Latest News

Tampilkan postingan dengan label KOMNAS PA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOMNAS PA. Tampilkan semua postingan

Komnas Perlindungan Anak Gelar Kegiatan Anti-Bullying di SMP Frateran Celaket 21 Malang

 


Malang, 3 Maret 2025 – Komnas Perlindungan Anak (PA), yang dipimpin oleh Pak Teguh, diundang oleh SMP Frateran Celaket 21 untuk mengisi kegiatan edukasi tentang anti-bullying bagi para siswa-siswinya. Kegiatan ini berlangsung di bawah koordinasi Humas SMP Frateran, Bapak Yus Djoko, dan dipimpin oleh Kepala Sekolah, Fr. M. Yohanes Laga Payong BHK, S.Fil., MPd. Kegiatan tersebut digelar dengan tujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang bebas dari praktik bullying.


Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 7 hingga kelas 9. Komnas PA mengutus empat orang ahli untuk memberikan materi dalam kegiatan ini. Chustini, M.Pd menjadi pemateri pertama dengan menjelaskan tentang apa itu bullying serta bagaimana cara anak-anak dapat bertindak jika mereka menyaksikan atau bahkan mengalami bullying. Pemateri kedua, Tjahya Kuntjoro, S.E, memberikan motivasi kepada siswa-siswi untuk menjadi sosok pemimpin masa depan yang bebas dari tindakan kekerasan dan diskriminasi.


Selain itu, untuk lebih menegaskan komitmen terhadap isu anti-bullying, seluruh siswa mengikuti sumpah anti-bullying yang dipandu oleh Tjahya Kuntjoro. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Komnas PA yang melakukan bincang santai dengan Bu Elly, guru BK SMP Frateran, sebelum acara dimulai.


Dalam sesi terakhir, kegiatan diakhiri dengan harapan besar agar SMP Frateran menjadi sekolah yang bebas dari bullying. Komnas PA berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi siswa-siswi SMP Frateran, tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Selain itu, ada keinginan untuk memperkuat kerjasama antara pihak sekolah dan Komnas PA Kota Malang melalui penandatanganan MoU, guna meningkatkan upaya perlindungan anak di masa depan.


Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan budaya sekolah yang lebih ramah dan peduli terhadap kesejahteraan mental dan sosial siswa. Dengan demikian, SMP Frateran berharap dapat terus menjadi sekolah yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, empati, dan saling menghargai di kalangan siswa.

Komnas PA Jalin Sinergi dengan PSG UB dan STIMATA untuk Perlindungan Anak di Malang

 


Jatimku.com – Malang.

Pada Selasa, 18 Februari 2025, Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Malang menghadiri dua pertemuan penting dalam upaya memperkuat sinergi untuk perlindungan anak. Pertemuan pertama berlangsung di Universitas Brawijaya (UB) atas undangan Ketua Pusat Studi Gender (PSG) UB, Dr. Lilik Wahyuni, M.Pd., sedangkan pertemuan kedua merupakan audiensi dengan STIMATA (Sekolah Tinggi Informatika Kota Malang).


Diskusi Perlindungan Anak di Universitas Brawijaya


Pertemuan dengan PSG UB berlangsung di Gedung Layanan Bersama, lantai 6, mulai pukul 09.00 WIB. Acara diawali dengan perkenalan peserta yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan para Ketua Bidang Komnas PA, serta jajaran PSG UB.


Dalam diskusi, Dr. Lilik Wahyuni mengangkat pertanyaan mendalam tentang maraknya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Malang. "Ada apa dengan negara kita? Bagaimana kita bisa bersama-sama mencari solusi?" ungkapnya.


Diskusi ini menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih konkret antara PSG UB dan Komnas PA. Fokus utama adalah menangani kasus bullying, kekerasan seksual, dan pelecehan yang masih marak terjadi. Diharapkan sinergi ini dapat menghasilkan gerakan nyata di lapangan dengan dukungan berbagai pihak.

Pertemuan ini ditutup dengan doa majelis pada pukul 11.00 WIB, dengan rencana tindak lanjut untuk memperjelas program kerja yang akan dijalankan bersama.



Audiensi Komnas PA Kota Malang dengan STIMATA

Pada hari yang sama, pukul 13.30 WIB, Komnas PA Kota Malang melanjutkan agenda dengan mengadakan audiensi bersama Ketua/Rektor STIMATA, Dr. Tubagus M. Akhriza, S.Si, M.MSi., di ruang pertemuan STIMATA.

Kegiatan dibuka oleh salah satu staf STIMATA, diikuti dengan sesi perkenalan peserta. Ketua Komnas PA Kota Malang, Pak Teguh, menyampaikan bahwa selama ini Komnas PA telah melakukan sosialisasi anti-bullying dan parenting di sekolah-sekolah. Namun, dari 500 target sekolah, baru 30 sekolah yang telah mendapatkan edukasi ini.

Audiensi ini bertujuan untuk menyamakan visi dalam pencegahan kekerasan fisik, kekerasan seksual, serta pelecehan yang bermula dari penggunaan gadget dan media digital. Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai gagasan dan solusi berbasis kasus yang terjadi di lapangan.

Sebagai langkah konkret, STIMATA dan Komnas PA Kota Malang sepakat menandatangani MoU untuk membangun sinergi dalam pencegahan kecanduan gadget pada anak-anak. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Komnas PA, Pak Teguh, dan Ketua/Rektor STIMATA, Dr. Tubagus M. Akhriza, S.Si, M.MSi., bersamaan dengan berkumandangnya adzan Ashar.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan semakin banyak anak-anak di Kota Malang yang mendapatkan perlindungan dari berbagai ancaman kekerasan dan dampak negatif teknologi.

KOMNAS Perlindungan Anak Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Islam Sabilillah 1 Malang



Malang, 3 Januari 2025 – Dalam upaya mencegah dan mengurangi kasus bullying di lingkungan sekolah, SD Islam Sabilillah 1 Kota Malang menggelar sosialisasi anti-bullying selama dua hari, Jumat-Sabtu, 2-3 Januari 2025. Acara ini menghadirkan enam pemateri dari KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang, yaitu Chustini, Annis Rachmawati, Ahmad Sulton, Husnur Rifqi, Tjahya Kuntjoro, dan Igo Chaniago.


Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, yang dibagi di beberapa lokasi berbeda di area sekolah. Para pemateri memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menghormati sesama, mengenali tanda-tanda bullying, serta cara mencegahnya. Selain itu, para guru juga diajak untuk lebih peka terhadap situasi di lingkungan sekolah guna menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman.


Acara ini ditutup dengan sesi bernyanyi bersama lagu anti-bullying yang semakin mempererat kebersamaan antara siswa, guru, dan pemateri.



Igo Chaniago, Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang, dalam wawancara dengan Humas SD Islam Sabilillah menyampaikan pesan penting, “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling melindungi dan menghormati satu sama lain. Jangan pernah ragu untuk melaporkan kepada KOMNAS Perlindungan Anak jika terjadi tindakan bullying, karena setiap anak berhak merasa aman di sekolah.”


KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan edukasi serupa di berbagai sekolah sebagai langkah konkret menuju lingkungan sekolah yang ramah anak. Langkah ini juga mendukung Kota Malang yang telah menyandang predikat “NINDYA” sebagai Kota Layak Anak (KLA), agar dapat meningkat menjadi predikat “UTAMA” di masa depan.


Melalui upaya ini, diharapkan tercipta generasi muda yang saling menghormati, berempati, dan terbebas dari perilaku bullying.


Komnas Perlindungan Anak Kota Batu Perkuat Sinergi dengan Dinas Pendidikan

 


Batu, jatimku.com – Pengurus Komite Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Batu melakukan silaturahmi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu pada Selasa (4/12/2024). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Block Office Balaikota Among Tani ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam menjalankan Program Kerja Tahun 2025.


Ketua Komnas PA Kota Batu, Rudianto, S.Pd., S.H., M.A.P., yang akrab disapa Goes Idur, memaparkan rencana program kerja yang telah disusun untuk tahun depan. Ia juga mengharapkan dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Batu agar program-program tersebut dapat terimplementasi secara efektif di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan dinas.


Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori, S.Sos., M.Si., menyambut baik inisiatif tersebut. Dalam sambutannya, ia menyatakan dukungannya terhadap rencana kerja Komnas PA dan berkomitmen untuk menindaklanjuti program-program tersebut. Menurutnya, sinergi antara Dinas Pendidikan dan Komnas PA sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perlindungan anak.




Selain membahas program kerja, pertemuan ini juga diisi dengan diskusi mengenai tantangan dan peluang dalam perlindungan anak dan guru di lingkungan pendidikan. Kedua belah pihak sepakat bahwa perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.


Sebagai penutup kegiatan, Ketua Komnas PA menyerahkan proposal Program Kerja Tahun 2025 kepada Kepala Dinas Pendidikan. Penyerahan ini menjadi simbol komitmen untuk menjalin kerjasama yang lebih erat di masa depan.


Dengan dukungan dari Dinas Pendidikan, diharapkan program-program Komnas PA Kota Batu dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan pendidik di Kota Batu. Simak berita terkini lainnya hanya di jatimku.com.


DINSOS KOTA MALANG SINERGI DENGAN KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK MALANG RAYA

 


Malang, 14 November 2024 – Dinas Sosial Kota Malang melalui UPT Perlindungan Perempuan dan Anak, menjalin sinergi lebih erat dengan KOMNAS Perlindungan Anak Malang Raya dalam upaya memperkuat komitmen terhadap konvensi hak anak. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor KOMNAS Perlindungan Anak yang terletak di Balaikota Among Tani Kota Batu pada Kamis (14/11/2024).


Acara ini dihadiri oleh Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Kota Malang beserta jajaran, serta sejumlah pengurus KOMNAS Perlindungan Anak Malang Raya. Di antaranya, Ketua KOMNAS Perlindungan Kota Batu, Gus Idur, Ketua KOMNAS Perlindungan Kabupaten Malang, Bunda Dewi, dan Ketua KOMNAS Perlindungan Kota Malang, Igo Chaniago, yang juga bertindak sebagai pemandu acara.


Dalam sambutannya, Gus Idur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertemuan ini dan berharap sinergi antara UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Kota Malang dengan para pengurus KOMNAS Perlindungan Anak Malang Raya dapat semakin kuat. Ia juga berharap agar melalui kegiatan ini, hubungan kerja sama dapat lebih erat, sehingga pelaksanaan perlindungan anak dapat lebih optimal.


Acara berlanjut dengan pengenalan tentang terapi hipnosis yang disampaikan oleh Bunda Dewi Irvani. Selain sebagai Ketua KOMNAS Perlindungan Anak, Bunda Dewi juga seorang hipnoterapis dan pemilik Klinik Al Bashiro yang berfokus pada penanganan gangguan mental.


Sebagai penutup, Bu Iik, perwakilan dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Malang, menyampaikan bahwa pertemuan ini memberikan banyak wawasan dan inspirasi untuk merancang program-program baru yang dapat mempererat kerjasama dengan aktivis perlindungan anak. Diharapkan, melalui upaya bersama ini, tingkat kekerasan terhadap anak di Kota Malang dapat berkurang secara signifikan.


(jatimku.com)

Edukasi Pencegahan Bullying di SD CORJESU Malang oleh KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang

 


Malang, 12 - 13 November 2024 – SD Katolik CORJESU Malang menyelenggarakan kegiatan edukasi untuk mencegah bullying di lingkungan sekolah. Acara ini digagas oleh pihak SD CORJESU Malang dengan mengundang KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang sebagai narasumber.


Acara edukasi ini berlangsung selama 2 hari dan dihadiri oleh hampir 500 peserta dengan dibagi 2 sesi. Hari pertama dengan peserta kelas 1 – 3 SD dan hari kedua dengan peserta kelas 4 – 6 SD bertempat di aula dan perpustakaan SD Katolik CORJESU Malang


Edukasi ini di sampaikan oleh Igo Chaniago, selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak Kota Malang dan 5 pemateri lainnya. Yaitu Budi Eko Prasetyo selaku SEKJEN, Husnur Rifqi selaku Ketua Bidang Sosialiasi Hak Anak, Tjahja Kuntjoro selaku Ketua dan Zainudin di Bidang Advokasi, serta Alix Wijaya atau yang akrab di panggil Kak Ale dari bidang media. 


Dalam paparannya, Igo Chaniago menekankan pentingnya peran siswa-siswi serta guru, dalam menjaga diri dan mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah. Serta memotivasi siswa siswa untuk menjadi pejuang generasi yang berprestasi untuk Indonesia di masa depan, ujar Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang ini.


Komnas Perlindungan Anak Kota Malang berkomitmen untuk terus melakukan edukasi serupa di sekolah-sekolah lain sebagai upaya mencegah dan mengurangi kasus bullying di kalangan remaja. Sehingga penghargaan kota Malang menjadi Kota Layak Anak (KLA) yang sekarang mendapat predikat “NINDYA, bisa naik lagi menjadi UTAMA"

Edukasi Anti-Bullying di SMPIT Al Bashiroh dan SMAIT Rabbani Turen: Murid Antusias Dapatkan Pembelajaran Berharga

 


Malang, 12 November 2024 – SMP Islam Terpadu Al Bashiroh Turen, Malang, sukses menggelar acara Sosialisasi & Edukasi Stop Bullying yang dihadiri oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Malang, Bunda Hj. Dewi Irvani, S.Hut, M.Si. Acara yang digelar penuh semangat ini menghadirkan Kak Ale sebagai MC sekaligus Sekjen Komnas PA Kab Malang, serta Kak Anisa AE sebagai Wasekjennya.


Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran yang memberikan suasana khidmat bagi para peserta. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ustazah Nining yang menyampaikan pentingnya acara ini dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya bullying di lingkungan sekolah. Sambutan utama disampaikan oleh Bunda Dewi yang menyapa para siswa dengan hangat dan mengajak mereka untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.


Rangkaian Acara yang Menginspirasi


Setelah sambutan, materi utama disampaikan oleh Kak Anisa AE yang mengupas tuntas apa itu bullying, jenis-jenisnya, dan dampak buruk yang bisa terjadi. Kak Anisa menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami, membuat para siswa terlibat aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab.

Berikutnya, sesi cerita dari Kak Ale tentang sahabat Nabi menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Melalui kisah inspiratif ini, Kak Ale mengajarkan nilai-nilai persahabatan, menghormati sesama, dan pentingnya tidak melakukan tindakan bullying. Para siswa terlihat sangat antusias mendengarkan cerita tersebut, bahkan beberapa di antaranya ikut memberikan pendapat dan pertanyaan.

Acara ditutup dengan sesi menyanyi bersama Bunda Dewi, yang menambah keceriaan dan semangat para siswa. Lagu yang dinyanyikan bersama bukan hanya menghibur, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat kebersamaan dan solidaritas di antara para siswa.


Kesimpulan dan Harapan


Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan lebih memahami bahaya bullying dan bagaimana cara mencegahnya. Bunda Dewi menekankan bahwa edukasi seperti ini sangat penting agar anak-anak bisa tumbuh dengan rasa aman, serta terhindar dari perilaku negatif yang merugikan.

"Semoga acara ini bisa menginspirasi kalian semua untuk menjadi teman yang baik dan selalu menjaga persahabatan. Kita ingin SMPIT Al Bashiroh dan SMAIT Rabbani menjadi lingkungan yang ramah, aman, dan bebas bullying," ujar Bunda Dewi dalam penutupannya.

Acara yang dihadiri oleh para siswa ini mendapatkan respons yang positif. Mereka terlihat antusias dan senang dengan materi yang disampaikan, apalagi dengan adanya hadiah untuk para peserta yang aktif. Edukasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan sekolah yang lebih aman dan bebas dari tindakan perundungan.


Untuk informasi selengkapnya, kunjungi jatimku.com dan dukung terus gerakan anti-bullying demi masa depan anak-anak yang lebih baik.


#StopBullying #EdukasiAntiBullying #KomnasPA #jatimkucom




Komnas PA Kabupaten Malang dan Pondok Pesantren Al-Rifa'ie 2 Bersinergi untuk Mencegah Bullying

 


Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Malang menggandeng Pondok Pesantren Al-Rifa'ie 2 dalam upaya mencegah bullying melalui program “Menggapai Masa Depan Bersama.” Program yang dilaksanakan pada 2 November 2024 ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar aman bagi para santri, melibatkan siswa kelas 9 dan orang tua untuk memahami dampak buruk bullying.

Dalam program ini, Bunda Dewi Irvani, Ketua Komnas PA Kabupaten Malang, memaparkan pentingnya edukasi terkait bullying, termasuk bentuk-bentuknya seperti bullying fisik, verbal, dan sosial. Tindakan bullying memiliki dampak psikologis yang serius pada korban, seperti menurunkan rasa percaya diri, kecemasan, dan bahkan depresi, yang pada akhirnya dapat mengganggu perkembangan akademik dan emosional mereka.


Selain memberikan edukasi, kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh bagi pesantren lain untuk ikut aktif dalam menciptakan lingkungan yang bebas bullying. Pondok Pesantren Al-Rifa'ie 2 berkomitmen membentuk ruang aman bagi santri agar mereka dapat tumbuh dengan sehat dan berprestasi tanpa rasa takut.

Komnas PA Kabupaten Malang mengapresiasi dukungan dari Pondok Pesantren Al-Rifa'ie 2 dan berharap kolaborasi ini dapat membangun kesadaran akan pentingnya pencegahan bullying. Melalui langkah ini, Komnas PA Kabupaten Malang optimis bahwa santri bisa menggapai masa depan dengan percaya diri, tanpa terbebani oleh pengalaman negatif akibat bullying.

Alix Wijaya Dilantik sebagai Sekjen Komnas PA Kabupaten Malang yang Baru

 


Malang, Jatimku.com — Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Malang baru saja menunjuk Kak Ale, atau Alix Wijaya, sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang baru dalam rapat koordinasi yang diadakan pada 3 Oktober 2024. Pertemuan ini berlangsung di Pendopo "Di Hatimu Cinta," kediaman Bunda Dewi Irvani, yang juga merupakan Ketua Komnas PA Kabupaten Malang. Rapat yang dihadiri sepuluh pengurus utama ini membahas pengunduran diri Sekjen sebelumnya karena alasan keluarga, serta menyepakati penunjukan Kak Ale sebagai penggantinya.


Bunda Dewi mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan Komnas PA Provinsi Jawa Timur dan pusat, yang merekomendasikan agar posisi Sekjen diisi oleh seorang laki-laki untuk mempercepat pergerakan organisasi. Berdasarkan panduan ini, Bunda Dewi mengusulkan Kak Ale sebagai kandidat tunggal. Usulan ini mendapat dukungan penuh dari seluruh peserta rapat, yang sepakat memilih Kak Ale secara bulat.


Kak Ale, seorang pendongeng nasional dengan pengalaman luas di bidang edukasi anak, telah berperan sebagai Ketua Bidang Sosialisasi Hak Anak di Komnas PA Kabupaten Malang. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan pendidikan dan advokasi anak melalui pendekatan cerita membuatnya dianggap sebagai sosok yang tepat untuk mengemban peran strategis ini. Dengan latar belakangnya, Kak Ale diharapkan membawa pendekatan segar dalam upaya perlindungan hak anak di wilayah Malang.


Dalam rapat ini, juga disepakati akan diadakan pelatihan public speaking bagi para pengurus, sehingga seluruh anggota dapat berperan aktif sebagai pemateri dalam kegiatan sosialisasi hak anak di berbagai sekolah. Pelatihan ini akan dipandu oleh Bunda Dewi dan Kak Ale sendiri, dengan tujuan membangun kapasitas tim dalam berkomunikasi dengan baik di depan publik.


Kegiatan rapat berakhir dengan sesi ramah tamah di kediaman Bunda Dewi dan diikuti dengan jamaah shalat Dhuhur. Nuansa kekeluargaan dan semangat kebersamaan mengiringi momen ini, menandai awal dari kepemimpinan Kak Ale sebagai Sekjen Komnas PA Kabupaten Malang.


Dengan penunjukan ini, Komnas PA Kabupaten Malang berharap Kak Ale mampu memperkuat dan memperluas jangkauan organisasi dalam mengadvokasi hak-hak anak. Semoga amanah ini menjadi langkah besar bagi perlindungan anak di wilayah Kabupaten Malang.

POLRESTA Malang dan KOMNAS Perlindungan Anak Sinergi Wujudkan Kota Layak Anak




Guna memperkuat kerja sama dalam menciptakan lingkungan ramah anak, POLRESTA Kota Malang menjalin sinergi dengan KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang melalui audiensi yang digelar Selasa, 29 Oktober 2024. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Solusi POLRESTA Kota Malang, dengan dihadiri oleh jajaran BARESKRIM dan UNIT PPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak) POLRESTA serta Pengurus KOMNAS Perlindungan Anak.

Iptu Khusnul Khotimah, KANIT PPA POLRESTA Malang, mengungkapkan apresiasi terhadap inisiatif KOMNAS dalam memperkuat kolaborasi, demi menjaga status Kota Malang sebagai "Kota Layak Anak" dengan predikat utama. Menurutnya, kerja sama ini membantu dalam mengurangi angka kekerasan terhadap anak, yang kini semakin menurun.

Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang, Igo Chaniago, juga menegaskan bahwa jika sinergi antara aktivis perlindungan anak dan jajaran Unit PPA terjalin dengan baik, tingkat kekerasan terhadap anak akan berkurang secara signifikan. Ia menambahkan bahwa 80% upaya KOMNAS difokuskan pada pencegahan, meskipun KOMNAS juga memiliki tim advokasi yang siap memberikan pendampingan psikologis dan bantuan hukum kepada korban.

POLRESTA, KOMNAS Perlindungan Anak, dan Dinas Sosial Kota Malang siap menanggapi aduan masyarakat terkait kekerasan anak selama 24 jam. Dengan koordinasi yang kuat antara aparat penegak hukum, dinas terkait, dan masyarakat, Kota Malang diharapkan dapat mempertahankan predikatnya sebagai "Kota Layak Anak" dan menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam melindungi hak-hak anak.






Komnas PA Sosialisasikan Pencegahan Perundungan di Sekolah Kota Malang



Pada tanggal 23 Oktober 2024, Komite Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Malang mengadakan beberapa kegiatan penting di beberapa tempat. Di SD Islam Baitul Makmur Sawojajar, diadakan sosialisasi dengan tujuan untuk mencegah dan menangani perundungan di sekolah. 

Pemateri di setiap kelas, seperti Ibu Sugiye, Uti Astin, Pak Igo, Ibu Elvi Laily, Ibu Anis, dan Ibu Retno S, memberikan materi kepada siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 tentang bagaimana cara menghadapi situasi perundungan. Materi yang disampaikan difokuskan pada pengertian perundungan, dampak negatif, dan keterampilan yang harus dimiliki siswa jika mereka mengalami perundungan. 


Selain itu, audiensi yang dilakukan dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang dihadiri oleh Ketua Komnas PA, Igo Chaniago, dan beberapa pengurus lainnya. Audiensi ini bertujuan untuk membangun kerjasama antara Komnas PA dan Dinas Pendidikan agar sosialisasi anti-bullying di sekolah-sekolah dapat berjalan lebih efektif. Komnas PA berharap melalui kerjasama ini, pihaknya dapat berperan lebih aktif dalam memberikan edukasi kepada sekolah-sekolah di Kota Malang.

Di sisi lain, Komnas PA juga turut hadir dalam kegiatan K3S Kecamatan Lowokwaru yang bertempat di SDN Percobaan 1 Kota Malang. Perwakilan Komnas PA, yaitu Ibu Chustini dan Pak Husnur Rifqi, menyampaikan pentingnya pemahaman tentang perundungan, termasuk penyebab, akibat, dan cara mengantisipasi perubahan sikap pada anak-anak. 

Dengan serangkaian kegiatan ini, Komnas PA berharap dapat menjadi mediator yang memfasilitasi kerjasama antar lembaga untuk menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan bebas dari perundungan. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat membawa dampak positif pada perilaku siswa dan mempererat hubungan antara siswa, guru, dan orang tua.

Sosialisasi Anti Bullying di Pondok Pesantren Al-Khoirot Bersama Komnas PA Kab Malang




Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Malang menggelar sosialisasi besar-besaran tentang pencegahan bullying di Pondok Pesantren Al-Khoirot. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 700 santriwati ini berlangsung 24 September 2024 di Pondok Pesantren Al-Khoirot Putri. 

Sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam menanggapi meningkatnya kasus bullying di lingkungan pendidikan,termasuk di pondok pesantren. Melalui kegiatan ini, Komnas PA Kabupaten Malang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para santriwati tentang apa itu bullying, jenis-jenis bullying, dampak negatif bullying, serta cara mencegah dan mengatasi bullying.

Bunda Dewi Irvani, selaku Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Kab. Malang, menyampaikan materi dengan gaya yang interaktif dan mudah dipahami oleh para santriwati. Beliau menekankan pentingnya sikap saling menghormati, toleransi,dan empati dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, beliau juga memberikan tips-tips praktis bagi para santriwati untuk menghadapi situasi bullying, baik sebagai korban maupun saksi.
"Bullying bukan hanya masalah fisik, tetapi juga bisa berupa verbal, sosial, dan psikologis. Dampaknya sangat serius,baik bagi korban maupun pelaku. Oleh karena itu, kita semua harus berperan aktif dalam mencegah dan mengatasi bullying," tegas Bunda Dewi Irvani.

Selama kegiatan sosialisasi, para santriwati sangat antusias mengikuti sesi tanya jawab. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengalaman pribadi mereka dengan bullying, serta cara mencari bantuan jika mengalami atau melihat tindakan bullying. Para pengurus pondok pesantren juga turut hadir dalam kegiatan ini dan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan bullying di lingkungan pondok pesantren.

Di akhir acara, para peserta sosialisasi diajak untuk menandatangani deklarasi bersama yang berisi komitmen untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying. Deklarasi ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh santriwati untuk selalu berperilaku baik dan saling menghargai.

Sosialisasi Anti-Bullying di SMKN 5 Malang bersama Komnas Perlindungan Anak



Malang, 16 Oktober 2024 – SMKN 5 Malang mengadakan sosialisasi bertema anti-bullying sebagai upaya pencegahan kekerasan di sekolah. Acara ini menggandeng Dinas Sosial dan Komnas Perlindungan Anak Kota Malang, yang dihadiri oleh 500 siswa kelas 10 di aula utama sekolah.

Igo Chaniago, Ketua Komnas Perlindungan Anak Kota Malang, membuka acara dengan memberikan materi tentang dampak buruk bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Ia menekankan peran penting siswa dan guru dalam mencegah bullying, serta memotivasi para siswa untuk menjadi generasi berprestasi yang menjaga nilai-nilai kebaikan.


Sesi penutupan diisi oleh Husnur Rifqi, Ketua Bidang Sosialisasi Hak Anak Komnas PA, yang menekankan pentingnya tanggung jawab bersama untuk saling melindungi. Ia juga memimpin deklarasi anti-bullying sebagai bagian dari komitmen semua pihak.

Komnas Perlindungan Anak terus berkomitmen melakukan sosialisasi serupa di sekolah-sekolah lain guna menjadikan Malang sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Pencegahan dan Penanganan Bullying di SDN Tulusrejo 1, Malang



Malang, 11 Oktober 2024 - Pada tanggal 10 Oktober 2024 kemarin, Komite Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Malang diundang oleh Kepala Sekolah SDN Tulusrejo 1 Malang, Ibu Dwi Oetami untuk memberikan parenting dengan materi “Pencegahan dan Penanganan Perundungan (bullying). 

Kegiatan hari ini dengan pemateri Chustini, M.Pd dan Husnur Rifqi, S.T., CHt dan dihadiri oleh seluruh orangtua siswa SDN Tulusrejo 1 sebanyak 102 orang serta seluruh guru SDN Tulusrejo 1. 

Tujuan dari kegiatan ini yaitu: 
1) Orangtua siswa mengetahui dan memahami apa itu perundungan, 
2) Orangtua dapat mengajarkan pada anak untuk bersikap asertif tanpa menyakiti orang lain, 
3) Orangtua dapat membekali anak dengan ketrampilan sosial agar terhindar dari tindakan perundungan, dan 
4) Orangtua dapat mengembangkan empati anak agar tidak menjadi pelaku perundungan. 

Chustini menyampaikan materi tentang pengertian, penyebab, dampak, serta cara merespon perundungan. Selain itu Chustini juga menyampaikan pentingnya peran Guru dan orangtua ketika terjadi perundungan antara lain: membangun komunikasi terbuka, mengajarkan empati dan pengendalian diri dan mengajarkan asertivitas pada anak. Di samping itu Guru maupun orangtua supaya mendorong keterlibatan positif anak baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. 

Sedangkan Rifki memberikan materi terkait denan pendidikan akil balik bagi orangtua agar bisa mendampingi anaknya saat anak memasuki puber. Keterlibatan ayah untuk pendidikan akil sangat dibutuhkan oleh anak, karena dari ayahlah anak belajar tentang logika. Rifqi juga menenkankan bahwa saat anak usia 7 tahun perama yang diutamakan adalah pengenalan tentang Tuhan, usia 7 tahun anak haris diajari tatacara rangkaian sholat dengan baik dan benar karena di dalam sholat anak bisa terbiasa mendenganrkan panggilan adzan, anak akan terbiasa menerapkan kebersihan dengan cara berwudu serta anak akan bisa mengenal waktu serta mengenalkan konsep berhitung awal dengan mengenal banyaknya jumlah rokaat dalam setiap sholat. 

Dengan adanya kegiatan parenting ini Kepala Sekolah dan guru SDN Tulusrejo 1 Kota Malang berharap orangtua dapat mendampingi anaknya dengan lebih baik agar anak tidak mudah menjadi korban maupun pelaku perundungan.  

Parenting ini merupakan salah satu upaya sekolah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa dan bisa menjadi sekolah tanpa kekerasan. Selain itu diharapkan anak-anak SDN Tulusrejo bisa menjadi anak yang berakhlak dan berbudi pekerti yang lebih baik.

SDN Jatimulyo 1 Adakan Sosialisasi Anti Bullying untuk Siswa Kelas 1-3


Pada Rabu, 9 Oktober 2024, SDN Jatimulyo 1 menggelar kegiatan sosialisasi anti-bullying bagi siswa kelas 1 hingga kelas 3. Acara ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 09.00 WIB dengan menghadirkan Chustini, M.Pd sebagai pemateri utama. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai apa itu bullying dan cara mengidentifikasinya di kehidupan sehari-hari.


Selama sosialisasi, Chustini mengajak para siswa untuk mengenali tanda-tanda perilaku bullying, baik yang terjadi pada diri mereka sendiri maupun terhadap teman-temannya. Selain itu, mereka juga dibekali keberanian dan langkah-langkah yang bisa diambil jika menjadi korban bullying, seperti melapor kepada guru atau orang tua.


Harapan dari pelaksanaan sosialisasi ini adalah agar anak-anak tidak hanya mampu mengenali bullying, tetapi juga memiliki keberanian untuk bertindak dan menghindari perilaku tersebut di lingkungan sekolah. Dengan demikian, suasana belajar yang nyaman dan aman di SDN Jatimulyo 1 dapat tercipta secara berkelanjutan.

SMP Katolik Cor Jesu Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying



Pada Senin, 7 Oktober 2024, SMP Katolik Cor Jesu mengadakan acara sosialisasi bertajuk Pencegahan Bullying di lingkungan sekolah. Acara yang dihadiri oleh siswa dan guru ini menghadirkan dua pemateri utama, yakni Husnur Rifqi dan Tjahya Kuntjoro, yang memberikan pemaparan terkait pentingnya pencegahan bullying di sekolah.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada siswa tentang bahaya bullying serta bagaimana cara mencegah dan menanggulanginya di lingkungan sekolah. Para pemateri menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa, serta menghimbau untuk saling menghargai dan menjaga solidaritas.



Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa SMP Katolik Cor Jesu dapat memahami langkah-langkah pencegahan bullying serta berperan aktif dalam menciptakan budaya sekolah yang positif. Dukungan dari pihak sekolah serta kerja sama antara siswa dan guru juga menjadi fokus dalam penanggulangan masalah ini.

Acara ini diselenggarakan dengan harapan besar agar kasus bullying dapat diminimalisir dan lingkungan belajar yang lebih sehat serta inklusif dapat terwujud di SMP Katolik Cor Jesu.

Sosialisasi Anti Bullying di SMP Kartika IV Malang Bersama Komnas PA Malang




Malang, 3 Oktober 2024 – SMP Kartika IV Malang menggelar acara sosialisasi dengan tema "Stop Bullying" yang diadakan pada 3 Oktober 2024. Sosialisasi ini dihadiri oleh pemateri Elvi Laili dan Husnur Rifqi, yang memberikan pemahaman mendalam kepada siswa-siswi tentang pentingnya pencegahan bullying di sekolah.

Acara ini bertujuan untuk membentuk support system dalam rangka pencegahan dan penanggulangan bullying, sehingga menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Kedua pemateri menjelaskan dampak negatif bullying serta cara untuk mengatasinya, baik dari sisi korban maupun pelaku. Melalui sosialisasi ini, para siswa diajak untuk memahami pentingnya empati dan saling menghormati antar sesama teman.

Selain itu, sosialisasi ini juga merupakan langkah awal dalam mewujudkan SMP Kartika IV Malang sebagai "Sekolah Ramah Masa Depan Anak", di mana setiap siswa bisa belajar dengan rasa aman tanpa takut mengalami kekerasan atau intimidasi.

Harapan dari pelaksanaan sosialisasi ini adalah agar program pencegahan bullying tidak berhenti pada kegiatan ini saja, melainkan terus berlanjut dengan pembentukan kebijakan dan program-program yang mendukung terwujudnya sekolah yang ramah bagi masa depan anak. 

Dengan adanya komitmen bersama antara pihak sekolah, guru, siswa, dan pemateri, diharapkan SMP Kartika IV Malang bisa menjadi sekolah yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang antar sesama. (AE)

Sosialisasi Bullying di SMKN 12 Malang: Membangun Generasi Cinta Damai



Malang, 4 Oktober 2024 – SMKN 12 Malang menggelar acara sosialisasi bertema "Pencegahan Bullying" yang diselenggarakan bekerja sama dengan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Malang. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bullying dan dampaknya, serta mendorong perubahan perilaku menuju generasi yang cinta damai.

Dalam sambutan pembuka, Drs. Suryanto, M.Pd, Kepala Sekolah SMKN 12 Malang, menyampaikan pentingnya pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada karakter. "Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap anak-anak paham apa itu bullying dan bagaimana mencegahnya, baik terhadap teman, adik kelas, maupun kakak kelas," ujarnya.

Tjahya Kuntjoro, SE, dan Ahmad Zahir Kukuh Wahyudi, S.Sos memberikan pemaparan tentang berbagai bentuk bullying, baik verbal, fisik, maupun cyberbullying, yang sering terjadi di kalangan siswa.

Sosialisasi ini merupakan salah satu upaya sekolah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Husnur Rifqi ST menyatakan, "Dengan memahami bullying, siswa diharapkan lebih sadar akan tindakan mereka, serta berperilaku lebih baik dalam berinteraksi sehari-hari."

Para siswa juga diajak untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi mengenai dampak psikologis bullying, baik bagi korban maupun pelaku. "Kami berharap, sosialisasi ini bisa menjadi langkah awal dalam mengubah perilaku seluruh peserta didik agar menjadi generasi yang tangguh, cinta damai, dan memiliki sikap positif terhadap sesama," tambah Ahmad Suprayitno sebagai humas di SMKN 12 Malang.

Dengan terlaksananya sosialisasi ini, pihak sekolah berharap akan terjadi perubahan nyata dalam interaksi sosial siswa di SMKN 12 Malang. "Sosialisasi ini diharapkan tidak hanya mencegah kekerasan di sekolah, tetapi juga melahirkan generasi yang baik untuk masyarakat dan Indonesia," tutup Tjahya Kuntjoro, SE.

Program ini juga merupakan bagian dari komitmen SMKN 12 Malang dalam mendukung pengembangan karakter positif di kalangan siswa dan mewujudkan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying.

Pewarta : Anisa AE

Komnas PA Kab. Malang Gelar Workshop untuk Tingkatkan Kompetensi Guru dalam Menghadapi Kekerasan di Sekolah




Malang, 23 September 2024 – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Malang mengadakan workshop intensif bertema "Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memahami Perundungan, Kekerasan, dan Kekerasan Seksual." Workshop ini bertujuan untuk membekali guru-guru dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mencegah, mengenali, serta menangani berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah. Acara ini diadakan di Aula Indoor SMKN 8 Malang dan dihadiri oleh para guru sekolah tersebut.

Bunda Dewi Irvani, Ketua Komnas PA Kabupaten Malang, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran strategis guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. "Guru memiliki tanggung jawab besar dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan di sekolah. Dengan pemahaman yang baik mengenai berbagai bentuk kekerasan, guru dapat memberikan perlindungan yang optimal bagi siswa," ujar Dewi.

Workshop ini tidak hanya memberikan materi teoretis, tetapi juga melibatkan para guru dalam diskusi kelompok. Diskusi ini memungkinkan mereka untuk membahas berbagai kasus kekerasan yang sering terjadi di sekolah dan menemukan solusi yang tepat dalam menghadapinya. Melalui diskusi ini, para guru diajak untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dan menjadi lebih proaktif dalam menangani masalah tersebut.

Harapannya, dengan adanya workshop ini, para guru dapat lebih siap dalam mencegah dan menangani kasus perundungan dan kekerasan di sekolah. Selain itu, terjalin kerjasama yang lebih baik antara guru, siswa, orang tua, dan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, demi mendukung perkembangan anak secara optimal.

SMKN 8 Kota Malang Gelar Edukasi Anti-Bullying, Ajak Siswa Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman



Malang, 23 September 2024 – SMKN 8 Kota Malang kembali menggelar kegiatan edukasi untuk mencegah tindakan bullying di lingkungan sekolah. Acara ini menjadi salah satu wujud kepedulian pihak sekolah terhadap keamanan dan kenyamanan seluruh siswa di sekolah, terutama dalam mencegah dan mengurangi kasus-kasus bullying yang sering kali terjadi di kalangan pelajar. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang dampak buruk bullying dan bagaimana cara mencegahnya.

Acara sosialisasi yang diadakan di Aula Outdoor SMKN 8 Malang ini dihadiri oleh 400 siswa dari kelas 10. Acara dibuka oleh Bunda Dewi Irvani, Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Malang, yang hadir sebagai pembicara utama. Dalam sesi sosialisasinya, Bunda Dewi Irvani memberikan pemaparan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa, serta menyoroti dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh perilaku bullying.

Dalam paparannya, Bunda Dewi Irvani menjelaskan berbagai jenis bullying yang sering terjadi, baik secara fisik, verbal, maupun cyberbullying yang semakin marak terjadi di era digital ini. Ia menekankan bahwa bullying, sekecil apapun, dapat berdampak besar pada kesehatan mental korban, yang bisa mempengaruhi prestasi akademik dan kehidupan sosial mereka. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk saling mendukung dan menjaga satu sama lain di lingkungan sekolah.

"Dampak bullying tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga oleh pelaku. Siswa yang terlibat dalam bullying berisiko mengembangkan perilaku antisosial di masa depan, dan hal ini dapat merusak karier serta kehidupan mereka," jelas Bunda Dewi Irvani. Ia juga mengingatkan bahwa setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, di mana setiap orang merasa dihargai dan diterima.

Para siswa SMKN 8 Malang menyambut sosialisasi ini dengan antusias. Mereka aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan diskusi tentang cara mencegah bullying di sekolah. Beberapa siswa bahkan berbagi pengalaman mereka tentang bagaimana bullying pernah terjadi di lingkungan mereka dan bagaimana mereka menghadapi situasi tersebut.

Salah satu siswa, Indah, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi mereka. "Saya merasa lebih paham tentang apa itu bullying dan bagaimana dampaknya terhadap korban. Saya juga belajar bahwa penting untuk melaporkan jika melihat teman yang dibully, karena kita semua harus melindungi satu sama lain," ungkapnya.

Bunda Dewi Irvani juga memberikan pesan kepada siswa untuk tidak takut melaporkan jika mereka menjadi korban atau menyaksikan tindakan bullying di sekolah. "Kalian harus berani bicara dan melapor. Jangan biarkan bullying terus terjadi, karena setiap siswa memiliki hak untuk belajar di lingkungan yang aman dan nyaman," pesannya.

Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan edukasi serupa di sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Malang. Hal ini sebagai bagian dari upaya mereka untuk mencegah dan mengurangi kasus bullying di kalangan remaja, yang dianggap sebagai salah satu tantangan utama dalam menciptakan sekolah yang aman dan ramah bagi siswa.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah awal dari rangkaian program yang dirancang oleh SMKN 8 Kota Malang dan Komnas Perlindungan Anak untuk terus mendukung terciptanya sekolah yang bebas bullying. Selain itu, pihak sekolah juga berencana untuk menerapkan program-program lain yang bertujuan untuk memperkuat kesadaran siswa akan pentingnya menghargai sesama dan menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Dengan adanya program-program seperti ini, diharapkan para siswa dapat lebih memahami peran mereka dalam menjaga lingkungan sekolah yang aman dan mencegah terjadinya bullying, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi muda yang berkarakter, bermoral, dan peduli terhadap sesama.

Pewarta : AW (Gus Dhur)