangunan kawasan Madyopuro sebagai wajah baru Kota Malang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Inisiatif ini, yang muncul dari bawah, merupakan hasil aspirasi seluruh warga Madyopuro. Kerja Bhakti Minggu Bersih ini, kata Siswantoro, menjadi langkah kongkrit yang menunjukkan semangat gotong royong untuk membangun kawasan Madyopuro Mangano, sekaligus menjadi bagian dari pembangunan masa depan Kota Malang.


Kesiapan Menyambut Event Madyopuro Mangano

Anang Setiawan, koordinator kegiatan Kerja Bhakti Minggu Bersih, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk mempercantik kawasan, tetapi juga untuk mempersiapkan keberhasilan event Madyopuro Mangano yang akan datang. “Kerja Bhakti Minggu Bersih ini adalah langkah awal mempersiapkan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan bagi pelaksanaan event nanti. Kami ingin seluruh warga Madyopuro bisa menjadi tuan rumah yang baik bagi semua pihak,” ujarnya.


Anang, yang juga merupakan tokoh penggerak warga RW 15 Kelurahan Madyopuro, menegaskan pentingnya budaya kerja bhakti dan gotong royong. Menurutnya, kesadaran warga untuk berinisiatif dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah dapat menjadi kekuatan produktif dan progresif. Ia percaya bahwa program kerja yang berasal dari aspirasi warga akan lebih mudah berhasil dan berkelanjutan.


Kolaborasi untuk Masyarakat Kota Malang

Andik Candra, anggota Madyopuro Mangano, menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi selalu diutamakan dalam pembangunan kawasan ini. “Inisiatif ini bukan hanya untuk warga Madyopuro, tetapi untuk kesejahteraan seluruh warga Kota Malang,” kata Andik. Ia menambahkan bahwa meskipun cuaca hujan gerimis pada saat kegiatan, antusiasme warga dan dinas terkait tetap tinggi. Ini membuktikan semangat untuk mewujudkan harapan akan hadirnya wajah baru Pintu Masuk Kota Malang.


Kegiatan kerja bhakti ini menjadi simbol semangat kebersamaan dan tekad kuat warga Madyopuro untuk menjadikan kawasan mereka lebih baik, serta memberikan dampak positif bagi seluruh warga Kota Malang. Dengan semangat gotong royong, mereka berharap kawasan Madyopuro Mangano dapat menjadi pintu masuk yang indah dan nyaman bagi siapa saja yang datang ke Kota Malang.

BMH Hadiri BISMA di STIEKMA: Berbagi Kebahagiaan di Ramadhan 1446 H

 BISMA STIEKMA Ramadhan 1446 H 2025, Hadirkan Yatim, Piatu Dan Dhuafa 

Jatimku.com, Malang (16/03/25 sore) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kertanegara (STIEKMA) Malang kembali menggelar acara Berbagi Kebahagiaan dan Berbuka Bersama (BISMA) di bulan Ramadhan 1446 H. Kegiatan yang berlangsung di Jl. Cengger Ayam I, Tulusrejo, Lowokwaru, Kota Malang ini menghadirkan 20 anak yatim, piatu, dan dhuafa dari Kelurahan Tulusrejo sebagai penerima manfaat.


Acara BISMA diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIEKMA, dengan dukungan penuh dari ketua, dosen, karyawan, serta mahasiswa. Hadir pula Lurah Tulusrejo, Syarif Hidayat, beserta jajarannya, serta perwakilan dari BMH, Agus Wahyudi.


Kegiatan ini diawali dengan penampilan tim hadroh yang menciptakan suasana Ramadhan yang semakin khusyuk. Ketua STIEKMA, Dr. Anton Fery Ananda, SE., MM., secara resmi membuka acara dan menyampaikan bahwa BISMA telah menjadi tradisi tahunan kampus.

BMH Bersama Team Hadroh STIEKMA Dalam Giat BISMA

"Acara serupa sudah kami lakukan di Ramadhan 1445 H 2024, dan Insya Allah akan terus berlangsung setiap tahun sebagai bentuk kepedulian STIEKMA terhadap masyarakat sekitar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)," ujar Anton.


Lurah Tulusrejo, Syarif Hidayat, mengapresiasi inisiatif STIEKMA dalam mendukung masyarakat sekitar. "Saya baru menjabat 1,5 tahun sebagai lurah, dan STIEKMA selalu hadir bersinergi dengan kegiatan yang ada di Tulusrejo. Ini luar biasa, semoga STIEKMA semakin maju dan berkembang," ucapnya.


Salah satu sesi utama dalam acara ini adalah tausiyah (Mauizatul Hasanah) yang disampaikan oleh Ustadz Agus Wahyudi (Gus Dhur) dari BMH. Dalam ceramahnya, Agus mengingatkan pentingnya Rukun Islam, terutama dalam menjalankan shalat, puasa, dan zakat selama bulan Ramadhan.


"Di bulan yang penuh berkah ini, mari kita lebih istiqamah dan khusyuk dalam beribadah. Jangan lupa juga tentang kewajiban fidyah dan qadha bagi yang berhalangan berpuasa," ujar Agus sambil mengutip QS. At-Taubah ayat 183-187.


Selain itu, ia juga menjelaskan fiqih zakat berdasarkan QS. At-Taubah ayat 60 dan 103, yang menegaskan tentang pentingnya zakat dalam membersihkan harta dan membantu sesama.

BISMA STIEKMA: Tausiyah (Mauizatul Hasanah) Dari BMH Oleh Ustadz Agus Wahyudi 

Usai tausiyah, acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 20 anak yatim, piatu, dan dhuafa, yang diserahkan langsung oleh Ketua STIEKMA, Dr. Anton Fery Ananda. Momen ini semakin syahdu dengan lantunan musik religi hadroh yang mengiringi proses santunan.


Sebagai penutup, Ustadz Agus Wahyudi memimpin doa bersama, seraya memohon keberkahan bagi semua yang hadir:

"تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك"
(Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan amal ibadah kalian semua).


Acara BISMA di STIEKMA ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian dunia akademik terhadap masyarakat, sekaligus momentum berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah.

Pengendara Motor di Jalan Galunggung Malang Meninggal Tertabrak Mobil Setelah Gagal Menyalip



Malang, 15 Maret 2025 – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Galunggung, Kota Malang, pada Jumat sore, yang mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia. Peristiwa tersebut terjadi setelah korban gagal menyalip kendaraan lain dan langsung tertabrak mobil yang melaju di jalur berlawanan.


Kejadian bermula ketika pengendara motor yang berinisial AR (30), warga Malang, berusaha mendahului sebuah kendaraan lain di jalan yang cukup padat. Namun, saat melakukan manuver untuk menyalip, korban kehilangan kendali dan tiba-tiba bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan.


“Saat itu korban sedang berusaha menyalip, namun karena jarak yang terlalu dekat dengan mobil yang melaju dari arah berlawanan, kecelakaan tidak bisa dihindari,” kata AKP Dedi Wijaya, Kepala Unit Laka Lantas Polres Malang Kota, saat ditemui di lokasi kejadian.


Akibat tabrakan tersebut, pengendara motor langsung terjatuh dan mengalami luka parah di bagian kepala dan tubuh. Meskipun segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia akibat cedera fatal.


Sementara itu, pengemudi mobil yang terlibat dalam kecelakaan tersebut tidak mengalami luka serius. Polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan ini, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi.


“Kasus ini sedang kami selidiki lebih lanjut. Kami mengimbau kepada seluruh pengendara untuk selalu berhati-hati di jalan, terutama saat hendak menyalip kendaraan lain,” tambah AKP Dedi.


Kecelakaan ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan berkendara di jalan raya. Pengendara diminta untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan baik untuk diri sendiri maupun orang lain di sekitar mereka.

Copet Kayutangan Malang Ditangkap di Pasar Takjil Usai Buron 3 Bulan


Malang, Jatimku.com – Seorang pelaku pencopetan yang telah buron selama tiga bulan akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Pelaku yang dikenal sebagai copet ulung di kawasan Kayutangan, Malang, ini ditangkap saat sedang beraksi di salah satu pasar takjil di pusat kota pada Rabu sore, 12 Maret 2025.


Pelaku, yang diketahui bernama Rudi Santoso (34), merupakan salah satu dari sekian banyak pelaku kejahatan yang telah meresahkan masyarakat Malang, terutama di area Kayutangan, yang terkenal dengan keramaian pasar dan tempat wisata. Rudi menjadi buronan sejak Desember 2024 setelah mencopet dompet milik seorang warga yang tengah berbelanja di kawasan Kayutangan.


“Setelah tiga bulan kami melakukan pengejaran, akhirnya pelaku berhasil kami tangkap di pasar takjil yang ramai. Kami menerima informasi bahwa ia kembali beraksi di sana, dan langsung melakukan penangkapan,” ujar AKP Dwi Purnomo, Kapolsek Malang Kota.


Rudi diketahui sering beraksi di keramaian, memanfaatkan momen banyak orang untuk mencopet dompet dan barang berharga lainnya. Setelah berhasil melarikan diri pada Desember lalu, Rudi terus berpindah-pindah tempat, menghindari razia dan patroli kepolisian.


Namun, pada hari itu, petugas mendapat laporan dari masyarakat yang melihat Rudi sedang berada di pasar takjil di kawasan Alun-Alun Kota Malang. Dalam waktu singkat, petugas langsung bergerak cepat dan berhasil menangkapnya tanpa perlawanan.


Saat ditangkap, Rudi mengakui perbuatannya dan mengungkapkan bahwa dirinya sudah sering melakukan aksi copet di beberapa lokasi keramaian, termasuk di kawasan Kayutangan dan pasar-pasar lain di Malang. "Saya memang terdesak ekonomi dan tidak bisa mengendalikan diri. Saya menyesal," ujar Rudi saat diperiksa.


Polisi kini tengah menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan apakah Rudi terlibat dalam kasus pencopetan lainnya dan apakah ada kelompok lain yang terlibat dalam aksinya. Sementara itu, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada saat berada di keramaian, terutama di pasar-pasar takjil yang ramai menjelang bulan Ramadan.


Rudi kini telah diamankan di Mapolsek Malang Kota dan akan segera menjalani proses hukum atas tindak pidana pencurian dengan pemberatan.


[Jatimku.com]

ZAMP Tugu Tirta Kota Malang Siap Jadi Tuan Rumah Madyopuro Mangano

 


Kamis, 13 Maret 2025 – Malang, Perumda Tugu Tirta Kota Malang siap menjadi tuan rumah dalam gelaran festival kuliner terbesar di Kota Malang, Madyopuro Mangano, yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 - 10 April 2025. Sebagai bagian dari persiapan acara, dilakukan pertemuan koordinasi di ruang rapat Kantor Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang dihadiri langsung oleh Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo, bersama panitia pelaksana Madyopuro Mangano.


Koordinasi ini membahas rencana penyediaan air bersih dan air minum untuk mendukung kelancaran acara yang digelar dalam rangka Syawalan dan perayaan HUT Kota Malang ke-111 tahun. Priyo Sudibyo menyampaikan bahwa Perumda Tugu Tirta akan menyediakan layanan air bersih siap minum ZAMP (Zona Air Minum Prima) yang sudah bersertifikat halal nasional. Layanan ini akan disediakan di seluruh lokasi event untuk para pedagang kuliner dan pengunjung.


"ZAMP adalah inovasi unggulan kami, menyediakan air bersih siap minum dengan kualitas terjamin dan halal. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk melayani seluruh warga Kota Malang, dan kami bangga bisa menjadi bagian dari Madyopuro Mangano," ujar Priyo Sudibyo dalam sambutannya.


Untuk memudahkan akses air bagi peserta festival, akan ada Fountain Water ZAMP di beberapa titik di lokasi event, yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh pedagang dan pengunjung. Priyo juga menambahkan bahwa Madyopuro Mangano, yang berada di kawasan sekitar kantor Perumda Tugu Tirta, akan menjadi prioritas utama bagi layanan air bersih.



Madyopuro Mangano sebagai Ikon Baru Kota Malang

Rencana pengembangan Kawasan Madyopuro Mangano sebagai destinasi dan ikon baru Kota Malang juga mendapatkan perhatian serius dari Perumda Tugu Tirta. Priyo Sudibyo menekankan bahwa pengembangan kawasan ini sejalan dengan program kerja jangka panjang Perumda Tugu Tirta, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan publik di kawasan tersebut. Salah satu langkah strategis yang diusung adalah menjadikan Pintu Masuk Tol Madyopuro sebagai wajah baru Kota Malang dengan konsep beautification city yang mendukung branding dan place-making.


“Kami siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memajukan Madyopuro Mangano dan menjadikan Kota Malang lebih maju dan berkelas,” lanjut Priyo Sudibyo.


Dukungan terhadap UMKM dan Sertifikasi Halal

Selain itu, panitia pelaksana Madyopuro Mangano juga tengah berupaya memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut. Nopi Andre, salah satu perwakilan panitia, mengungkapkan bahwa saat ini mereka bekerja sama dengan Bank Indonesia, Diskopindag Kota Malang, Dinkop UMKM Provinsi Jawa Timur, dan Halal Center Bahrul Maghfirah untuk memberikan sertifikasi halal kepada 206 warung dan UMKM yang ada di kawasan tersebut.


“Pada tahap pertama, kami menargetkan 60 pemilik usaha warung dan UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal secara gratis. Namun, kami masih membutuhkan lebih dari 140 pemilik usaha lainnya untuk melengkapi proses ini,” jelas Nopi Andre.


Dengan adanya sertifikasi halal ini, Madyopuro Mangano diharapkan dapat menjadi pusat kuliner halal terbesar di Kota Malang, menarik wisatawan yang mencari kuliner yang terjamin kehalalannya. Nopi juga menyampaikan bahwa ZAMP Tugu Tirta akan sangat mendukung pengembangan kawasan ini, mengingat layanan air bersih yang sudah terjamin kehalalannya.


Sinergi untuk Kota Malang yang Lebih Maju

Kolaborasi antara Perumda Tugu Tirta dan berbagai pihak lainnya dalam pengembangan kawasan Madyopuro Mangano menunjukkan tekad untuk menjadikan Kota Malang sebagai kota yang lebih maju, bersih, dan berkelas. Dengan komitmen terhadap pelayanan publik dan pengembangan ekonomi lokal, kawasan ini diharapkan dapat menjadi pusat wisata kuliner yang tak hanya menarik wisatawan, tetapi juga mendukung keberlanjutan UMKM lokal.


Tunggu saja, Madyopuro Mangano akan segera hadir dengan berbagai inovasi menarik yang siap memanjakan pengunjung!

Polres Malang Bongkar Sindikat Pemerasan Modus LSM dan Wartawan Palsu, Ancam Korban Setor Rp 500 Juta



Malang, 13 Maret 2025 – Kepolisian Resor (Polres) Malang berhasil membongkar sindikat pemerasan yang menggunakan modus LSM dan wartawan palsu. Para pelaku yang terdiri dari beberapa individu ini, mengancam korban dengan tuduhan yang tidak benar dan meminta uang sebesar Rp 500 juta sebagai kompensasi untuk menghentikan pemberitaan atau aksi yang mereka klaim akan dilakukan.


Pengungkapan sindikat ini bermula setelah salah seorang korban yang merasa tertekan melapor ke pihak kepolisian. Korban yang merupakan seorang pengusaha lokal mengaku didatangi oleh beberapa orang yang mengaku sebagai anggota LSM dan wartawan. Para pelaku mengancam akan mempublikasikan tuduhan yang merugikan reputasi bisnis korban jika tidak diberikan sejumlah uang.


"Modus yang mereka lakukan sangat rapi. Mereka mengaku dari sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan bahkan menunjukkan identitas palsu sebagai wartawan. Mereka menekan korban untuk memberikan uang agar tidak mengungkapkan isu yang bisa merusak nama baiknya," ungkap Kapolres Malang, AKBP Harun Rasyid, dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (13/3/2025).


Sindikat ini diketahui menggunakan berbagai taktik, termasuk mengirimkan surat ancaman dan melakukan percakapan melalui telepon dengan nada intimidatif. Para pelaku juga memaksa korban untuk menyetorkan uang sebesar Rp 500 juta, dengan ancaman akan menerbitkan berita palsu yang dapat mencoreng bisnis korban.


Setelah menerima laporan, Polres Malang langsung bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan. Berkat kerjasama yang baik antara tim Reserse Kriminal (Reskrim) dan saksi-saksi yang ada, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi para pelaku dan menangkap mereka dalam waktu singkat.


"Setelah kami melakukan serangkaian penyelidikan dan pemantauan, akhirnya kami berhasil menangkap sindikat ini. Mereka melakukan pemerasan dengan cara yang sangat terorganisir, memanfaatkan identitas palsu untuk menakut-nakuti korban," tambah AKBP Harun.


Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti kartu identitas palsu, surat ancaman, dan bukti percakapan telepon yang digunakan para pelaku untuk memeras korban.


Kini, para pelaku yang terdiri dari empat orang tersebut telah ditahan dan dijerat dengan pasal pemerasan dan penipuan. Mereka diancam dengan pidana penjara yang cukup lama, mengingat modus yang mereka gunakan sangat merugikan korban dan melanggar hukum.


Kasus ini mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mengaku sebagai LSM atau wartawan yang tidak jelas identitasnya. Polres Malang juga menghimbau agar setiap upaya pemerasan atau penipuan segera dilaporkan agar dapat segera diusut tuntas.


Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus menindak tegas segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat, terutama yang mengatasnamakan profesi tertentu demi kepentingan pribadi.

Marak Balap Liar di Malang, Wali Kota Wahyu Hidayat Wacanakan Pembangunan Arena Street Race



Malang, 13 Maret 2025 – Fenomena balap liar yang marak di berbagai jalanan Kota Malang menjadi perhatian serius pemerintah kota. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan wacana untuk membangun arena khusus street race sebagai solusi untuk menanggulangi aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat.


Kegiatan balap liar di Malang, yang sering kali berlangsung pada malam hari, tidak hanya membahayakan keselamatan para pelaku balap dan pengguna jalan lainnya, tetapi juga menimbulkan suara bising yang mengganggu ketertiban umum. Beberapa titik di kota ini, seperti Jalan Soekarno-Hatta dan kawasan sekitar Alun-Alun Malang, kerap menjadi lokasi favorit bagi para pembalap ilegal.


Menyikapi hal tersebut, Wahyu Hidayat mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Malang tengah menggagas pembangunan fasilitas yang lebih terstruktur dan aman untuk para penggemar otomotif. "Kami menyadari bahwa ada potensi besar dari para pemuda yang tertarik pada dunia balap. Namun, kita perlu menyediakan ruang yang aman dan tertib bagi mereka untuk menyalurkan hobi dan bakatnya. Oleh karena itu, kami tengah merancang konsep pembangunan arena street race di Malang," ujar Wahyu Hidayat dalam konferensi persnya, Kamis (13/3/2025).


Pembangunan arena ini, menurut Wali Kota, bertujuan untuk memberikan alternatif bagi para pembalap jalanan agar tidak melakukan aksi balap liar yang membahayakan. Selain itu, lokasi ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan industri otomotif dan pariwisata di Kota Malang. "Dengan adanya fasilitas ini, kami berharap bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh balap liar, serta memberikan kesempatan bagi anak muda untuk berkompetisi dengan lebih profesional," tambahnya.


Sementara itu, Ketua Komunitas Otomotif Malang, Deni Prasetyo, menyambut positif wacana tersebut. "Kami sangat mendukung ide ini, karena selama ini banyak teman-teman yang tidak tahu harus ke mana untuk menyalurkan hobi balap mereka. Dengan adanya arena khusus, kami bisa berlatih dengan lebih aman dan teratur," ujarnya.


Namun, beberapa pihak juga menyarankan agar Pemerintah Kota Malang memastikan fasilitas ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas keselamatan, seperti pengawasan yang ketat, asuransi untuk para peserta, serta regulasi yang jelas terkait penggunaan fasilitas tersebut.


Saat ini, wacana pembangunan arena street race masih dalam tahap perencanaan, dan Pemkot Malang sedang melakukan kajian lebih lanjut terkait lokasi dan anggaran yang dibutuhkan. Diharapkan, jika proyek ini terealisasi, dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi maraknya balap liar di kota ini.


Masyarakat Kota Malang pun kini menanti langkah konkret dari Pemerintah Kota Malang untuk mewujudkan wacana ini, sekaligus memberikan ruang bagi para pecinta otomotif untuk berkompetisi dengan cara yang lebih aman dan terorganisir.

Mobil Tabrak Pengendara Motor dan Pedagang Cilok di Depan SPBU UMM

 


Malang, Jatimku.com – Kecelakaan terjadi di depan SPBU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melibatkan sebuah mobil yang menabrak pengendara motor dan pedagang cilok pada Senin pagi (12/03). Kejadian ini menyebabkan dua orang terluka, salah satunya adalah seorang pedagang cilok yang sedang berjualan di sekitar lokasi kejadian.


Menurut saksi mata, mobil yang diduga melaju dengan kecepatan tinggi hilang kendali dan menabrak motor yang sedang melintas, kemudian menabrak pedagang cilok yang berada di trotoar dekat SPBU. Tabrakan tersebut mengakibatkan pengendara motor terjatuh dan mengalami luka-luka pada bagian kaki, sementara pedagang cilok tersebut juga mengalami luka ringan akibat terbentur mobil.


Warga sekitar segera memberikan pertolongan kepada korban dengan membawa mereka ke rumah sakit terdekat. Beberapa warga juga membantu mengamankan pengemudi mobil yang terlihat panik dan masih berada di lokasi kejadian. Mobil yang terlibat dalam kecelakaan tersebut mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.


Kapolsek setempat, Kompol Joko Sumarno, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mencari tahu penyebab kecelakaan. "Kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan ini. Untuk sementara, sopir mobil sudah kami amankan untuk dimintai keterangan," kata Kompol Joko.


Pihak kepolisian juga menduga bahwa kecelakaan ini bisa disebabkan oleh kelalaian pengemudi atau kondisi jalan yang licin akibat hujan yang baru saja reda. Namun, pemeriksaan lebih lanjut masih akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari insiden tersebut.


Kecelakaan ini tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga menambah keprihatinan warga mengenai keselamatan di jalan raya, terutama di sekitar kawasan SPBU yang sering dilalui kendaraan dan pejalan kaki. Sejumlah warga berharap agar pihak berwenang dapat meningkatkan pengawasan dan penataan kawasan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.


Sementara itu, pedagang cilok yang menjadi korban dalam kejadian ini, Siti Rohmah, mengaku masih merasa shock meski hanya mengalami luka ringan. “Tiba-tiba mobil itu melaju sangat cepat dan menabrak saya. Alhamdulillah, saya hanya sedikit terluka, tapi sangat syok dengan kejadian ini,” ungkap Siti.


Pihak keluarga korban berharap agar pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan ini dapat bertanggung jawab atas insiden yang terjadi. Saat ini, proses penyelidikan masih berjalan dan diharapkan dapat segera memberikan kejelasan mengenai kejadian tersebut.

Redaksi Jatimku.com

Perayaan HUT Kota Malang Digelar Sederhana di Balai Kota

 



Malang, 10 Maret 2025 – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang yang ke-113 tahun ini berlangsung secara sederhana di Balai Kota Malang, Senin (10/3). Meskipun digelar dengan penuh keterbatasan, acara tersebut tetap memiliki makna yang mendalam, sebagai bentuk penghargaan terhadap perjalanan panjang Kota Malang yang terus berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi masyarakat.


Wali Kota Malang, Sutiaji, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa perayaan HUT kali ini sengaja dibuat lebih sederhana sebagai bentuk empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat pasca-pandemi serta beberapa tantangan yang sedang dihadapi oleh pemerintah daerah. “Kami ingin perayaan tahun ini lebih berfokus pada makna dan nilai kebersamaan. Dalam situasi yang penuh tantangan ini, mari kita bersyukur atas segala pencapaian yang telah diraih Kota Malang,” ujar Sutiaji.


Acara yang berlangsung dengan protokol kesehatan ketat ini dihadiri oleh jajaran pemerintahan, tokoh masyarakat, dan beberapa perwakilan dari berbagai komunitas di Kota Malang. Perayaan kali ini lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat reflektif dan berbagi, dengan tidak ada acara hiburan besar atau karnaval yang biasanya menjadi ciri khas perayaan HUT Kota Malang.


Salah satu rangkaian acara yang berlangsung adalah penyerahan penghargaan kepada sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi yang telah memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan dan kemajuan Kota Malang. Selain itu, Pemkot Malang juga meluncurkan beberapa program sosial baru yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti program pendidikan dan kesehatan berbasis teknologi.


“Pada usia yang ke-113 tahun ini, kami berharap Kota Malang dapat terus berinovasi dan berkembang dengan lebih baik. Tahun ini, kami akan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” tambah Sutiaji.


Sejumlah warga Malang juga menyambut baik perayaan sederhana ini. Meskipun tidak ada pesta atau acara meriah, mereka merasa bangga dengan pencapaian yang terus diraih kota ini. “Saya senang meski perayaannya sederhana, tapi pesannya tetap jelas: kita semua harus bersama-sama membangun kota ini lebih baik lagi,” ujar salah satu warga, Arief, yang turut hadir dalam acara tersebut.


Acara ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar Kota Malang dapat terus maju dan memberikan manfaat bagi warganya. Meskipun sederhana, perayaan HUT kali ini memberikan pesan penting bahwa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama menjadi hal utama dalam perjalanan panjang Kota Malang.


Sumber: Jatimku.com

Sidak Pasar, Wali Kota Malang Kaget Harga Cabe Capai Rp 120 Ribu per Kilo


Malang, Jatimku.com
– Wali Kota Malang, Sutiaji, mengungkapkan rasa keprihatinannya setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional di Kota Malang, Jumat pagi (6/3). Dalam sidak tersebut, Sutiaji terkejut melihat harga cabe yang melonjak drastis hingga mencapai Rp 120.000 per kilogram.


Harga cabe yang melonjak tajam ini membuat Wali Kota Sutiaji khawatir karena cabe merupakan komoditas penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. "Saya kaget dan sangat prihatin dengan harga cabe yang kini sudah mencapai Rp 120 ribu per kilo. Ini jelas akan memberatkan masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang tergantung pada cabe sebagai bahan dapur sehari-hari," ungkap Sutiaji dalam konferensi pers singkat setelah sidak.


Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Wali Kota Malang dari pedagang di pasar, kenaikan harga cabe ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk cuaca yang tidak menentu dan kekurangan pasokan dari sejumlah daerah penghasil cabe utama. Selain itu, faktor distribusi yang terhambat juga turut mempengaruhi harga cabe di tingkat pasar.


Dampak Kenaikan Harga pada Masyarakat

Kenaikan harga cabe yang signifikan ini tentu berdampak pada daya beli masyarakat. Ibu rumah tangga yang biasanya membeli cabe dalam jumlah cukup banyak untuk kebutuhan dapur terpaksa harus mengurangi pembelian mereka, atau mencari alternatif bahan lain untuk menggantikan cabe.


"Biasanya, saya beli cabe sekitar 2-3 kg seminggu, tapi sekarang hanya bisa beli setengah kilo karena harganya sudah melambung tinggi. Ini sangat mempengaruhi pengeluaran rumah tangga kami," ujar Rina, salah seorang warga Malang yang ditemui di pasar.


Selain itu, pedagang kecil juga mengeluhkan penurunan jumlah pembeli akibat mahalnya harga cabe. Mereka berharap agar pemerintah dapat segera mengatasi lonjakan harga ini agar perekonomian pasar kembali stabil.


Tanggapan Pemerintah Kota Malang

Menanggapi hal ini, Wali Kota Sutiaji berjanji untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan instansi terkait untuk mencari solusi atas kenaikan harga cabe yang terus melonjak. Salah satu langkah yang mungkin diambil adalah mencari alternatif pemasokan cabe dari daerah lain yang lebih stabil harganya atau mempercepat distribusi ke pasar-pasar tradisional.


"Saya akan segera menginstruksikan Dinas Perdagangan untuk memantau pasokan cabe dan berkoordinasi dengan petani serta distributor untuk memastikan harga tetap terkendali. Kami juga akan melihat kemungkinan untuk menggelar operasi pasar untuk menurunkan harga cabe yang melambung ini," tegas Sutiaji.


Pemerintah Kota Malang juga akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok lainnya yang juga dapat mempengaruhi inflasi di tingkat daerah.


Harapan Masyarakat

Masyarakat pun berharap agar pemerintah bisa segera mengatasi lonjakan harga bahan pokok ini, agar tidak semakin memberatkan mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Banyak yang berharap agar harga cabe bisa kembali stabil dalam waktu dekat, mengingat cabe merupakan salah satu bahan yang sangat dibutuhkan dalam masakan sehari-hari.


Sidak ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan pusat untuk terus memantau dan menjaga kestabilan harga barang kebutuhan pokok, serta melakukan upaya agar distribusi komoditas tidak terganggu.


Bahagiakan Ramadhan di Pelosok Malang Selatan Bersama DBUSA



Malang, 5 Maret 2025 – Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, selalu menjadi waktu yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia. Tidak hanya menjadi kesempatan untuk meningkatkan ibadah, Ramadhan juga menjadi momen untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama. Di tengah kesibukan kota, ada daerah pelosok yang membutuhkan perhatian lebih, seperti yang dilakukan oleh Lembaga Dompet Bina Umat Sejahtera (DBUSA) di Ramadhan kali ini.


Pada tahun ini, DBUSA kembali melaksanakan kegiatan sosial untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara Muslim yang berada di Pantai Wedi Awu, Dusun Balearjo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudho, Malang Selatan. Lokasi yang terletak sekitar 3 jam perjalanan dari Kota Malang ini masuk dalam kategori pelosok Malang Raya, dan di desa ini terdapat sekitar 50% penduduknya yang beragama Islam serta melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.


Bingkisan dan Bantuan untuk Warga Pelosok

Dalam rangka menyemarakkan Ramadhan, DBUSA membuka kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam program sosial yang bertujuan untuk memberikan bingkisan kepada berbagai kalangan di dusun tersebut. Adapun rincian program yang dilaksanakan antara lain:

  1. Bingkisan untuk Santri TPQ
    Sebanyak 70 paket bingkisan akan dibagikan kepada santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), dengan biaya sebesar Rp 50.000 per paket.

  2. Bingkisan untuk Guru/Dai Pelosok
    Sebanyak 20 paket bingkisan akan diberikan kepada guru dan dai yang mengajar di pelosok, dengan biaya sebesar Rp 300.000 per paket.

  3. Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
    Sebanyak 25 paket bingkisan akan disalurkan kepada anak yatim dan dhuafa, dengan biaya Rp 200.000 per paket.

  4. Paket Berbuka untuk Warga
    Sebanyak 350 porsi makanan untuk berbuka puasa akan disediakan dengan biaya Rp 15.000 per porsi untuk warga yang membutuhkan.


Mari Berbagi di Bulan yang Penuh Berkah

Bagi para dermawan yang ingin berpartisipasi dalam program ini, DBUSA mengajak untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk berbagi kebahagiaan. Kamu bisa ikut andil dalam program ini dengan memilih jumlah paket yang ingin disalurkan, sesuai dengan kemampuan dan niat baik untuk membantu sesama.


Untuk menyampaikan infaq terbaik, kamu bisa melakukan donasi melalui nomor rekening BSI 7163879788 atas nama Lembaga Dompet Bina Umat Sejahtera. Untuk konfirmasi atau informasi lebih lanjut, bisa menghubungi WA di nomor 0816504000.


Semoga melalui program ini, saudara-saudara kita yang berada di pelosok Malang Selatan dapat merasakan kebahagiaan Ramadhan yang penuh berkah. Mari bersama-sama membawa senyum dan kebahagiaan di bulan yang penuh rahmat ini.

#RamadhanPelosok #DBUSA #BerbagiKebahagiaan