Latest News

Tampilkan postingan dengan label KABUPATEN MALANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KABUPATEN MALANG. Tampilkan semua postingan

DBUSA Tebar Kepedulian Hingga Pelosok Wedi Awu

 


Jatimku.com - Malang – Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum untuk berbagi dan menebar kebaikan. Pada Jumat, 21 Maret 2025, Ramadhan Pelosok kembali digelar, kali ini di Wedi Awu. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dompet Bina Umat Sejahtera (DBUSA) ini menjadi bagian dari tasyakuran dan pondok Ramadhan, dengan berbagai agenda sosial serta edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat setempat.


Sejak pagi, tim relawan DBUSA telah bersiap di dua titik kumpul utama, yaitu rumah Mas Angga di Jl. Manisa, Bumiayu, dan rumah Samsul di Kacuk-Kebonsari. Beberapa armada disiapkan untuk membawa logistik dan tim, di antaranya ambulans dengan driver Lukman dan Tajuddin, mobil Innova yang dikendarai oleh Amin, Angga, Intan, dan Sakinah, serta Avanza yang dikemudikan oleh Furqon, Samsul, Putra, Anisa, tim MRI, dan Abidin.


Sekitar pukul 09.00 WIB, seluruh tim bertemu di SPBU Talok, Turen, untuk melakukan koordinasi terakhir dan pendistribusian logistik ke masing-masing kendaraan. Setelah semua siap, perjalanan dilanjutkan menuju Wedi Awu, tempat acara berlangsung.



Setibanya di lokasi, langsung melakukan ramah tamah dan sedikit briefing untuk acara yang akan dilaksanakan. Setelah itu beristirahat karena sudah melakukan perjalanan yang cukup jauh. 


Acara dimulai setelah Ashar dengan sesi pengenalan ambulans yang dipandu oleh Coach Lukman. Dalam sesi ini, masyarakat diperkenalkan dengan fungsi dan kegunaan ambulans dalam situasi darurat. Tak hanya itu, edukasi mitigasi gempa dan fire rescue juga diberikan oleh Coach Furqon, memberikan wawasan kepada warga tentang langkah-langkah penyelamatan dalam menghadapi bencana.



Menjelang sore, tim relawan dari DBUSA membagikan bingkisan kepada 78 santri TPQ, disusul dengan pembagian santunan kepada 25 yatim dhuafa serta 7 guru TPQ. Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan, diiringi rasa syukur dari para penerima manfaat.


Tim dari MRI yang datang juga mengadakan cek kesehatan yang dilaksanakan di rumah dekat mushola. Para warga pun mengantri untuk dicek kesehatannya. Acara cek kesehatan ini juga disambut dengan hangat oleh warga. 


Memasuki waktu berbuka, suasana semakin khidmat. Setelah azan Magrib berkumandang, para peserta menikmati takjil bersama. Usai sholat Magrib, sesi makan bersama digelar dengan berbagai menu yang beraneka ragam. 



Setelah seluruh rangkaian acara selesai, tim relawan DBUSA pun bersiap untuk kembali ke Malang. Beberapa peserta memilih untuk melanjutkan ibadah Isya dan tarawih di lokasi sebelum pulang.


Kegiatan Ramadhan Pelosok ini tidak hanya sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dan kepedulian bagi masyarakat di pelosok. Dompet Bina Umat Sejahtera (DBUSA) berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang bermanfaat, dengan harapan kegiatan ini dapat berlangsung setiap tahun dan menjangkau lebih banyak wilayah yang membutuhkan.


(Liputan oleh Jatimku.com)

Kopi Cetol Gondanglegi Tetap Buka di Bulan Ramadhan, Menjadi Tempat Nongkrong Favorit di Malam Hari



Malang, 11 Maret 2025 – Meskipun bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah untuk umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, namun hal itu tidak menghentikan kedai kopi legendaris, Kopi Cetol Gondanglegi, untuk tetap buka. Bahkan, kedai kopi yang terletak di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, ini semakin ramai dikunjungi pelanggan di malam hari.


Kopi Cetol Gondanglegi: Tempat Nongkrong Favorit Sepanjang Tahun

Kopi Cetol sudah lama menjadi tempat nongkrong favorit bagi warga Malang dan sekitarnya, khususnya di kalangan anak muda. Dikenal dengan cita rasa kopinya yang khas dan suasana yang nyaman, kedai ini memiliki daya tarik tersendiri. Meskipun banyak kedai kopi lain yang memilih untuk tutup atau mengurangi jam operasional di bulan Ramadhan, Kopi Cetol justru tetap buka hingga larut malam.


Owner Kopi Cetol, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa meski bulan Ramadhan adalah waktu berpuasa bagi umat Muslim, kedai kopi yang ia kelola tetap beroperasi. “Kami tetap buka, tetapi kami mengutamakan kenyamanan pelanggan yang berpuasa. Kami buka dari sore hingga malam, setelah waktu berbuka puasa. Banyak pelanggan yang datang untuk menikmati kopi dan berbagai camilan saat berkumpul dengan teman-teman atau keluarga,” ujar Budi.


Suasana Ramadhan yang Hangat dan Bersahabat

Meskipun bulan Ramadhan identik dengan ibadah dan waktu berbuka puasa, Kopi Cetol tetap bisa menjaga suasana yang penuh kehangatan. Di malam hari, setelah waktu berbuka, kedai kopi ini dipenuhi oleh pengunjung yang ingin menikmati secangkir kopi atau camilan khas Kopi Cetol sembari bersantai.


Dengan berbagai pilihan kopi lokal yang nikmat, pengunjung dapat menikmati suasana nyaman sambil berbincang atau bekerja. Suasana di Kopi Cetol yang santai dan penuh keakraban membuatnya menjadi tempat yang pas untuk melepas penat setelah seharian berpuasa.


“Sejak buka puasa, saya suka ke sini bersama teman-teman. Rasanya menyegarkan setelah seharian puasa, ditambah lagi Kopi Cetol punya suasana yang asyik buat nongkrong,” ungkap Arif, salah seorang pelanggan setia Kopi Cetol.


Menyediakan Pilihan untuk Semua Kalangan

Kopi Cetol tidak hanya menyediakan kopi, namun juga menawarkan berbagai macam menu makanan ringan yang cocok untuk menemani waktu santai di malam Ramadhan. Mulai dari camilan ringan hingga hidangan berat, pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan menu yang ada.


Budi juga menambahkan, pihaknya berusaha menjaga kualitas pelayanan dan kebersihan selama bulan Ramadhan. “Kami tetap menjaga kualitas dan kebersihan, serta memastikan seluruh pelanggan merasa nyaman. Kami juga menyediakan menu takjil bagi yang berbuka puasa di sini, agar pelanggan yang datang bisa menikmati hidangan berbuka dengan lengkap,” katanya.


Kopi Cetol Gondanglegi Jadi Destinasi Malam Ramadhan

Meski banyak tempat yang tutup lebih awal di bulan Ramadhan, Kopi Cetol Gondanglegi tetap menjaga eksistensinya sebagai tempat nongkrong yang nyaman. Bahkan, bagi banyak orang, kedai kopi ini menjadi destinasi favorit untuk berkumpul setelah berbuka puasa.


Dengan nuansa yang ramah dan hangat, ditambah dengan kopi yang nikmat, tidak heran jika Kopi Cetol Gondanglegi terus menjadi pilihan utama bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu berkualitas di bulan Ramadhan.

Jemaah di Masjid Al-Ilyas Membeludak, Setiap Orang Dapat Rp 20.000 Usai Terawih



Surabaya, Jatimku.com – Masjid Al-Ilyas di kawasan Surabaya Selatan menjadi pusat perhatian malam ini, setelah ribuan jemaah membeludak untuk melaksanakan salat tarawih. Tidak hanya karena kegiatan ibadahnya yang khusyuk, namun juga karena adanya pembagian uang tunai sebesar Rp 20.000 untuk setiap orang usai salat tarawih.


Kegiatan ini menjadi viral di media sosial, menarik perhatian banyak warga yang ingin merasakan manfaat dari program berbagi yang digagas oleh pengurus Masjid Al-Ilyas. Hal tersebut juga membuat masjid yang biasanya hanya dipenuhi oleh jemaah setempat, kali ini dipenuhi oleh ribuan orang dari berbagai penjuru Surabaya dan sekitarnya.


Antusiasme Jemaah yang Melimpah

Masjid Al-Ilyas yang berkapasitas sekitar 1.000 orang kali ini terlihat sesak, bahkan hingga jalan raya depan masjid pun dipenuhi oleh kendaraan yang datang dari berbagai daerah. Banyak jemaah yang rela menunggu dalam antrean panjang untuk mendapatkan tempat di dalam masjid.


Salah satu jemaah, Ahmad (34), mengungkapkan bahwa ia datang ke masjid bersama keluarganya karena mendengar kabar bahwa masjid ini memberikan uang tunai usai salat tarawih. “Kami datang lebih awal untuk memastikan dapat tempat. Selain ingin beribadah, tentu saja ingin mendapatkan bantuan dari masjid yang sangat bermanfaat ini,” ujarnya.


Pembagian Uang Tunai untuk Setiap Jemaah

Setelah salat tarawih selesai, pengurus masjid mulai membagikan uang tunai Rp 20.000 untuk setiap jemaah yang hadir. Pembagian dilakukan dengan tertib dan cepat, dipimpin oleh pengurus masjid dan didampingi oleh petugas keamanan setempat. Pengurus masjid menegaskan bahwa bantuan tersebut bertujuan untuk meringankan beban jemaah, terutama menjelang Lebaran yang biasanya diiringi dengan berbagai kebutuhan.


“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap sesama. Selain memberikan kesempatan untuk beribadah, kami juga ingin membantu meringankan beban saudara-saudara kami di bulan Ramadan. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa membawa keberkahan,” ujar Ustadz Hadi, salah satu pengurus Masjid Al-Ilyas.


Tanggapan Warga dan Jemaah

Warga sekitar dan jemaah yang hadir mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas pembagian tersebut. Sebagian besar dari mereka merasa terbantu, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Uang yang diberikan dianggap sebagai bantuan yang sangat berarti, apalagi menjelang akhir Ramadan yang biasanya menjadi periode yang lebih sibuk.


"Alhamdulillah, uang yang dibagikan bisa membantu untuk kebutuhan hari-hari. Kami sangat bersyukur atas perhatian masjid ini," kata Siti, seorang ibu rumah tangga yang hadir bersama anak-anaknya.


Dampak Positif dari Program Berbagi

Selain memberikan manfaat langsung berupa uang tunai, kegiatan ini juga mengajak lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam ibadah tarawih. Banyak di antara jemaah yang mengaku lebih termotivasi untuk hadir di masjid, baik untuk beribadah maupun untuk mendapatkan sedikit bantuan.


Meski demikian, pengurus masjid tetap mengimbau kepada jemaah untuk tidak datang hanya untuk tujuan mendapatkan uang tunai semata, namun juga untuk mengutamakan niat beribadah. “Kami berharap jemaah yang datang bisa merasakan keberkahan Ramadan, bukan hanya dari segi materi, tapi juga dari sisi spiritual,” tambah Ustadz Hadi.

Peresmian Sumur Bor Jariyah RUMAT Indonesia Melalui BMH di Pesantren Al Ulum: Wujud Kepedulian untuk Santri

Peresmian Sumur Bor BMH Malang Yang Ke 34 Dari Keluarga Besar RUMAT Indonesia Di PONPES Al Ulum Wajak

Jatimku.com – Malang. Senin, 24 Februari 2025, pukul 09.00 WIB, berlangsung peresmian sedekah jariyah sumur bor dari RUMAT Indonesia (Rumah Perawatan Luka Diabetes) melkoalui BMH Malang. Sumur bor ini diperuntukkan bagi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ulum, yang berlokasi di Desa Dadapan, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.


Pesantren Al Ulum yang dihuni sekitar 300 santri SMP dan SMA selama ini harus menumpang air dari warga sekitar dan terkadang membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan hadirnya sumur bor ini, kebutuhan air santri kini dapat terpenuhi secara mandiri.

Jariyah Sumur Bor Dari Keluarga Besar RUMAT Indonesia Melalui BMH Disaksikan Puluhan Santri

Acara peresmian dipandu oleh Agus Wahyudi dari BMH, diawali dengan istighosah yang dipimpin oleh KH. Abdul Karim, pembina Ponpes Al Ulum, dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.


Ketua BMH Malang, Lukmanul Hakim, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran proses pengeboran yang dimulai sejak Kamis, 9 Januari 2025 dengan kedalaman 37 meter. Sumur bor ini merupakan sumur ke-34 yang telah disalurkan BMH di Malang Raya dan ke-189 di Jawa Timur.

Jariyah Sumur Bor Dari Keluarga Besar RUMAT Indonesia Melalui BMH Disaksikan Puluhan Santriwati

Lukmanul Hakim juga menjelaskan bahwa sumur bor ini adalah amanah dari keluarga besar RUMAT Indonesia, yang pahalanya dihadiahkan untuk:

1. Almarhum Amriwas bin Kabar.
2. Nurlisma binti Nurdin.
3. Meliawasni binti Amriwas.
4. Almarhum Nurdin bin Magat.
5. Almarhumah Ramilis binti Harun.
6. Almarhum Kabar bin Fulan.
7. Almarhumah Nurlela binti Rasu.


Mewakili pihak Ponpes Al Ulum, Gus Rifqi Bachtiar menyampaikan rasa terima kasih kepada RUMAT Indonesia dan BMH atas sedekah jariyah ini, "Kehadiran sumur bor ini sangat dinantikan sejak lama, karena air adalah kebutuhan primer dan sangat mendesak bagi santri kami. Semoga keluarga besar RUMAT Indonesia mendapatkan amal jariyah yang terus mengalir serta kebahagiaan dunia dan akhirat. Aamiin."

Peresmian Sumur Bor Dari Keluarga Besar RUMAT Indonesia Melalui BMH Berjalan Khidmat

Acara peresmian ditutup dengan doa oleh KH. Mustajab, dilanjutkan dengan pemotongan pita dan simbolis pembukaan keran air, menandai resminya penggunaan sumur bor di Ponpes Al Ulum.


Seluruh rangkaian acara yang dikawal oleh Agus Wahyudi dari BMH berlangsung dengan khidmat, membawa harapan bahwa sumur bor ini dapat menjadi manfaat besar bagi santri dan masyarakat sekitar.

Universitas Widya Gama Bangun Sumur Bor di Masjid Al Fallah Dampit Melalui BMH, Wujud Nyata Pengabdian Masyarakat

Pengabdian Masyarakat, Peletakan Batu Pertama (Pembukaan) Sedekah Jariyah Sumur Bor Dari Keluarga Besar Universitas Widya Gama Melalui BMH Di Masjid Al Fallah Dampit  

Jatimku.com – Malang. Universitas Widya Gama (UWG) Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat dengan membangun sumur bor di Masjid Al Fallah, Desa Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo, Dampit, Kabupaten Malang. Program ini merupakan hasil sinergi UWG dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Malang, sebagai solusi atas permasalahan air bersih yang telah lama dihadapi masyarakat sekitar.


Prof. Dr. Ir. Agus Tugas Sudjianto, ST., MT., mantan rektor periode sebelumnya dan selaku perwakilan dari UWG, menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah tanggung jawab utama sebuah perguruan tinggi. Ketika diajak bekerja sama oleh Agus Wahyudi dari BMH, ia langsung menyetujui program ini, meskipun biaya pembangunan sumur bor mencapai sekitar Rp 50 juta yang nantinya diambilkan dari Baitul Maal Widya Gama (BMW).


"Saya sering melewati Masjid Al Fallah, tetapi tidak menyadari bahwa masjid ini mengalami kesulitan air. Alhamdulillah, BMH menjadi jembatan yang memungkinkan UWG berkontribusi dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujar Prof. Agus UWG.

Prof. Dr. Ir. Agus Tugas Sudjianto, ST., MT.
 Mantan Rektor Universitas Widya Gama Malang Membuka Pengeboran Dan Meletakan Batu Pertama Sumur Bor Di Masjid Al Fallah Dampit Melalui BMH 

Peletakan batu pertama sumur bor ini dilakukan pada Senin, 10 Februari 2025. Hanya dalam waktu satu minggu, sumur dengan kedalaman sekitar 50 meter tersebut berhasil dibangun dan siap digunakan. Agus Wahyudi dari BMH mengonfirmasi bahwa peresmian sumur bor akan dilaksanakan pada Jumat, 28 Februari 2025, sebagai simbol nyata kepedulian terhadap masyarakat.


Tak hanya terlibat dalam program ini, Prof. Agus UWG juga mengungkapkan niatnya untuk terus bersinergi dengan BMH dalam program sedekah jariyah sumur bor.

Pembukaan Sumur Bor Di Masjid Al Fallah Dihadiri Para Tokoh Setempat (KADES, KASUN, Takmir, Dan Santri)

"Saya terinspirasi dari sejarah sahabat Utsman bin Affan yang membangun sumur di Madinah dan pahalanya terus mengalir hingga kini. Saya dan keluarga juga ingin mengikuti jejak tersebut, semoga Allah meridainya. Aamiin," ungkapnya.


Melalui program ini, Universitas Widya Gama berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus menguatkan nilai kepedulian sosial dalam dunia pendidikan.

Hujan Doorprize di RAKORWIL Dakwah DPW Hidayatullah Jawa Timur


Jatimku.com – Malang.
Sebanyak 50 da’i digital menghadiri RAKORWIL Dakwah Digital DPW Hidayatullah Jawa Timur yang berlangsung di kantor majalah Suara Hidayatullah Surabaya. Mengusung tema "Jempol Berdakwah, Hati Bertaqwa", acara ini menghadirkan tokoh-tokoh dakwah, termasuk Ustadz Drs. Shohibul Anwar, M.Pd.I., Ketua Departemen Komunikasi dan Penyiaran Hidayatullah Pusat serta tim Pos Dai Jatim yang terdiri dari Drs. Amun Rowi, M.Pd, Muh. Idris, M.Pd.I, Muhammad Ali, SE, dan Hebni Syarif, M.Pd.I.


RAKORWIL dibuka dengan pembacaan doa, ayat suci Al-Qur'an, dan sambutan tokoh-tokoh Hidayatullah. Dalam kesempatan ini, Ustadz Hebni Syarif, M.Pd.I., menegaskan bahwa dakwah offline tetap penting dan harus dijalankan beriringan dengan dakwah digital.


Dalam sesi pemaparan materi, Ustadz Drs. Shohibul Anwar, M.Pd.I., menyampaikan bahwa di era digital, AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana dakwah, tentunya dalam koridor syar’i yang sejalan dengan nilai-nilai Hidayatullah. Ia juga mendorong para peserta untuk memaksimalkan berbagai platform media sosial seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan TikTok dalam berdakwah.


Diskusi semakin menarik ketika Agus Wahyudi dari DPD Kabupaten Malang mengajukan pertanyaan yang menjadi penutup sesi pertama sebelum memasuki waktu ISHOMA.


Setelah ISHOMA, tim redaksi majalah Suara Hidayatullah memberikan pelatihan menulis berita, dipandu oleh Akbar Muzakki dan Mustain al Haq. Akbar menekankan bahwa inspirasi menulis bisa datang dari mana saja, bahkan dari situasi ruangan, makanan, atau interaksi di sekitar kita. Untuk meningkatkan kreativitas, Akbar mengadakan tantangan menulis satu paragraf berita dengan hadiah doorprize, yang langsung disambut antusias oleh peserta.


Sesi selanjutnya dipandu oleh Mustain al Haq, yang membawakan materi tentang desain menggunakan Canva dan Capcut. Ia menekankan pentingnya menggunakan versi premium agar bisa mengakses fitur lebih lengkap dan bebas berkreasi. Setelah sesi praktik desain, Mustain memilih hasil desain terbaik peserta yang langsung diberikan doorprize.


Jawa Timur Raih Penghargaan Da’i Terbanyak

RAKORWIL Dakwah ditutup dengan sambutan dari Muh. Idris, M.Pd.I., selaku Sekretaris DPW, yang mengumumkan bahwa DPW Jawa Timur mendapatkan predikat sebagai wilayah dengan jumlah da’i terbanyak dan terbaik dalam program pendidikan.


Sementara itu, Ustadz Hebni Syarif, M.Pd.I., juga menyampaikan target pendirian Rumah Qur'an (RQH) di tahun 2025, di mana DPD Hidayatullah Kabupaten Malang mendapat amanah untuk merealisasikan dua RQH.


Acara kemudian ditutup dengan doa dan sesi foto bersama, menandai berakhirnya RAKORWIL Dakwah yang penuh semangat dakwah dan pembelajaran digital.

Laznas YDSF Malang Berikan Materi Kepemimpinan dalam Diklat OSIS MTs dan SMK Nurul Huda Bantur

Bantur, 15-16 Februari 2025 – Dalam rangka mencetak generasi pemimpin muda yang kompeten dan berintegritas, YDSF Malang memberikan Materi Kepemimpinan dalam diklat Osis MTs dan SMK Nurul Huda Bantur yang berlangsung selama dua hari, pada Jumat dan Sabtu, 14-15 Februari 2025. 




Materi ini dibawakan langsung oleh Pimpinan Laznas YDSF Malang sebagai narasumber utama. Dengan mengusung materi tentang 3 Aspek Menjadi Pengurus OSIS yang Berkompeten, yaitu:


1. Peningkatan Spiritual – Mengajarkan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kepemimpinan agar para pengurus OSIS memiliki landasan moral yang kuat.


2. Berpikir Kritis – Membantu peserta memahami cara berpikir yang analitis dan solutif dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi.


3.  Speaking Skill/Keahlian Bicara – Melatih pengurus OSIS agar mampu berbicara dengan percaya diri dan efektif dalam menyampaikan gagasan serta berkomunikasi dengan baik.


Selain sesi materi, di hari kedua peserta juga diajak untuk mengikuti fun game yang dirancang untuk memperkuat kerja sama tim, meningkatkan komitmen, menanamkan semangat berjuang keras, serta mengasah kreativitas dalam berpikir dan bertindak.


Sebagai puncak kegiatan, para pengurus OSIS MTs dan SMK Nurul Huda Bantur melakukan deklarasi sebagai bentuk komitmen mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh dedikasi dan profesionalisme.


M.Fandi Kepala YDSF Malang mengatakan "Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pengurus OSIS dalam mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang akan membawa perubahan positif bagi sekolah dan masyarakat sekitar". lebih lanjut beliau mengatakan "Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kepemimpinan yang telah ditanamkan, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang inspiratif di masa depan".


Tentang YDSF

Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) adalah lembaga zakat nasional yang berkomitmen menyalurkan dana sosial melalui berbagai program pendidikan, kesehatan,  ekonomi dan sosial kemanusiaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program-program inovatif, YDSF Malang berharap dapat terus berkontribusi dalam menanggulangi perbaikan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.


Kontak Media:

Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF)
Email: markom.malang@ydsf.org
Contact : 0851-5798-9889 (Markom YDSF Malang)



Jalan Rusak di Tumpang Ditanami Pohon Pisang, Warga Protes Kondisi Infrastruktur



Tumpang, Malang – Jalan rusak di daerah Tumpang, Kabupaten Malang, menjadi sorotan setelah warga setempat menanami pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah. Aksi ini dilakukan karena kondisi jalan yang semakin memburuk dan tak kunjung diperbaiki, sehingga membahayakan pengguna jalan.


Jalan Berlubang dan Membahayakan


Berdasarkan pantauan di lokasi, jalan yang rusak dipenuhi lubang-lubang besar yang dapat membahayakan pengendara, terutama pengendara sepeda motor. Saat hujan turun, lubang-lubang ini tergenang air, sehingga semakin sulit untuk dilalui. Beberapa warga bahkan mengaku sering melihat pengendara terjatuh akibat jalan yang tidak rata dan licin.


"Sudah lama rusak, tapi belum ada tindakan dari pihak terkait. Kami sudah sering mengadu, tapi tidak ada hasil. Makanya, warga berinisiatif menanami pohon pisang biar ada perhatian," ujar seorang warga setempat.


Aksi Protes Kreatif Warga


Menanam pohon pisang di jalan yang rusak bukanlah hal baru di Indonesia. Aksi ini sering dilakukan warga sebagai bentuk kritik terhadap lambannya respons pemerintah dalam menangani infrastruktur yang bermasalah. Dengan adanya pohon pisang di tengah jalan, diharapkan ada perhatian lebih dari pihak terkait agar segera mengambil tindakan perbaikan.


Tak hanya pohon pisang, warga juga memasang tanda-tanda peringatan bagi pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas. Beberapa warga mengaku pasrah dan hanya bisa berharap ada perbaikan dalam waktu dekat.


Respons Pemerintah


Pihak pemerintah setempat mengaku telah menerima laporan terkait jalan rusak di Tumpang. Menurut perwakilan dari dinas terkait, anggaran perbaikan jalan sudah masuk dalam rencana tahun ini dan akan segera dikerjakan setelah proses administrasi selesai.


"Kami memahami keresahan warga dan akan segera melakukan perbaikan. Saat ini, kami sedang menyiapkan langkah-langkah teknis agar pengerjaan bisa dilakukan dalam waktu dekat," kata seorang pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Malang.


Harapan Warga


Warga berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji, tetapi segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki jalan yang rusak. Kondisi jalan yang baik sangat penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun transportasi umum.


Jika tidak segera diperbaiki, bukan tidak mungkin aksi protes akan terus berlanjut, bahkan dengan cara yang lebih ekstrem. Masyarakat hanya ingin hak mereka untuk mendapatkan infrastruktur yang layak segera terpenuhi.


Apakah aksi menanam pohon pisang ini akan membuahkan hasil? Warga Tumpang hanya bisa menunggu realisasi dari janji pemerintah. 

FKP3 Malang Raya Gelar Pelatihan Dasar SAR untuk Tingkatkan Kapasitas Rescuer

 


Jatimku.com – Malang. Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) Malang Raya mengadakan pelatihan dasar Search and Rescue (SAR) bagi unsur SAR di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Kegiatan yang berlangsung pada 8-9 Februari 2025 ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar dalam operasi penyelamatan, terutama bagi mereka yang memiliki kualifikasi sebagai rescuer.


Pelatihan yang digelar di Kantor Unit Siaga SAR Malang Raya, Kota Batu, ini mencakup materi manajemen posko, water rescue, serta medical first responder. "Pelatihan ini membentuk, membekali, dan meningkatkan kemampuan potensi SAR yang memiliki kualifikasi profesi rescuer," ujar Koordinator FKP3 Malang Raya, Dr. Ganif Djuwadi SST, SPd, M.Kes, pada Sabtu (8/2/2025).


Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Seksi Sumber Daya Kantor Basarnas Surabaya, Wahyu Tri Agung PH. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi rescuer berbasis masyarakat agar lebih sigap dalam kondisi darurat. "Kesiapsiagaan dalam operasi SAR tidak hanya bergantung pada peralatan, tetapi juga pada keahlian dan mentalitas rescuer. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas tim SAR di Malang Raya," tegasnya.


Sebanyak 84 peserta dari 79 unsur SAR berbasis masyarakat dan instansi pemerintah mengikuti tahap awal pelatihan selama 16 jam. Mereka nantinya akan menjalani pelatihan lanjutan hingga mencapai total 76 jam, yang menjadi syarat wajib untuk mendapatkan sertifikasi rescuer.


"Rescuer adalah petugas penyelamat yang memiliki tugas, tanggung jawab, serta wewenang resmi dalam operasi pencarian dan pertolongan. Dengan pelatihan ini, diharapkan mereka bisa lebih profesional dan siap menghadapi berbagai kondisi di lapangan," pungkas Ganif.

Universitas Widyagama dan BMH Salurkan Sedekah Jariyah Sumur Bor di Masjid Al Fallah

Jatimku.com – Malang
Universitas Widyagama (UWG) Malang melalui Baitul Maal Widyagama (BMW) bekerja sama dengan BMH Malang merealisasikan sedekah jariyah sumur bor di Masjid Al Fallah, Desa Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo, Dampit, Kabupaten Malang. Program ini menjadi amanah sumur bor ke-34 yang direalisasikan oleh BMH di wilayah Malang Raya.


Acara pembukaan atau peletakan batu pertama dimulai dengan istighosah yang dipimpin oleh Ketua Takmir Masjid Al Fallah, Ustadz Sholeh. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa masjid dan masyarakat sekitar telah lama mengalami kesulitan air bersih. “Masjid ini sangat kekurangan air bersih, dan kami sudah lama menantikan solusi ini,” ujarnya. Pernyataan ini diperkuat oleh Kepala Desa Tlogosari, Syahri, yang menegaskan bahwa air yang tersedia selama ini berasal dari swadaya masyarakat dan sering mengalami kendala.

Ketua BMH Malang menjelaskan bahwa program sumur bor ini merupakan bagian dari empat pilar utama BMH, yaitu sosial, ekonomi, pendidikan, dan dakwah. Selain itu, BMH juga memiliki program Sustainable Development Goals (SDG), salah satunya adalah penyediaan sumur bor bagi masyarakat yang membutuhkan. “Jika ada yang membutuhkan sumur bor, bisa langsung berkoordinasi dengan kami,” ungkapnya.


Program ini pertama kali digagas oleh Prof. Dr. Ir. Agus Tugas Sudjianto, ST., MT., yang kini telah digantikan oleh Dr. Anwar, SH., M.Hum. Dana sebesar Rp 50 juta untuk proyek ini berasal dari donasi rutin bulanan para dosen dan staf UWG melalui BMW. Donasi tersebut dikumpulkan selama dua tahun dengan angsuran Rp 2 juta per bulan hingga mencapai jumlah yang dibutuhkan.


Acara peresmian semakin terasa berkah dengan turunnya hujan saat prosesi berlangsung. "Alhamdulillah, hujan ini adalah tanda keberkahan," ujar Prof Agus. Sekitar 50 santri dan santriwati serta perangkat desa turut hadir dalam acara tersebut.

Peresmian sumur bor ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ali Mustofa, dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ISHOMA. Dalam kesempatan itu, Agus juga menyampaikan harapan besar agar program ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat. “Semoga Allah SWT mencatat ini sebagai pahala yang terus mengalir, Aamiin,” tutupnya.


Melalui program ini, UWG dan BMH Malang semakin menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat, khususnya dalam menyediakan akses air bersih bagi yang membutuhkan.


Tol Malang-Kepanjen Segera Dibangun, Menunggu Tanda Tangan Presiden Prabowo



Malang, Jatimku.com - Kabar baik datang bagi masyarakat Malang dan sekitarnya. Rencana pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen semakin mendekati kenyataan. Bupati Malang, HM. Sanusi, mengungkapkan bahwa proyek tersebut saat ini hanya tinggal menunggu tanda tangan dari Presiden RI, Prabowo Subianto.


"Kabar baik dari Menteri Pekerjaan Umum kemarin itu, Insya Allah jalan tol dari Malang-Kepanjen menunggu tanda tangan dari Pak Prabowo. Anggarannya Rp 33 triliun," ungkap Sanusi dalam sebuah kesempatan.


Jalan tol ini diharapkan dapat mempercepat akses dari Kota Malang ke Kepanjen, yang selama ini sering mengalami kemacetan, terutama pada jam sibuk. Dengan adanya tol ini, perjalanan yang biasanya memakan waktu lebih lama dapat dipersingkat, sehingga meningkatkan efisiensi transportasi dan perekonomian di wilayah tersebut.


Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong perkembangan kawasan Malang Raya secara keseluruhan, khususnya dalam sektor industri, pariwisata, dan investasi. Dengan konektivitas yang lebih baik, peluang ekonomi di Kepanjen dan sekitarnya bisa semakin berkembang pesat.


Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu keputusan akhir dari Presiden Prabowo untuk menandatangani persetujuan proyek tersebut. Jika sudah disetujui, maka proses pembangunan akan segera dimulai.


Masyarakat Malang pun menyambut baik rencana ini, dengan harapan proyek dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. Keberadaan jalan tol Malang-Kepanjen diharapkan bisa menjadi solusi utama untuk mengatasi permasalahan lalu lintas serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.


Jatimku.com akan terus mengupdate perkembangan proyek tol Malang-Kepanjen ini. Tetap ikuti berita terbaru hanya di Jatimku!

Laznas YDSF Malang Resmikan Program Filtrasi Air Siap Minum di Ponpes Al Qoyyim Kasembon Malang


 Kasembon, Malang – Sabtu, 8 Februari 2025 Laznas YDSF Malang kembali menghadirkan program inovatif dengan meresmikan Project Filtrasi Air Siap Minum di Pondok Pesantren Al Qoyyim, Dusun Kajang, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. 


Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air minum yang bersih dan sehat bagi santri serta masyarakat sekitar.


Acara peresmian ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Moh. Ali Sobirin Pimpinan Pondok Pesantren Al Qoyyim, Umandri Kepala Desa Sukosari, Wahyu Triyono anggota Forum Komunikasi Donatur YDSF Malang, M. Fandi Bakhtiar Pimpinan YDSF Cabang Malang, santri ponpes Al Qoyyim serta masyarakat setempat.


Dalam sambutannya, M. Fandi Bakhtiar , selaku Pimpinan Laznas YDSF Malang, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan YDSF dalam menyalurkan amanah donatur dengan menghadirkan solusi kebutuhan dasar bagi masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren.


“Kami berharap program Filtrasi Air Siap Minum ini dapat memenuhi kebutuhan air minum yang layak bagi para santri serta mendukung kesehatan mereka dalam tuntutan ilmu,” ujar M. Fandi Bakhtiar.


Moh. Ali Sobirin Pimpinan Pondok Pesantren Al Qoyyim juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Laznas YDSF Malang atas program inisiatif ini.


“Kami sangat berterima kasih dan berterima kasih atas yang diberikan. Program ini sangat bermanfaat bagi pesantren kami dan insyaAllah akan kami jaga serta manfaatkan sebaik-baiknya,” ungkapnya.


Apresiasi juga disampaikan oleh Wahyu Triono , perwakilan Forum Komunikasi Donatur YDSF Malang, yang mengapresiasi langkah-langkah YDSF dalam terus berinovasi dalam pengelolaan dana zakat dan infak serta wakaf.


“YDSF Malang terus menghadirkan program-program inovatif yang benar-benar berdampak bagi masyarakat. Ini menunjukkan komitmen mereka dalam mengelola amanah donatur dengan baik,” tuturnya.


Sementara itu, Umandri Kepala Desa Sukosari mengungkapkan harapannya agar program ini tidak hanya bermanfaat bagi pondok pesantren, tetapi juga bagi warga sekitar.


“Kami sangat berterima kasih atas program Filtrasi Air Siap Minum ini. Semoga pihak pondok dapat merawatnya dengan baik, dan agar masyarakat sekitar juga bisa ikut merasakan manfaat dari program ini,” ujarnya.


Dengan diresmikannya Project Filtrasi Air Siap Minum ini, diharapkan para santri di Ponpes Al Qoyyim tidak lagi mengalami kendala dalam mengakses air minum yang sehat. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga zakat, masyarakat, dan donatur dapat membawa perubahan positif yang berkelanjutan.


Tentang Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF)
YDSF adalah yayasan sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, yatim, dakwah, masjid sosial dan kemanusiaan. Yayasan ini berkomitmen untuk mendukung program-program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan visi menjadi organisasi pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terdepan di Jawa Timur yang selalu mengutamakan kepuasan donatur dan mustahik. YDSF Malang terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Kontak Media:

Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF)
Email: markom.malang@ydsf.org
Contact Person : 0851-5798-9889 (Marcomm - YDSF)


#filtrasiairbersih #ydsf #ydsfpeduli#ydsfmalang  #filtrasiairsiapminum #airbersihuntuknegeri #programfiltrasiydsf #programfiltrasiairsiapminum #airbersihuntukpesantren


Merayakan 50 Tahun IWAPI: Komnas Perlindungan Anak dan IWAPI Kabupaten Malang Gelar Kegiatan Sekolah Ramah Anak


 

Turen, 6 Februari 2025 – Dalam rangka merayakan 50 tahun Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), SDN 2 Turen menjadi saksi dari sebuah inisiatif penting yang melibatkan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Malang. Kegiatan ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan langkah konkret untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak.


Acara dimulai dengan sambutan hangat dari berbagai pihak, termasuk Bu Lilik, Kepala Sekolah SDN 2 Turen, dan Pak Eko, Lurah Desa Turen. Bunda Dewi Irvani, Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Malang dan Ketua IWAPI Kabupaten Malang, juga memberikan penekanan pada pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mendukung perlindungan anak. “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung,” ujarnya.


Salah satu momen paling berkesan dalam acara ini adalah Deklarasi Sekolah Ramah Anak, di mana SDN 2 Turen berkomitmen untuk menciptakan suasana yang aman dan ramah bagi anak-anak. Ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang secara optimal.


Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan cerita edukasi Stop Bullying yang disampaikan oleh Kak Ale, Pendongeng Nasional dari Malang yang juga menjabat sebagai Sekjen Komnas PA Kabupaten Malang. Dengan cara yang menarik, Kak Ale mengajak anak-anak untuk memahami pentingnya menghentikan tindakan bullying dan menciptakan persahabatan yang sehat di antara mereka.


Sebagai puncak acara, IWAPI Kabupaten Malang memberikan makan siang bergizi gratis kepada semua anak yang hadir. Ini bukan hanya sekadar pembagian makanan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak. “Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak memakan makanan yang bergizi untuk mendukung pertumbuhan mereka,” ujar salah satu perwakilan IWAPI.


Acara ini berlangsung dengan penuh keceriaan dan antusiasme dari anak-anak serta guru-guru. Kolaborasi antara Komnas Perlindungan Anak dan IWAPI Kabupaten Malang ini menjadi contoh inspiratif tentang bagaimana sinergi antar lembaga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak Indonesia.

Lactofa Empowerment Lahirkan Sapi Fries Holland Jantan, Dukung Pemberdayaan Sapi perah YDSF

 

Kota Batu, Jawa Timur, 03 Februari 2025] – Dengan penuh rasa syukur, kami mengumumkan Program Lactofa Empowerment berhasil melahirkan Sapi Gen AL ke 4 berjenis Fries Holland kelamin jantan dengan kondisi sehat dan selamat berbobot kurang lebih 25 kg.  (3 feb 2025) Kelahiran anakan sapi Fries Holland jantan ini merupakan hasil dari kolaborasi solid antara program YDSF dan dukungan dari CT Arsa Foundation, yang turut berperan penting dalam penyaluran sapi keempat dalam rangkaian program ini. 



Program Lactofa Empowerment bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas peternakan sapi di Indonesia, melalui pemberian sapi unggul serta pelatihan yang mendukung para peternak dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka. 


Anakan sapi Fries Holland yang lahir ini memiliki potensi genetik yang sangat baik, yang akan mendukung perkembangan lebih lanjut dalam menghasilkan sapi-sapi berkualitas unggul.  kelahiran ini diharapkan akan memberikan dampak positif, baik bagi peningkatan hasil produksi susu maupun daging, serta mendukung kemajuan peternak lokal di dusun brau lebih mandiri dan sejahtera kedepannya.  


Kami mengucapkan terima kasih kepada CT Arsa Foundation atas dukungannya untuk berkelanjutan dalam penyaluran sapi, serta kepada seluruh mitra dan peternak yang telah bekerja sama untuk mewujudkan program ini. Dukungan ini akan terus memperkuat keberlanjutan dan kesuksesan Program Lactofa Empowerment.



Tentang Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF)
YDSF adalah yayasan sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, yatim, dakwah, masjid sosial kemanusiaan & Wakaf. Yayasan ini berkomitmen untuk mendukung program-program sosial salah satunya adalah wakaf produktif pemberdayaan sapi perah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan visi menjadi organisasi pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terdepan di Jawa Timur yang selalu mengutamakan kepuasan donatur dan mustahik. YDSF Malang terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.


Kontak Media:

Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF)
Email: markom.malang@ydsf.org
Contact Person : Marcomm - YDSF - 0851-5798-9889


#LactofaEmpowerment #YDSF #SDGs #PemberdayaanPeternak #VaksinasiPMK #PeternakanBerkelanjutan #wakafpemberdayaansapiperah #pemberdayaansapiperah #wakafydsf #wakafpeternak #wakafpeternakydsf


Kunjungan YDSF Malang ke PT Pindad Turen : Awal Sinergi untuk Negeri

 


Turen, Malang – PT Pindad (Persero) Turen menerima kunjungan dari tim Penghimpunan Laznas YDSF Malang yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Laznas YDSF Malang dalam rangka menjalin sinergi sosial, Rabu,5 Februari 2025. Kunjungan ini disambut langsung oleh GM Munisi PT Pindad, Bapak Dwi Jadmoko, di kantor PT Pindad Turen.


Pimpinan Laznas YDSF bersama GM Munisi PT Pindad (Doc. YDSF)

Pertemuan diawali dengan pemaparan visi sosial masing-masing lembaga. Laznas YDSF Malang menyampaikan peran strateginya dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah untuk kemaslahatan umat.


Kunjungan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kerja sama strategis antara PT Pindad dan Laznas YDSF dalam mendukung program sosial yang berdampak luas bagi masyarakat.


Tentang YDSF

Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) adalah lembaga zakat nasional yang berkomitmen menyalurkan dana sosial melalui berbagai program pendidikan, kesehatan,  ekonomi dan sosial kemanusiaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program-program inovatif, YDSF Malang berharap dapat terus berkontribusi dalam menanggulangi perbaikan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.


Kontak Media:

Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF)
Email: markom.malang@ydsf.org
Contac Marcomm - YDSF 0851-5798-9889



ISMI Malang Raya Gelar Silaturahmi & Rakerda 2025: Perkuat Peran Saudagar Muslim dalam Ekonomi Syariah



Malang, Jatimku.com – Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Malang Raya menggelar Silaturahmi dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2025 pada Sabtu, 1 Februari 2025. Acara yang berlangsung di Camp King Sulaiman, Kota Malang, ini menjadi ajang konsolidasi bagi para saudagar muslim untuk memperkuat ekonomi berbasis Islam.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa, lantunan ayat suci Al-Qur'an, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen ini menjadi kesempatan bagi ISMI untuk semakin memantapkan perannya dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat dan berkelanjutan.


Ketua Umum ISMI Malang Raya, drh. H. Puguh Wiji Pamungkas, MM., menyoroti potensi besar yang dimiliki Malang Raya sebagai pusat ekonomi syariah. Dengan keberagaman potensi wisata, pendidikan, dan sektor pertanian, daerah ini dinilai mampu berkembang sebagai pusat perekonomian muslim yang mandiri.


"Malang Raya adalah sepenggal firdaus Indonesia. Potensi wisata di Kota Batu, pantai di Kabupaten Malang, serta Kota Malang sebagai kota pendidikan menjadi peluang besar bagi ekonomi Islam," ungkap Puguh.



Namun, ia juga menekankan bahwa pengelolaan anggaran daerah (APBD) di Malang Raya masih belum sepenuhnya dikelola oleh muslim. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi dan kapasitas para saudagar muslim agar dapat bersaing dan berperan lebih besar dalam perekonomian daerah.


Selain itu, Puguh juga mengingatkan bahwa ekonomi syariah saat ini menghadapi tantangan berupa isu fraud, yang dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap sistem ekonomi berbasis Islam.


Ketua Dewan Pembina ISMI Malang Raya, Coach Dr. Fahmi, menegaskan bahwa para pimpinan ISMI harus memiliki kepemimpinan puncak bintang lima serta kelincahan dan adaptasi cepat (agility) dalam menghadapi tantangan ekonomi modern.


"Jangan berhenti, terus tingkatkan kompetensi. Tahun 2025 harus ada pemimpin yang benar-benar memahami dan memberikan solusi nyata bagi rakyat," pesannya.


Sementara itu, Ketua Dewan Pembina ISMI Jatim, KH. Misbahul Huda, menekankan pentingnya istiqomah dalam bisnis serta membangun daya tahan ekonomi di tengah rendahnya daya beli masyarakat.


"Jangan mudah mengeluh (anti sambat), tetaplah penuh harapan. Manusia yang dekat dengan Allah memiliki energi yang lebih kuat," ujarnya.


Ia juga menyoroti perlunya peningkatan skala usaha para saudagar muslim dan lahirnya lebih banyak pengusaha muda muslim.


"Di zaman Rasulullah, 80% umatnya adalah saudagar. Namun, di Indonesia saat ini, jumlah pengusaha muslim masih di bawah 1%. Agar ekonomi bertumbuh di atas 8%, kita harus berfokus pada penguatan sektor bisnis muslim," tambahnya.


Sebagai bagian dari upaya penguatan spiritual dan bisnis, ISMI Jatim secara rutin mengadakan "Spiritual Business Gathering" setiap Jumat untuk membina para saudagar muslim.


Ketua ISMI Jatim, KH. Yusron Aminulloh, mengibaratkan ISMI sebagai "software" yang menghubungkan saudagar muslim dalam satu ekosistem bisnis yang kuat.


"ISMI bukan sekadar organisasi, tapi juga alat untuk menyatukan dan menggerakkan saudagar muslim," tegasnya.


Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan ISMI Jatim adalah program pengadaan katering haji, yang menjembatani pengusaha muslim dengan pemerintah. Selain itu, ISMI juga tengah merintis penghargaan bagi pengusaha muslim yang berkontribusi dalam penguatan ekonomi Islam, serta menginisiasi kegiatan "Keliling Saudagar" untuk memperluas jaringan bisnis muslim di berbagai daerah.


Melalui Silaturahmi dan Rakerda ISMI Malang Raya 2025, ISMI semakin menegaskan perannya sebagai penggerak ekonomi Islam yang berdaya dan memberdayakan. Dengan sinergi yang lebih kuat, para saudagar muslim diharapkan dapat semakin berkontribusi dalam membangun ekonomi berbasis syariah yang kokoh dan berkelanjutan.