Malang – Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, terpaksa harus putus sekolah (drop out) setelah diketahui hamil akibat hubungan dengan pacarnya. Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat dan menyoroti pentingnya pendidikan seksual serta perlindungan bagi remaja.
Menurut informasi yang dihimpun, siswi berinisial R (17) mulai jarang masuk sekolah sejak beberapa bulan lalu. Pihak sekolah yang curiga akhirnya memanggil orang tua R untuk klarifikasi. Dari pertemuan itu, terungkap bahwa R tengah mengandung dan akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah karena tekanan sosial serta faktor keluarga.
Kepala SMK tempat R bersekolah, Suyatno, menjelaskan bahwa pihak sekolah sebenarnya tidak mengeluarkan R, tetapi yang bersangkutan memilih mundur karena merasa malu. “Kami selalu membuka ruang untuk diskusi dan mencari solusi terbaik bagi siswa. Namun, keputusan akhirnya ada pada keluarga,” ujarnya.
Kasus ini pun memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat, terutama terkait peran keluarga dan lingkungan dalam memberikan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi bagi remaja. Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Malang menyatakan keprihatinannya dan berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar kasus serupa tidak terulang.
Sementara itu, keluarga R dikabarkan sedang mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan dengan pihak laki-laki yang bertanggung jawab atas kehamilan tersebut. Hingga saat ini, belum ada langkah hukum yang diambil.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya edukasi seks dan peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Tim Jatimku.com akan terus memantau perkembangan lebih lanjut terkait kasus ini.