Latest News

Antisipasi Banjir, Wagub Jatim Pastikan Tak Sampai 14 Pohon Ditebang untuk Drainase


Malang – Dalam upaya mengantisipasi banjir, Wakil Gubernur Jawa Timur memastikan bahwa proyek perbaikan drainase tidak akan menyebabkan penebangan pohon secara masif. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa hanya pohon-pohon tertentu yang benar-benar menghambat sistem drainase yang akan ditebang, dengan jumlah maksimal tak sampai 14 pohon.


Kebijakan ini diambil setelah adanya kekhawatiran dari masyarakat mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat proyek normalisasi drainase. Wagub Jatim menyatakan bahwa pihaknya tetap mengutamakan keseimbangan ekosistem dan berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan.


"Kami memahami pentingnya drainase yang baik untuk mencegah banjir, tetapi kami juga tidak ingin mengorbankan terlalu banyak pohon. Oleh karena itu, penebangan pohon akan dilakukan seminimal mungkin dan hanya pada titik yang sangat diperlukan," ujar Wakil Gubernur Jatim dalam keterangannya, Senin (25/3/2025).


Selain itu, pemerintah juga berencana melakukan reboisasi sebagai langkah kompensasi terhadap pohon yang ditebang. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa penghijauan tetap menjadi prioritas, seiring dengan pembangunan infrastruktur yang lebih baik.


Dengan adanya langkah antisipatif ini, diharapkan proyek drainase di Jawa Timur dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan aspek lingkungan yang menjadi perhatian utama masyarakat.

Liputan: Jatimku.com