Jakarta, Jatimku.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, seiring dengan tekanan eksternal dan pelemahan nilai tukar rupiah. Pada pembukaan sesi pertama, IHSG turun ke zona merah, mencerminkan sentimen negatif dari investor.
Di sisi lain, rupiah juga mengalami depresiasi signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Berdasarkan data pasar, rupiah diperdagangkan di level Rp 16.428 per USD, melemah dibandingkan penutupan sebelumnya. Tekanan terhadap mata uang Garuda ini diduga dipicu oleh faktor eksternal, termasuk kebijakan suku bunga The Fed serta ketidakpastian ekonomi global.
Analis pasar modal menyebutkan bahwa pelemahan IHSG dan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik. “Investor masih wait and see terhadap arah kebijakan moneter AS. Selain itu, data ekonomi dalam negeri juga turut mempengaruhi pergerakan pasar,” ujar seorang analis keuangan.
Sektor saham yang paling terdampak dalam sesi perdagangan pagi ini di antaranya adalah sektor perbankan dan manufaktur. Investor tampaknya masih berhati-hati dalam mengambil keputusan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Meski demikian, beberapa pengamat menilai bahwa pelemahan ini masih dalam batas wajar dan berharap pasar bisa pulih seiring dengan stabilisasi ekonomi global dan kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Jatimku.com akan terus memantau perkembangan pasar keuangan untuk memberikan informasi terbaru kepada pembaca.