Surabaya – Aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI di depan Gedung DPRD Jawa Timur memanas pada Senin (24/3). Ribuan massa yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap RUU yang dinilai kontroversial tersebut.
Ketegangan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB ketika massa mulai mendorong barikade petugas keamanan yang berjaga di depan gedung DPRD. Situasi semakin tak terkendali saat sejumlah demonstran membakar ban dan beberapa benda lain di teras gedung DPRD, menciptakan kepulan asap hitam yang membubung tinggi.
Aparat kepolisian yang berjaga berusaha mengendalikan situasi dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Namun, demonstran tetap bertahan dan semakin lantang meneriakkan tuntutan mereka. Beberapa pengunjuk rasa mengalami luka ringan akibat bentrokan dengan petugas keamanan.
Salah satu koordinator aksi, Andi Prasetyo, menyatakan bahwa RUU TNI yang sedang dibahas di DPR berpotensi mengancam demokrasi dan memperluas keterlibatan militer dalam ranah sipil. “Kami menolak segala bentuk revisi yang dapat membahayakan supremasi sipil dan hak-hak demokratis rakyat,” ujar Andi.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Gedung DPRD Jawa Timur masih tegang. Petugas kepolisian terus melakukan penjagaan ketat guna mengantisipasi eskalasi yang lebih besar. Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD terkait tuntutan demonstran.
Perkembangan lebih lanjut terkait aksi ini akan terus dipantau oleh tim Jatimku.com.